Generic placeholder image

Cari Tahu Industri SaaS yang Terus Berkembang Pesat

06 Mei 2021   Berita

Kebutuhan terhadap Industri software as a service (SaaS) terus berkembang seiring perkembangan teknologi yang semakin berkembang pesat.

Prediksi dari perusahaan penelitian asing Gartner memperkirakan bahwa industri aplikasi cloud berbasis layanan ini akan bernilai USD 143,7 miliar pada tahun 2022.

Lantas apa itu industri SaaS dan bagaimana sejarahnya? Simak uraiannya berikut ini dikutip dari ekrut.com:

Definisi SaaS

Software as a service atau SaaS adalah model distribusi perangkat lunak dimana penyedia layanan menyediakan aplikasi untuk pelanggan dan membuatnya tersedia bagi pelanggan di internet.

Bila di atas baru disebutkan tiga layanan saja yang menyediakan jasa SaaS, kini produk dari layanan ini tersedia bagi beragam bagi bisnis termasuk layanan email, penjualan, layanan manajemen keuangan, manajemen database, software ERP, manajemen dokumen dan sebagainya.

Sejarah SaaS

Pada tahun 1960 teknologi komputer sangat mahal sehingga membuat industri menengah tidak mampu memiliki komputer. Berawal dari situasi tersebut lahirlah SaaS.

Ilmuwan komputer John McCarthy sempat memprediksi pada waktu itu bahwa, komputerisasi akan dapat diatur menjadi utilitas publik. Dengan kata lain komputasi awan akan menjadi komputasi bersama.

Pada saat itu layanan SaaS mulai menangani hal yang berkaitan dengan software CRM, penggajian, hingga layanan akuntansi lainnya.

Seiring waktu adopsi perangkat lunak berbasis cloud ini tumbuh melebihi segmen teknologi cloud lainnya seperti Infrastructure as a Service (IaaS) dan Platform as a Service (PaaS).

Model Bisnis Layanan SaaS

Model penerapan bisnis SaaS tidak memerlukan perangkat keras atau hardware. Pelanggan hanya perlu memiliki koneksi internet yang kencang untuk menggunakan layanan ini.

Selain itu nantinya mereka hanya tinggal membayar biaya berlangganan, baik bulanan atau tahunan.

Untuk harganya sendiri biasanya dihitung berdasarkan jenis parameter pengguna. Misalkan mereka mengenakan biaya berdasarkan jumlah pengguna yang akan memakai aplikasi tersebut.

Kampus IT di Bali, industri SaaS

Kelebihan Layanan SaaS

Aksesibilitas, artinya layanan SaaS bisa diakses di banyak platform baik itu perangkat Mac, Android, Windows, iOS, smartphone, Linux dan sebagainya sehingga membuatnya serbaguna

Pembaharuan. Karena berbasis cloud membuat vendor dapat memperbaharui software SaaS tanpa mempengaruhi operasi bisnis bagi pengguna

Jangkauan pasar yang luas memasuki berbagai macam industri bisnis. Ini bisa dilihat dari layanan SaaS yang makin beragam

Penyimpanan data yang aman di cloud online serta dapat dipulihkan kembali bila ada kerusakan, tidak seperti perangkat hardware yang akan sulit diperbaiki bila sudah rusak

Kekurangan layanan SaaS

Di balik kelebihannya, layanan SaaS ini juga memiliki keterbatasan. Kekurangan layanaan SaaS adalah sangat membutuhkan koneksi internet yang cepat dalam mengakses aplikasi yang diperlukan.

Walaupun begitu dengan koneksi 4G dan 5G kecepatan broadband bisa ditingkatkan seiring dengan perkembangan internet yang makin berkembang.

Ada beberapa contoh layanan Saas di antaranya DropBox, Slack, Google Aps, Amazon Web service dan Microsoft office 365. Selain itu, ada pula sejumlah layanan buatan dalam negeri, di antaranya Sleekr, Moka, MailTarget, Paper.id, dan EKRUT.

Perusahaan rintisan dengan model SaaS diyakini semakin bergeliat. Diprediksi pada beberapa tahun mendatang banyak perusahaan SaaS di Indonesia akan terus bermunculan. Oleh sebab itu, tentu siapa yang bisa ‘bermain” dalam industri ini? Mereka adalah orang-orang yang mampu menguasai teknologi atau mereka para profesional IT.

Untuk dapat menjadi profesional IT kamu bisa belajar di kampus yang tepat. STMI STIKOM Indonesia (STIKI) merupakan Kampus IT di Bali yang memiliki program studi Teknik Informatika dan Sistem Komputer.

