4 Manfaat Mengikuti Vaksin Covid-19

Pemerintah makin gencar mendorong masyarakat Indonesia dapat mengikuti program vaksinasi Covid-19 usai memutuskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak 3 Juli lalu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, masih banyak stok vaksin yang belum digunakan. Bahan baku mencapai 137 juta namun yang barus disuntikkan kurang lebih baru 54 juta.

Masih banyak masyarakat yang masih ragu apakah perlu mengikuti vaksin Covid-19. Pemerintah menjamin vaksin yang diberikan aman dan juga banyak manfaatnya. Apa Saja manfaat vaksin Covid-19? Simak uraiannya dikutip dari kompas.com:

1. Mencegah terkena atau mengalami gejala

Covid-19 berat Dalam dokumen Frequently Asked Question (FAQ) Seputar Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 yang diunggah dalam laman resmi Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI, dijelaskan bahwa vaksinasi Covid-19 memang tidak membuat kita 100 persen kebal dari Covid-19. Tapi, vaksinasi Covid-19 akan mengurangi dampak yang ditimbulkan jika kita tertular Covid-19.

Vaksinasi adalah proses di dalam tubuh, di mana seseorang menjadi kebal atau terlindungi dari suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut, maka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Vaksinasi terjadi biasanya dengan pemberian vaksin.

Sebagaimana manfaat dari vaksin lainnya, vaksin Covid-19 bermanfaat untuk memberi perlindungan tubuh agar tidak jatuh sakit akibat Covid-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh. Oleh sebab itu, meski sudah divaksin Covid-19, kita direkomendasikan tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes), yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak untuk mencegah penularan virus corona.

2. Melindungi orang lain

Vaksinasi Covid-19 bisa mencegah kita menyebarkan virus corona ke orang lain. Jika cakupan vaksinasi tinggi dan merata di suatu daerah, maka akan terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity).

Kekebalan kelompok merupakan situasi di mana sebagian besar masyarakat terlindung atau kebal terhadap penyakit tertentu sehingga menimbulkan dampak tidak langsung (indirect effect), yaitu turut terlindunginya kelompok masyarakat yang rentan dan bukan merupakan sasaran vaksinasi.

Kondisi tersebut hanya dapat tercapai dengan cakupan vaksinasi yang tinggi dan merata. Sebagian besar ahli percaya setidaknya butuh 70 persen dari populasi untuk divaksin demi mencapai kekebalan kelompok.

3. Menghentikan penyebaran Covid-19

Pada dasarnya, vaksinasi diadakan bukan hanya bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit dan menghentikan wabah, tetapi juga dalam jangka panjang mengeliminasi atau bahkan memusnahkan penyakit itu sendiri. Tujuan vaksinasi ini kiranya juga disematkan untuk penyakit Covid-19 akibat virus corona.

4. Membantu melindungi generasi selanjutnya

Melansir Mayo Clinic, manfaat vaksin Covid-19 salah satunya adalah mencegah virus corona menyebar dan bereplikasi, yang memungkinkannya bemutasi dan mungkin menjadi lebih kebal terhadap vaksin.

Dengan menurunkan laju infeksi Covid-19 dan memutus mata rantai pandemi Covid-19, kita pun dapat melindungi generasi selanjutnya dari penderitaan panjang terinfeksi penyakit ini. Hal ini terbukti dari catatan sejarah yang sudah terjadi.

Dulu ada banyak penyakit yang disebabkan oleh virus bisa menyebabkan banyak mematikan. Dengan adanya vaksin, penyakit dapat dikendalikan. Jadi kita adalah generasi yang hidup dari perjuangan vaksinasi generasi sebelumnya.

kampus IT di bali, kampus swasta di bali, kampus IT

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) merupakan kampus IT di Bali yang patuh terhadap upaya pemerintah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19. STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini telah menggelar vaksinasi massal Covid-19 untuk mahasiswa, keluarga mahasiswa dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini diselenggarakan di Kampus STIKI Indonesia yang terletak di Jl Tukad Pakerisan No 97, Panjer, Denpasar pada Sabtu (5/6/2021).

Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T. menjelaskan vaksinasi massal ini merupakan inisiatif pihaknya yang bertujuan untuk membantu pemerintah dalam upaya menghambat penyebaran virus Covid-19. Oleh sebab itu, STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT terpopuler di Bali mengajak Dinas Kesehatan Provinsi Bali dalam kegiatan ini.

“Program vaksin massal bagi mahasiswa, keluarga mahasiswa dan masyarakat sekitar kita semua tahu saat akan semakin cepat akan berdampak baik bagi Bali, bagi masyarakat Bali, bagi perekonomian Bali,” kata Made Muku, Sabtu (5/6/2021).

Dalam vaksinasi massal yang pertama kali digelar oleh STIKI Indonesia ini, Dewa Muku menjelaskan kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan sama sekali. Kegiatan ini total diikuti oleh 545 mahasiswa dan keluarga mahasiswa.

Berangkat dari kegiatan yang berjalan lancar ini, Dewa Muku yakin apabila diberi kesempatan maka pihaknya sangat siap kembali menggelar vaksinasi ke seluruh mahasiswa yang berjumlah sekitar 5.000 lebih tersebut.

Salah satu indikasi keberhasilan dari vaksinasi massal ini adalah ketika tidak terjadinya kerumunan saat antri pendaftaran. Penyebabnya adalah STIKI Indonesia merupakan Kampus berbasis teknologi yang menyediakan komputer dengan program mutakhir sehingga peserta dengan cepat dan mudah saat melakukan pendaftaran. Maka, kerumunan bisa dihindari.

“Kami sangat senang semua berjalan lancar . Kami juga berharap dapat berperan sehingga penyebaran virus dapat ditekan dan bisa dengan segera menggelar kuliah tatap muka,” kata Dewa Muku.

Ditemui terpisah, Kepala Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan Dinkes Provinsi Bali, Ni Wayan Arniti, SE., M. Kes mengapresiasi inisiatif STIKI Indonesia untuk menggelar vaksinasi massal.

Dia mengakui Dinas Kesehatan tidak bisa bergerak sendiri dalam upaya menghambat penyebaran Covid-19. Maka, pihaknya menyambut dengan baik ajakan STIKI Indonesia untuk menggelar vaksinasi massal.

“Terima kasih kepada seluruh bagian dari STIKI Indonesia, dari segi tempat vaksinasi dan fasilitas juga sudah representatif sebagai tempat ideal untuk menggelar vaksinasi massal,” katanya.

Wayan Arniti kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk jangan takut mengikuti vaksinasi Covid-19. Dia mengingatkan vaksin aman dan tidak perlu takut vaksin akan berdampak buruk.

Sebelum program vaksinasi massal di kampus, Seluruh dosen dan tenaga kependidikan STIKI Indonesia telah pula mengikuti vaksinasi Covid-19 ang digelar oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII di Aula BIMA Jl Trengguli I, Penatih, Denpasar Timur pada (19/5/2021).

Jadwal Vaksin Massal dimulai dari tanggal 17 Mei sampai 19 Mei 2021. Vaksin Massal ini juga digelar untuk seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan LLDikti Wilayah VIII.