Generic placeholder image

Berawal Dari Teman Kuliah Berujung Menjadi Teman Bisnis

07 Jul 2021   Berita

Kuliah adalah masa di mana harus bersemangat untuk berinovasi dan berjiwa kreatif. Saat masa kuliah sudah seharusnya muncul rasa malu meminta jajan ke ortu dan tak lagi ingin menjadi beban keluarga.

Saat kuliah kita harus mmampu mencari pemasukan sendiri. Salah satunya adalah dengan memulai berbisnis. Ketika satu orang mahasiswa bercerita tentang keresahannya yang ingin menambah uang jajan ke teman kuliahnya maka ini sudah menjadi peluang untuk memulai bisnis bersama.

Apalagi menjalankan bisnis dengan teman pasti menyenangkan. Sudah bisa dibayangkan bisa berdiskusi dan menyatukan visi dengan mudah. Namun, memang tidak semudah itu. Banyak juga hal sulit yang harus ditempuh apabila berpartner dengan teman dekat terutama teman kuliah.

Nah, berikut ini ada sejumlah hal yang terjadi saat memulai bisnis dengan teman kuliah dikutip dari mojok.co:

Bersemangat di awal saja

Ini sering kali terjadi jika kita membuka usaha bersama teman. Semangat yang menggebu-gebu di awal ternyata hanya bertahan beberapa bulan, bahkan beberapa minggu.

Sehingga di saat itu sering terjadi ketimpangan pengerjaan tugas. Yang semangatnya mulai pudar karena beberapa hal, yang salah satunya permasalahan cinta, mulai sering absen dan tugas yang diberikan kelewat dari deadline yang sudah disepakati.

Biasanya di situasi begitu, banyak teman-teman lain yang masih bersemangat tertular penyakit yang sama. Mereka pun juga mulai malas bekerja. Mencari kesibukan lain. Dan ujung-ujungnya usaha jadi kacau balau. Bagus jika masih ada yang mau bertahan untuk melanjutkannya, tapi kebanyakan anggota malah keluar dan usaha pun hancur berkeping-keping.

Susah memilah pembicaraan serius dan bercanda

Jika ingin membuka usaha dengan semangat profesional, kita seharusnya menggunakan prinsip yang proporsional. Jika ada rapat atau pembicaraan yang serius, tentu kita harus mengikutinya dengan tekun. Tapi kebanyakan, pembicaraan serius dan bercanda sering terbaur begitu saja, sehingga rapat sering molor dan hasilnya kurang baik.

Kondisi ini biasanya terjadi di umur usaha yang sudah berjalan. Seperti permasalahan nomor satu di atas, ketika semangat mereka sudah mulai pudar, pembicaraan mulai tidak stabil. Tertawa di saat rapat, mengalihkan pembicaraan ke arah yang tidak lebih baik, dan seterusnya.

Permasalahan pribadi yang merembes ke permasalahan bisnis

Betapa sangat melelahkannya jika permasalahan yang terjadi di antara anggota merembes ke perusahaan. Hal ini kebanyakan terjadi karena hal-hal yang lucu. Misalnya ada dua anggota yang menyukai satu wanita. Kemudian mereka saling merasa cemburu dan bla bla bla. Pertarungan itu pun berujung pada pertengkaran. Dan lucunya, bahkan permasalahan itu mesti diselesaikan di waktu rapat evaluasi yang menuntut keseriusan.

Timbul kecurigaan

Ternyata tidak hanya ‘jangan ada yang lain di antara kita’, kecurigaan pun seharusnya tidak pernah ada di antara kita. Tapi kenyataan sering mencibir ekspektasi kita terhadap sesuatu. Kecurigaan ini akan sering terlempar kepada orang yang sudah ditunjuk untuk memegang dan mengurus semua keuangan, dalam bahasa ringannya, bendahara. Apalagi kalau bukan penyelewengan uang keuntungan dalam bisnis.

