Generic placeholder image

Bangga! Buku Karya Dosen STIKI Indonesia diakuisisi LIPI

10 Mei 2021   Berita

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengumumkan karya yang terpilih dalam Program Akuisisi Pengetahuan Lokal Periode Pertama Tahun 2021.

Berdasarkan hasil seleksi, dinyatakan bahwa karya yang lolos penilaian dan layak menerima Insentif Program Akuisisi Pengetahuan Lokal sejumlah 84 judul, terdiri dari buku dan audiovisual.

Dari 84 judul yang diumumkan pada (9/4/2021) terdapat salah satu karya dosen STMIK STIKOM Indonesia (STIKI), I Nyoman Anom Fajaraditya Setiawan, S.Sn, M.Sn. Karya berupa buku bertajuk ‘Sinema Paradoks: Pengantar dan Konteks Kontemporer’ yang terbit pada tahun 2018 lalu.

Buku karya dosen STIKI bersama 83 karya lain nantinya akan diakuisisi oleh LIPI untuk disebarluaskan secara terbuka untuk publik melalui berbagai kanal yang dikelola oleh LIPI, di bawah lisensi Creative Commons. Selain itu, akan mendapatkan besaran insentif untuk buku sebesar Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Sementara, untuk karya audiovisual akan mendapat insentif antara Rp 6 juta sampai Rp 12 juta.

“Meski mendapatkan akuisisi, tetapi kita tetap mendapatkan hak komersial dari terbitan buku tersebut. LIPI hanya perpanjangan tangan jadi tidak 100 persen diakuisisi penuh. Mereka meminta izin ke kita agar buku bisa disebarluaskan,” kata I Nyoman Anom saat berbincang, Kamis (6/5/2021).

Menurut I Nyoman Anom, karya yang lolos dalam program ini nantinya akan bisa diakses oleh masyarakat luas secara gratis di portal GARUDA (Garba Rujukan Digital). Tujuan LIPI membuat Program Akuisisi Pengetahuan Lokal ini adalah untuk memperkaya portal tersebut yang nantinya bisa tersedia secara gratis untuk masyarakat luas.

“Bisa diakses oleh siapapun secara gratis, semua bisa diakses dan dan seluruh jurnal itu ada,” kata I Nyoman Anom.

Program Akuisisi Pengetahuan dan Kearifan Lokal Berbasis Terbitan dan Multimedia yang dikelola oleh LIPI Press merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengkonservasi kekayaan alam dan sumber daya Indonesia ke dalam berbagai bentuk produk informasi, baik terbitan buku maupun terbitan audiovisual.

Untuk meningkatkan produktivitas publikasi nasional dan peran serta masyarakat dalam penyediaan dan pemanfaatan informasi yang memuat pengetahuan dan kearifan lokal, LIPI Press memberi kesempatan kepada para peneliti, dosen, mahasiswa, pelajar, dan penggiat/komunitas kebudayaan dan kemasyarakatan untuk mengikutinya.

Namun, program ini juga terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia yang telah memiliki buku, naskah buku atau materi audiovisual. Baik berupa film dokumenter maupun animasi yang memuat konten pengetahuan dan kearifan lokal.

Program ini selain dimaksudkan untuk mengakuisisi produk informasi yang telah terbit juga menerima naskah/ materi yang belum terbit ataupun audio visual yang sedang melalui tahapan produksi. Akan tetapi, untuk naskah materi maupun audio visual yang belum terbit harus melalui prosedur dan mekanisme penerbitan di LIPI Press.

Sementara itu, untuk buku/audiovisual yang telah terbit/tayang akan dilakukan penyesuaian format dan kelengkapan anatomi buku/multimedia sesuai dengan standar LIPI Press.

Sebagai bentuk penghargaan atas upaya dan komitmen dalam melestarikan pengetahuan dan kearifan lokal, LIPI Press melalui program ini akan memberikan insentif kepada penulis buku atau kreator video yang karyanya diterima.