Program studi Teknik Informatika di salah satu kampus swast di Bali ini memiliki misi melaksanakan pendidikan yang berfokus pada kebutuhan pengembangan ilmu dan teknologi berbasis komputer. Tujuannya untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan mengolah serta menganalisa sistem informasi, multimedia, dan memanfaatkan teknologi terkini dalam mendukung perkembangan industri pariwisata berwawasan budaya.

Sementara, untuk program studi Sistem Komputer memiliki misi mencetak lulusan sarjana yang profesional di bidang sistem komputer, memiliki kemampuan menguasai hardware dan software komputer yang berimbang dan sangat menunjang profesi di bidang: IT, EDP Perhotelan Pariwisata, Mobile Programmer, Technical Support. Ditambah pula mampu menguasai Network Administrator, Automation System dan Smart Robotic System.

Mata kuliahnya di antaranya: Teknologi Informasi Pariwisata, Pemrograman Visual, Pemrograman Web, Mobile Programming, Manajemen Jaringan dan Server, Artificial Intelegence, Mikrokontroler, dan Robotika.

Bagi kamu yang tertarik mengetahui informasi lebih lanjut terkait Kampus IT terpopuler di Bali ini mengunjungi link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Generic placeholder image

Indonesia Butuh Sosok Vincenzo Cassano

05 Mei 2021   Berita

Beberapa hari belakangan dihebohkan dengan terungkapnya kasus alat test rapid antigen bekas di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Praktik ilegal ini dilakukan oleh pegawai atas suruhan dari Business Manager PT Kimia Farma berinisial PC. Hal ini diungkapkan oleh Polda Sumut dalam konferensi pers pada (29/4/2021) lalu.

Akibat kejadian ini Kimia Farma menjadi trending topic di Twitter. Memprotes tindakan oknum dari Kimia Farma itu netizen mengaitkan kasus ini dengan drama korea yang sedang booming saat ini, yaitu Vincenzo.

Dalam drama tersebut, Vincenzo yang diperankan oleh Song Joong-Ki diceritakan melawan perusahaan farmasi raksasa yang berdiri di Korea Selatan atas kuasa Jang Han Seok yang merupakan bos Babel Group.

Perbuatan sejumlah oknum dari Kimia Farma dikaitkan dengan perilaku cabang perusahaan Babel Group, yaitu Bio Babel dan Kimia Babel.

Kimia Farma dan Babel Group dikaitkan dan dipersepsikan ‘sama’ karena sama-sama melakukan hal tidak terpuji hingga merugikan bahkan tega melakukan hal keji ke masyarakat luas.

Penulis naskah drama Vincenzo, Park Jae Bum mungkin sadar betul bahwa perusahaan farmasi besar memang tak luput melakukan kecurangan bahkan melakukan hal yang tidak masuk akal sekali pun.

Kampus IT di Bali, vincenzo

Dunia memang penuh kecurangan tentunya terjadi pula di negeri ini yang bukan hanya sekadar sekali atau dua kali terjadi kecurangan. Mungkin banyak netizen menilai ada kesamaan antara Babel Group dan Kimia Farma. Namun, jangan sampai ini terjadi karena kita semua bisa takut kalau sampai terjadi apabila ternyata dalang di balik kasus rapid test bekas ini justru merupakan seorang psikopat seperti bos Babel Group, Jang Han Seok.

Lebih baik kita semua berharap ada sosok Consigliere Vincenzo Cassano dalam kasus ini. Mungkin ada baiknya memang ada kehadiran sosok pengacara mafia yang berdarah dingin seperti Vincenzo Cassano yang berani mengungkap kasus kejahatan.

Apabila memang sosoknya ada di negeri ini tentu tidak hanya soal alat rapid test bekas, kasus kejahatan lainnya yang lebih parah tentu bisa terungkap. Bisa jadi juga mungkin ada fail Guillotine yang berisi tentang dokumen-dokumen yang mencatat secara lengkap kejahatan-kejahatan besar di negeri ini.

Saat Vincenzo Cassano menemukannya negara ini akan terguncang dan mungkin saja bisa menjadi momentum untuk merubah negeri ini ke arah lebih baik.

Entah harapan ini terlalu tinggi atau tidak, Vincenzo Cassano memang bukan sosok nyata dan mungkin hanya ada di drama. Soalnya sosoknya dikemas sangat lengkap bahkan cenderung sempurna. Sosok yang cerdas, jago berkelahi, tampan, kaya raya meski sadis karena didikan mafia namun sejatinya berhati baik karena pada akhirnya membela penghuni Plaza Geumga dan berpihak pada kebenaran. Sempurna.

Namun, ada baiknya kita berharap siapa tahu saja sosok Vincenzo Cassano di negeri ini sedang tinggal di tengah kota. Sering memberi makan merpati sembari berpikir rencana apa yang akan dilakukan.