Oh, di waktu awal ketika menyusun konsep dan pemilihan struktur semuanya merasa percaya saja. Tapi ternyata ketika usaha sudah berjalan, entah setan dari mana datang dan membisikkan ke telinga “Eh, si bendahara kayaknya ngambil uang keuntungan deh. Nanti dia pasti berasalan kalau pemasukan kita menurun karena berapa hal kayak bulan lalu. Sudah ganti saja bendaharanya.”

Ini akan menghasilkan sifat ketidakpercayaan dan berujung pada rapat evaluasi yang chaos. Dan akhirnya? Si bendara ngambek, dan pergi.

kampus IT di bali, kampus swasta di bali, Kampus IT

Kecemburuan dalam pembagian hasil

Permasalahan ini akan muncul ketika ada salah seorang anggota mengatakan, “Loh kok gaji gua kecil dari dia? Bukannya gua yang banyak ngerjain itu proyek? Gimana sih, nggak adil!”

Padahal di awal sudah dijelaskan dengan sangat rinci bagaimana pembagian hasil, pembagian kerja, dan pembagian lain-lainnya. Tapi yang namanya manusia yang berada dalam zona dewasa tanggung, perjanjian di awal akan mudah luntur dari pikirannya. Aduuh, ampuun deh!

Lima hal di atas memang sering terjadi dalam hubungan pertemanan. Namun, semua harus bisa dilewati dengan menyingkirkan ego masing-masing. Selain menyingkirkan ego, dalam merintis bisnis diperlukan bimbingan mau pun pelatihan.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) memiliki program bantuan kepada perintis usaha lewat Inkubator Bisnis. inkubator bisnis adalah sebuah program atau organisasi yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan dan keberhasilan perusahaan wirausaha melalui serangkaian sumber daya dan layanan pendukung bisnis yang dapat mencakup ruang fisik, modal, pembinaan, layanan umum, dan koneksi jaringan.

Program inkubasi bisnis sering kali disponsori oleh perusahaan swasta atau entitas kota dan lembaga publik, seperti perguruan tinggi dan universitas. Tujuan mereka adalah membantu menciptakan dan menumbuhkan bisnis dengan memberi mereka dukungan yang diperlukan serta layanan keuangan dan teknis. Ada sekitar 900 inkubator bisnis di seluruh negeri.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT di Bali memiliki Inkubator Bisnis yang berdiri pada tahun 2016. Memiliki visi menjadi inkubator bisnis yang mampu menghasilkan entrepreneur yang tangguh, mandiri, penuh determinasi guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.

Sebagai kampus swasta di Bali, STIKI Indonesia yang juga merupakan technopreneur campus di Bali ini juga memiliki visi untuk menjadi lembaga yang mewadahi ide bisnis serta sumber daya manusia yang profesional.

Mewujudkan inkubator bisnis sebagai lembaga pendamping tenant yang terdepan dan bertanggungjawab melalui penerapan ilmu pengetahuan teknologi dan seni. Misi lainnya adalah Mewujudkan Inkubator Bisnis STIKI Indonesia yang handal dan terpercaya dalam meningkatkan kinerja tenant untuk meraih potensi pasar yang lebih luas.

Salah satu tenant Inbis STIKI Indonesia pada tahun 2019 berhasil memenangkan hibah Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi ( PPBT) yang difasilitasi oleh Kemenristek/BRIN.

Pada program yang bertujuan untuk membangun iklim yang kondusif serta tumbuh dan berkembangnya perusahaan rintisan berbasis teknologi, dan mendukung komersialisasi hasil litbang di Indonesia ini Inbis STIKI Indonesia berhasil memperoleh hibah sebesar Rp. 407.048.000 dengan jenis PPBT yang bergerak dibidang produk dan jasa Print 3 Dimensi (3D Printing).

Bali 3D 3 in 1 sebuah startup yang dibangun oleh tenant Inbis STIKI Indonesia dengan founder Putu Ary Widyandatara, Co-founder Dewa Putu Rama Prabawa, Inventor Edy Toha serta I Made Widyasmara sebagai Pendamping. Bali 3D 3 in 1 khusus bergerak di bidang produk dan jasa berupa printer 3D serta layanan jasa print 3D seperti pembuatan atau cetak casing HP, figur dan lainnya.

