Mendengar: Skill yang Sering Dilupakan

Komunikasi merupakan kunci paling penting dalam membangun hubungan baik antar sesama. Komunikasi yang efektif adalah bergantung pada keterampilan seseorang dalam mengirim mau pun menerima pesan. Namun, masalahnya adalah banyak terjadi miss dalam komunikasi. Ketika pembicara tidak mampu atau penerima pesan tidak mampu mendengar dengan baik.

Maka dari itu, mendengarkan dalam berkomunikasi sering diabaikan. Banyak orang hanya fokus pada bagaimana menjadi pembicara yang baik bukan menjadi pendengar yang baik.

Banyak kita lihat kelas public speaking ada di mana-mana. Banyak yang ingin menjadi pembicara yang baik. Banyak yang lebih ingin didengar dibandingkan mendengarkan. Bahkan, pembicara hebat sekali pun tidak punya skill mendengarkan yang baik.

Ada empat hal yang harus dilakukan apabila ingin belajar menjadi seorang pendengar yang baik. Simak uraiannya berikut ini dikutip dari rumahmillennials.com:

Fokus

Saat ingin menjadi pendengar yang baik kita harus benar-benar fokus dan menghadirkan pikiran serta jiwa untuk menangkap informasi yang disampaikan lawan bicara.

Saat benar-benar sudah mindful untuk menjadi pendengar, pikiran kita suka melayang kemana-mana karena kia berpikir lebih cepat saat menjadi pendengar daripada saat menjadi pembicara. Oleh sebab itu, kita harus fokus terlebih dahulu untuk mendengar baru bisa menangkap pesan yang disampaikan.

Jangan suka memotong pembicaraan

Saat kamu merasa sudah memiliki banyak pengalaman di hal atau bidang tertentu dan mendengar orang yang baru merasakan bidang tersebut maka kamu akan merasa sangat ‘gatal’untuk mengutarakan pemikiran dan opininya akan suatu isu.

Bahkan, ada pula yang melemparkan pertanyaan terkesan mengintimidasi untuk menantang lawan bicara padahal pembicara belum secara jelas menjelaskan poin utamanya.

Untuk menjadi pendengar yang baik kita harus mencoba menahan ego untuk berkomentar hingga berujung memotong pembicaraan. Banyak orang yang ingin berbicara kepadamu hanya untuk didengar bukan untuk diberikan masukan atau komentar.

kampus IT di bali, kampus swasta di bali, kuliah di bali

Jangan menghakimi

Saat lawan bicara kepadamu jangan sampai kamu menghakimi. Hampir sama dengan poin kedua, ingat tidak semua lawan bicara ingin diberikan komentar, masukan apalagi kamu sampai menghakiminya. “bersyukur kali masih ada orang yang hidupnya lebih berat dari kamu”. “Harusnya kamu itu jangan gitu tapi coba lakuin seperti ini”. Kalimat seperti itu bisa menjadi bukti bahwa skill mendengarmu kurang.

Empati

Untuk menjadi seorang pendengar yang baik kita harus memiliki kepekaan dan empati. Hal ini dalam konteks obrolan hati ke hati atau saat lawan bicaramu sedang curhat. Empati bisa kamu tunjukkan dengan hanya mendengar bukan memberikan komentar atau menghakimi. Ada pula yang memang diminta solusi atas permasalahannya. Kamu bisa terlebih dahulu mengasah kemampuan empatimu baru bisa mencoba memberikan solusi.

Kesehatan mental

Masalah mendengar bisa berkaitan dengan kesehatan mental. Memperingati Hari KeSehatan Mental Dunia yang jatuh pada 10 Oktober tiap tahunnya kita harus paham banyak orang yang merasa kesehatan mentalnya terganggu hanya ingin didengar. Menjaga kesehatan mental bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya adalah dengan curhat. Biasanya dilakukan dengan bercerita ke teman, kerabat atau pacar.

Saat temanmu sudah percaya denganmu coba luangkan waktu sejenak dan ikuti point di atas untuk menjadi pendengar yang baik. Ingat, pahami kondisi temanmu. Banyak yang ingin hanya didengar bukan diberikan nasihat.

Bayangkan untuk bisa terbuka denganmu saja mungkin dia butuh waktu yang panjang untuk memikirkannya. Dengar dulu keluh kesahnya hingga selesai. Jangan memotong pembicaraan, jangan memberikan komentar apabila tidak diminta, jangan menghakimi masalahnya.

Posisikan diri kamu sebagai seorang ‘teman sejati’ yang memang selalu ada untuknya. Bukan menjadi teman debat, ‘guru’ atau orang yang merasa lebih dewasa dengan memberikan nasihat. Ingat lagi, tanamkan di pikiranmu tidak semua ingin diberikan nasihat. Banyak yang hanya ingin sekadar didengar bukan diminta berkoar.