Generic placeholder image

STIKI Kampus IT Terbanyak se-Indonesia Loloskan Proposal Ideathon Bali Kembali

04 Mei 2021   Berita

Lima Proposal Dosen STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) berhasil lolos seleksi Kegiatan Riset Kebencanaan “Ideathon Bali Kembali”. Lima proposal STIKI Indonesia masuk ke dalam 50 proposal yang lolos dan diumumkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada (27/4/2021).

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Ida Bagus Ari Indra Iswara, M.Kom menjelaskan STIKI Indonesia pada awalnya mengajukan 22 proposal. Dari jumlah tersebut yang berhasil lolos sebanyak lima proposal. Lima proposal yang lolos menjadikan STIKI Indonesia sebagai satu-satunya kampus IT di Indonesia terbanyak dalam meloloskan proposal untuk Ideathon tahun 2021.

“5 proposal dari STIKI Indonesia sama dengan 10 persen dari jumlah total proposal yang diterima. Untuk kampus IT paling banyak se-Indonesia dari seluruh peserta karena ini sifatnya nasional,” katanya ditemui, Kamis (29/4/2021).

Menurut Ida Bagus Ari, STIKI Indonesia memang memiliki fokus pada penelitian untuk dapat berperan dalam upaya pemulihan pariwisata yang merupakan tulang punggung perekonomian bagi masyarakat Bali. Oleh sebab itu, proposal yang diajukan oleh Dosen STIKI Indonesia berkaitan dengan pemulihan ekonomi Bali mulai dari pengembangan sistem e-commerce untuk UMKM hingga robot pembantu perawat dalam melayani pasien Covid-19.

“Selain itu juga karena pada dasarnya sesuai dengan visi misi STIKI Indonesia yang merupakan kampus teknologi berbasis pariwisata budaya,” katanya.

Sebagai Kampus IT terbanyak se-Indonesia yang lolos proposal Ideathon 2021 tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi STIKI Indonesia yang berlokasi di Jl Tukad Pakerisan No 97, Denpasar, Bali ini. Lewat Ideathon juga diharapkan mampu menjadi momentum bagi dosen-dosen lain sebagai motivasi dalam melakukan penelitian terapan lain yang bisa diimplementasikan dalam kegiatan pengabdian masyarakat.

“Harapannya Ideathon ini mampu membuat teman-teman dosen lebih semangat lagi dan membuat dosen lebih semangat untuk bisa lebih berkolaborasi dengan pihak luar, seperti BUMN, BUMDES atau dengan pihak pariwisata terkait. Harapan lain ya supaya kita lebih cepat merecovery Bali. Ini juga sudah terbukti penelitian yang diajukan sudah mampu membantu pemerintah dan apa yang sudah kita lakukan sudah diakui. Jadi peneliti itu bangga banget,” ujarnya.

Ideathon Bali Kembali

Lima proposal yang berhasil lolos Ideathon Bali Kembali di antaranya adalah Untuk Tema Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat yaitu berjudul Pengembangan Sistem E-Commerce C2C untuk UMKM Kabupaten Bangli (gapgapanbali.com) oleh Ni Wayan Sumartini Saraswati, M.T. Untuk tema Kebijakan Publik yaitu berjudul Kebijakan Terkait Program Soft Loan sebagai Stimulus Pemulihan Ekonomi pada Biro Perjalanan Wisata Bali oleh  Emmy Febriani Thalib, S.H.,M.H.

Untuk tema Kesehatan yaitu berjudul Pengembangan Sistem Kontrol Robot Pelayanan Pasien Covid-19 oleh Wayan Gede Suka Parwita M.Cs. Untuk tema Teknologi Informasi dan Komunikasi ada dua yaitu berjudul Model Digitalisasi Ekowisata di Masa Pandemi Covid-19 oleh I Gede Sujana Eka Putra S.T,M.T dan proposal berjudul Sigarbage: Implementasi Model Bisnis Perangkat Lunak Sebagai Layanan (SAAS) pada Sistem Informasi Geografis Angkutan Sampah Badan Umum Milik Desa oleh Komang Kurniawan Widiartha, M.Cs.

Kegiatan Ideathon Bali Kembali dilakukan untuk menjaring gagasan yang implementatif dan inovatif berbasis kearifan lokal. Melalui kegiatan Ideathon Bali Kembali diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sektor kesehatan, pariwisata, ekonomi, dan sosial budaya secara langsung kepada masyarakat Provinsi Bali dalam rangka mendukung percepatan penanganan COVID-19.

Melalui penelitian ini, dosen dan peneliti aktif diharapkan dapat berkontribusi dalam mendorong pemulihan Provinsi Bali. “Bali Kembali” merupakan program kolaborasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama Kementerian Riset dan Teknologi/ BRIN, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Provinsi Bali sebagai upaya untuk mendukung percepatan pemulihan kondisi Provinsi Bali dari dampak pandemi COVID-19 melalui kegiatan riset.