Setiap karya yang diusulkan akan melalui proses seleksi terlebih dahulu dan jika diperlukan akan dilakukan penyempurnaan. Karya yang terpilih akan dimuat dalam https://lipipress.lipi.go.id.

Buku karya I Nyoman Anom bertajuk ‘Sinema Paradoks: Pengantar dan Konteks Kontemporer’ merupakan pengantar dalam memasuki dunia sinema, diawali terminologi beragam istilah, genre film, teknik, media, dampak, perbandingan, tokoh, industri, dan banyak lagi bahasan yang dipaparkan secara lugas.

Pada pengungkapan fenomena dalam dunia sinema yang biasa juga disebut dunia film, sering kali memiliki strategi-strategi tertentu halnya propaganda tentang suatu misi dan berbagai bentuk hegemoni.

Sehingga pengungkapan paradoks dunia sinema menjadi kompleks ke berbagai lini keilmuan dan dapat menjadi referensi pada bidang sinematografi, fotografi, media/strategi marketing, desain komunikasi visual, semiotika tanda makna, psikologi persepsi, dan beberapa temuan yang kemudian berpengaruh pada media-media kekinian.

Generic placeholder image

Mengenang Drakor Lawas ‘Something Happened in Bali’

08 Mei 2021   Berita

Drama Korea Something Happened in Bali atau Memories of Bali menjadi booming saat tayang pada tahun 2004 lalu. Sesuai dengan judulnya drama yang diperankan oleh Ha Ji Won, Jo In Sung, So Ji Sub dan Park Ye Jin ini mengambil latar belakang tentang Bali.

Drama Korea ini menceritakan Lee Soo Jung (Ha Ji Won) seorang yatim piatu yang mencari peruntungan dengan pindah ke Bali.

Selama hidup di Bali, ia bekerja sebagai pemandu wisata. Tokoh lain Jung Jae Min (Jo In Sung) adalah seorang playboy konglomerat yang kekanak-kanakan dan sudah bertunangan dengan Choi Young Joo (Park Yee Jin).

Pertunangan ini merupakan campur tangan orangtua mereka. Choi Young Joo sendiri masih mencintai mantan kekasihnya Kang In Wook (So Ji Sub) yang tinggal dan bekerja di ibukota Indonesia, Jakarta.

Dikutip dari liputan6.com, dalam drama diceritakan Choi Young Joo pun menyusul Kang In Wook, dan mengajaknya ke Bali. Rupanya perjalanan Choi Young Joo telah diketahui tunangannya yang juga ikut terbang ke Bali. Selama di Bali, mereka menyewa Lee Soo Jung yang mata duitan.

Selama perjalanan ke Bali, adegan lucu dan menegangkan banyak terjadi. Lalu, karakternya juga mengalami kisah cinta tak terduga.

Hingga saat ini, beberapa netizen masih membicarakan drama ini. Tentu saja, pada 2004 Hallyu Wave kurang merajalela dibandingkan saat ini. Bahkan, ada penikmat drama yang baru mengetahui drama ini diputar di Indonesia.

Kampus IT di Bali

Episode terakhir Memories of Bali mendapatkan rating 39.7 persen, terbaik di zamannya, laporan dari Nielsen Korea.

Meski berakhir tragis, drama Korea ini tetap terkenang hingga sekarang khususnya bagi warga Korea yang ramai-ramai berlibur ke Bali setelah menonton drama korea dengan total 20 episode ini.

Tak heran memang, drama Korea ini memang mengekspos keindahan Pulau Bali dari Tanah Lot hingga Pantai Kuta. Keindahan Bali memang tidak perlu diragukan lagi hingga membuat siapa pun ingin datang, kembali datang bahkan ingin menetap di Pulau Dewata.

