TIM SSE STIKI Beri Pelatihan Kepedulian Lingkungan di SDN 17 Kesiman

Tim Social Engagement (SSE) STIKI yang diketuai oleh I Kadek Adiana Putra, S.Pd. M.Si. melakukan Pelatihan dan Sosialisasi pengolahan sampah organic menjadi Pupuk Organik Cair (POC), pembuatan Biokomposter, dan peningkatan pemahaman dalam memanfaatkan lubang biopori.

Kegiatan ini berkerjasama dengan SD Negeri 17 Kesiman yang diketuai oleh Drs. Made Sudana, M.Pd.

Dalam pelaksanaan pelatihan ini, Tim dari STIKI didukung oleh beberapa dosen yang sekaligus menjadi narasumber aktif dan berkompeten dalam bidangnya, di antaranya, I Made Dedy Setyawan, S.Pd. M.Pd., I Wayan Wardika, M.Pd., I Putu Surya Adiputra, S.Pd. M.Pd., Wayan Sauri Peradhayana, S.Pd, dan Ni Wayan Suardi Putri, S.Pd. M.Pd. Peserta pelatihan yang merupakan guru, pegawai serta petugas kebersihan sangat antusias mengikuti pelatihan ini.

Pelatihan dan sosialisasi ini dilakukan dengan dua topik yang berbeda yaitu pertama, pembuatan biokomposter anaerob dan pembuatan pupuk cair. Kedua yaitu sosialisasi optimalisasi pemanfaatan lubang biopori. Dalam pelaksanaannya masing-masing topik tersebut dilaksanakan di dalam kelas dan di lapangan dengan tetap memperhatikan protokol Kesehatan.

Metode yang digunakan selama pelatihan adalah diskusi dengan mengeskpolarasi permasalahan sampah di sekitar sekolah, pada lingkungan rumah tangga, serta hubungannya dengan sekolah adiwiyata dan wawasan wiyata mandala sebagai sekolah berwawasan lingkungan. Selain itu, dalam pelaksanaan ini mencoba dikembangkan formulasi perspektif siswa melalui guru. Sehingga dengan adanya komposter siswa tidak lagi belajar memilah sampah organic dan anorganik. Akan tetapi Ketika siswa sudah menemukan sampah organic siswa bisa memasukannya kedalam komposter dan menjadikannya Pupuk Organic Cair (POC).

Kampus Swasta di Bali, kuliah di bali, kampus IT di bali

Dalam tahap pembuatan terlihat antusias peserta yang dalam hal ini adalah guru dan pegawai sekolah, setelah mereka mengetahui bahwa alat-alat yang digunakan adalah baarang bekas yang bisa termanfaatkan Kembali, seperti gentong bekas, pipa paralon bekas dan yang lain.

Dalam proses pembuatan pupuk caik menggunakan limbah organic, terlebih dahulu limbah cair yang terdapat pada pekarangan sekitar atau limbah rumah tangga harus dicacah terlebih dahulu untuk mempercepat proses fermentasi. Dalam proses pencacahan ini tim PKM bersama peserta secara bersama-sama saling membatu proses pencacahan sampah organic yang sebelumnya telah dikumpulkan dari lingkungan sekolah bahkan ada peserta yang membawa limbah rumah tangga untuk dikumpulkan dalam tong komposter tersebut, proses memasukan pencacahan dapat dilihat pada gambar.

kampus IT di bali, kuliah di bali, kampus swasta di bali

Tim SSE STIKI juga memberikan penjelasan bahwa didalam proses pembuatan pupuk organik cair penggunaan molase sangatlah penting sebagai nutrisi/makanan bakteri untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan bakteri. Dalam proses ini bakteri dimasukan langsung dari EM4 Pertanian tersebut, sehingga proses fermentasi aerob ke anaerob lebih cepat dan pupuk organik bisa dipanen dalam waktu dua minggu. Kegiatan peracikan molase EM4, air dan limbah organik.

Setelah memberikan pelatihan pembuatan POC, dan Biokomposter, dalam topoik yang sama Tim SSE STIKI juga memberikan sosialisasi pemahaman tentang pentingnya biopori serta bagaimana merawat dan memanen biopori yang ada di lingkungan sekolah. Kegiatan sosialisasi terlihat sangat aktif dan penuh keceriaan ketika tim SSE STIKI berbaur Bersama-sama peserta bergotong royong memanen pupuk kompos yang sudah terfermentasi di dalam lubang biopori.

Pembuatan dan perbaikan Lubang resapan Biopori (LRB) dilakukan secara bersama-sama di titik-titik yang telah ditetapkan di sekitar sekolah SD Negeri 17 Kesiman. Lubang Resapan Biopori (LBR) yang dibuat da diperbaiki sebanyak  14 LRB di lingkungan SD Negeri 17 Kesiman. Pada kegiatan Tim SSE memberikan sumbangan berupa paket Komposter, EM4 Pertanian, serta Molase kepada Mitra yaitu SD Negeri 17 Kesiman dimana dalam kesempatannya diwakili oleh bapak kelas SD Negeri 17 Kesiman, dan kegiatan ditutup dengan foto bersama Tim SSE STIKI dan peserta.