Bagi kamu yang mungkin baru lulus sekolah dan berniat memutuskan ingin kuliah di Bali sepertinya perlu tahu apa saja keuntungan yang didapat apabila memutuskan kuliah di Bali. Sederet keuntungan yang didapat apabila memutuskan kuliah di Bali bisa kamu baca di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Tinggal di Bali tentu kamu ingin mempelajari budaya Bali yang terkenal memiliki keunikan hingga ke penjuru dunia. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) merupakan kampus IT di Bali yang memiliki kurikulum berbasis budaya khusunya budaya Bali. Kamu yang berniat menjadi profesional IT tentu bisa sekaligus belajar tentang budaya Bali.

Sebagai kampus swasta di Bali, STIKI Indonesia juga berbasis technopreneur campus di Bali. Maka, tak heran memiliki Inkubator Bisnis yang siap membantumu menjadi seorang technopreneur.

Untuk informasi lebih lanjut tentang informasi pendaftaran mahasiswa bisa kamu cek di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Generic placeholder image

Desain Bisa Dipelajari Sendiri, Kenapa Harus Kuliah?

07 Mei 2021   Berita

Dalam seminar, kutipan atau dalam bentuk apa pun sering menampilkan orang-orang bisa sukses tanpa pendidikan formal. Pola pikir ini sering diartikan untuk apa kuliah tinggi-tinggi, tanpa kuliah juga bisa sukses.

Namun, bagaimana pun pola pikir tujuan untuk kuliah itu harus dilihat demi menambah keterampilan, pengetahuan dan juga wawasan dalam menunjang karier.

Ada orang bisa sukses tanpa kuliah itu karena mereka harus berusaha lebih ekstra dan di atas rata-rata orang biasa.

Berikut sejumlah alasan kenapa kuliah itu wajib untuk kariermu seperti dikutip dari cermati.com:

  • Meningkatkan Keterampilan dan Pengetahuan

Sistem pendidikan yang ada saat ini pada level SMA, MA, SMK atau sekolah kejuruan lainnya masih relatif umum, atau jikapun sudah ada penjurusan belum sampai pada level siap kerja dari sisi keterampilan dan pengetahuan. Kuliah adalah proses untuk mengembangkan kemampuan yang sudah didapat di bangku sekolah menengah.

Jika mau fokus orientasi bekerja atau wiraswasta mereka yang lulusan SMA/MA, perkuliahan jalur akademis (sarjana) adalah pilihan yang paling tepat, sedangkan bagi mereka yang lulusan SMK/sekolah kejuruan lain, maka pilihan untuk kuliah di jalur vokasi (diploma) lebih tepat karena berorientasi pada keterampilan kerja praktis yang sudah mereka dapatkan dari sekolah kejuruan sebelumnya.

Pada prinsipnya, sekolah menengah itu masih tahap awal, jadi jangan sampai berhenti di situ karena keterampilan dan pengetahuannya masih belum siap untuk bekerja.

  • Peluang kerja terbuka lebar

Makin tinggi pendidikan kesempatan karir makin luas. Jika cuma SMA saja, peluangnya juga terbatas. Ingat, saat ini, syarat minimum sebuah pekerjaan bukan sudah SMK lagi tapi minimal sudah DIII atau S1. Apapun pekerjaan yang kamu idamkan, kuliah adalah jalan untuk mendapatkan bekal di dunia kerja nantinya.

  • Membuka wawasan dan membuat pola pikir lebih dewasa

Dalam perkuliahan, mahasiswa tidak hanya belajar tentang materi kuliah untuk mendapatkan nilai dan ijazah saja. Pergaulan mahasiswa dalam dunia kampus juga bermanfaat untuk mengembangkan kepribadian dan merubah sudut pandang kita terhadap suatu hal ke arah yang lebih baik.

Seringkali, saat bekerja nantinya, orang yang kuliah lebih mampu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, memandang masalah dari berbagai sudut pandang dan juga lebih mampu memikirkan berbagai jalan untuk menemukan solusi dibandingkan dengan orang yang tidak kuliah.

Kuliah Desain

Sama seperti seorang anak yang mahir dalam gambar, kalau memang gambar sudah bisa dikuasai untuk apa lagi repot-repot kuliah? Pertanyaannya adalah apabila kamu tidak kuliah apa bisa kamu berusaha lebih ekstra dan di atas rata-rata orang biasa?

Kuliah desain saat ini banyak dibutuhkan oleh hampir seluruh perusahaan.Ini juga menjadi alasan banyak orang yang sudah menguasai desain namun tetap ingin kuliah.

Mereka memutuskan kuliah untuk memperdalam ilmu mereka. Ada sejumlah alasan kenapa seseorang yang sudah memiliki skill desain namun tetap memutuskan ingin kuliah. Berikut penjabarannya dikutip dari idseducation.com:

  • Banyak lowongan pekerjaan

Menjadi seorang desainer grafis tentunya amat mudah menemukan pekerjaan. Sebab, banyak perusahaan di bidang kreatif membutuhkan keahlian di bidang desain grafis. Perusahaan itu mulai dari perusahaan media massa, agensi periklanan, production house, hingga penerbitan buku.

Tak hanya perusahaan di bidang kreatif saja yang membutuhkan tenaga lulusan desain grafis, perusahaan bidang lainnya juga butuh, khususnya untuk bekerja di bidang humas atau di departemen komunikasi. Biasanya, tugasnya terkait mendesain iklan atau informasi yang perlu disebarluaskan ke masyarakat.

Luasnya bidang pekerjaan itulah yang menjadi alasan utama lulusan desain grafis diminati. Apalagi, tiap tahunnya, pasti banyak perusahaan yang membuka lowongan mencari seorang desainer grafis.

des

  • Banyak Potensi Mendapatkan Pendapatan Saat Masih Mahasiswa

Menjadi mahasiswa desain grafis memiliki beberapa keuntungan. Salah satu keuntungan yang paling sering dirasakan ialah mampu mendapatkan pendapatan tambahan uang saku. Pendapatan itu biasanya didapatkan dengan mengerjakan projek desain secara freelance.

Biasanya, mahasiswa yang sering mendapatkan informasi mengenai projek desain ini ialah mahasiswa tingkat akhir. Mereka mendapatkan link pekerjaan projek tersebut berdasarkan pengalaman atau dari senior-senior yang telah lulus.

Selain mendapatkan uang saku tambahan sebagai freelance designer, mahasiswa desain grafis bisa memperolehnya dari berbagai macam lomba. Bagi mahasiswa desain grafis, ada banyak kesempatan untuk memenangi lomba desain.

Sebab, lomba mendesain untuk mahasiswa cukup banyak ragam dan jumlah hadiahnya.
Lomba desain grafis itu juga sering dimanfaatkan mahasiswa desain grafis untuk mengukur kualitas desain diri sendiri dan mempelajari teknik desain dari orang lain.

Dengan begitu, mereka pun mendapat kesempatan mengembangkan diri dengan mengikuti lomba desain.
Potensi-potensi ini kerap menjadi salah satu pertimbangan seseorang memilih jurusan desain grafis. Dengan terbukanya potensi pendapatan semenjak kuliah maka terbuka pula kesempatan untuk meringankan beban orang tua atau memperkaya diri semenjak dini.

  • Belajarnya Tidak Membosankan

Belajar di jurusan ini cukup seru dan tidak membosankan. Sebab, ada berbagai mata kuliahnya mengajarkan kamu untuk menjadi insan kreatif. Mulai dari gambar sketsa bentuk hingga gambar menggunakan software tertentu.

Mengikuti mata kuliah itu tentunya tidak akan membuatmu bosan karena tidak harus selalu berkutat dengan buku. Selain itu, pelajaran yang disampaikan selalu berkembang. Sebab, ilmu desain grafis merupakan salah satu bidang keilmuan yang perkembangannya cukup pesat. Dengan begitu, tiap mengikuti berbagai pelajarannya kamu akan selalu menemukan hal baru dan menarik.

Di luar dari soal mata kuliah, pertemanan mahasiswa desain grafis pun cukup menyenangkan. Sebab, berbagai karakter kreatif bisa kamu temui di sini. Ada yang lagaknya bak seniman, ada yang nerdy, dan ada juga yang biasa-biasa saja. Keanekaragaman mahasiswa itu pastinya bikin betah kuliah.

Keseruan-keseruan itulah yang kerap menjadi alasan seseorang memilih jurusan desain grafis sebagai jurusan kuliahnya. Kamu pun bisa mempertimbangkan hal tersebut untuk masuk ke jurusan desain grafis.

  • Ingin Mendalami Ilmu Desain

Alasan ini biasanya digunakan oleh mereka yang memiliki hobi atau ketertarikan terhadap ilmu desain grafis. Dengan mengambil jurusan desain grafis, mereka percaya akan memperkaya kemampuan diri mereka dalam dunia desain.

Harapan itu memang bisa dikatakan benar lantaran dengan kuliah desain grafis maka seseorang akan mendapatkan berbagai teori dan praktek teknik desain grafis yang belum tentu didapatkan oleh pembelajar otodidak. Keahlian desain pun menjadi lebih kaya sebab mendapatkan pembelajaran langsung dari berbagai akademisi dan praktisi desain grafis.

Untuk mendalami ilmu desain kamu tentu tempat belajar yang tepat. Perlu pula mata kuliah yang kamu suka akan menjadi percuma apabila sosok yang mengajarkanmu tidak tepat. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan Kampus IT di Bali memiliki mayoritas dosen rata-rata berusia muda.

Maka, tak heran memiliki semangat sebagai Friendly Campus yang menjadikan mahasiswa sebagai ‘teman’. Kamu tentu sudah terbayang bagaimana pola belajar yang dibangun santai tapi serius karena yang berada di depanmu bukan sosok ‘killer’ namun merupakan sosok ‘friendly’.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini memiliki program studi Teknik Informatika dengan peminatan Desain Grafis dan Multimedia. Sebagai kampus desain, STIKI Indonesia memiliki visi bertujuan menciptakan sarjana profesional di bidang teknologi komputer dengan multi-discipline science yang akan mempunyai kemampuan dalam merancang Desain Grafis dan Multimedia.

Mereka diharapkan nantinya dapat menghasilkan karya berbasis desain grafis dan multimedia serta pembuatan situs/web perusahaan/instansi, video editing, program tayangan televisi, desain display product, animasi 2 dan 3 dimensi, corporate identity serta marketing kit.

Selain sebagai kampus IT dan kampus desain, STIKI Indonesia juga merupakan technopreneur campus di Bali. Maka, memiliki Inkubator Bisnis (Inbis) yang dapat membantumu menjadi seorang technopreneur. Penjelasan tentang Inbis STIKI yang siap membantu wirausahawan ini bisa kamu baca di link berikut: Inbis STIKI Indonesia.

Selain kampus IT, kampus desain dan technopreneur campus di Bali, STIKI Indonesia juga merupakan kampus yang memiliki kurikulum berbasis budaya khususnya budaya Bali.

Kamu bukan orang Bali dan niat kuliah di Bali tentu akan mendapatkan keuntungan apabila memilih STIKI Indonesia sebagai tempatmu merakit masa depan. Kamu bisa mewujudkan cita-cita sebagai profesional IT atau technopreneur sekaligus mempelajari budaya Bali yang terkenal memiliki keunikan hingga ke penjuru dunia. Untuk mengetahui keuntungan lain apabila memutuskan kuliah di Bali bisa kamu cek di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Untuk mengetahui informasi pendaftaran mahasiswa baru STIKI Indonesia kamu bisa cek link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.