Ayo tunggu apalagi jangan ragu untuk menjadi bagian dari Inbis STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini. Seperti Founder Linkedin Reid Hoffman yang berkata “Cara tercepat mengubah dirimu adalah dengan BERKUMPUL dengan orang-orang yang dirimu ingin menjadi seperti mereka”.

Generic placeholder image

Apa Godaan Terbesar Menjadi Mahasiswa?

06 Jul 2021   Berita

Setiap mahasiswa pasti tentu ingin bisa lulus kuliah tepat waktu dengan IPK yang didambakan. Setelah lulus bisa kerja di perusahaan dambaan juga. Kenyatannya? Kuliah molor bertahun-tahun, IPK tiap semester gak sesuai harapan. Boro-boro mau kerja cepet. Sebenarnya apa sih godaan terbesar menjadi seorang mahasiswa?

Merasa Salah Jurusan

Ini penyebab yang sering terjadi. Merasa salah jurusan sehingga jadinya malas-malasan saat kuliah. Sebenarnya mungkin kebanyakan mahasiswa tidak memiliki proyeksi apa yang ingin dicapai. Maka, saat memilih jurusan kuliah pun jadinya asal-asal semata dan merasa salah jurusan. Kamu mau jadi seorang programmer tapi malah ambil jurusan ekonomi. Lah?

Tergoda ajakan bolos kelas

“Aduh malas nih. Pergi aja yuk males masuk,” Begitulah kira-kira chat ajakan teman sekelasmu yang ngajak bolos masuk kelas. Alasannya ya karena ngantuk ditambah dosennya enggak seru ya jadi tambah malas buat masuk. Apalagi kalau dosennya killer. Yasudah akhirnya ya gitu jadinya bolos, ketinggalan pelajaran dan pada akhirnya nilainya seadanya.

Terlalu sibuk jadi pengurus UKM

Mahasiswa memang sejatinya sangat bagus apabila mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) karena dapat menambah pengalaman berorganisasi dan sebagainya. Namun, banyak pula yang terlalu fokus dan terlalu sibuk menjadi pengurus sehingga melupakan tugas utama dari seorang mahasiswa yaitu belajar di kelas dan menjadi sarjana dengan lulus tepat waktu.

Tidak punya target

Jangankan mahasiswa, setiap manusia apa pun kegiatan dan latar belakangnya seharusnya mampu memiliki target dalam hal apa pun, termasuk target bisa kuliah dengan lulus tepat waktu. Banyak juga mahasiswa yang menganggap kuliah ya hanya untuk kuliah saja.

Ujung-ujungnya cuma datang ke kampus, duduk, absen, pulang, dan lulus. Tidak menyerap ilmu yang dibagikan oleh para dosen. Setelah lulus malah ngeluh susah dapat kerjaan. Padahal salah sendiri kenapa kamu pas kuliah tidak bisa menyerap ilmu dengan baik. Ingat persaingan di dunia kerja itu keras lho. Perusahaan tentu mencari orang yang memang punya skill.

Tidak bisa membagi waktu

Salah satu godaan terbesar dari mahasiswa adalah kesulitan dalam membagi waktu. Banyak mahasiswa yang memutuskan untuk bekerja paruh waktu. Banyak pula yang tidak bisa membagi waktu dengan baik antara bekerja dengan kuliah. Akhirnya kuliah yang menjadi korban. Kuliah keteteran karena sudah terlalu sibuk mencari uang. Sebenarnya ada solusi bagi mahasiswa yang ingin bisa bekerja sambil kuliah.

Kampus IT di Bali, Kampus swasta di Bali, kampus IT

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) merupakan Kampus IT di Bali yang memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk bisa bekerja dan kuliah secara bersamaan. STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini paham betul bahwa mahasiswa memang butuh uang lebih dan pengalaman meski masih berstatus sebagai mahasiswa.

Salah satu mahasiswa yang bekerja secara reguler adalah Septian Rimba Angkasa. Rimba, sapaan akrabnya, merupakan mahasiswa Teknik Informatika peminatan Desain Grafis dan Multimedia STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) angkatan 2017.

Rimba bekerja sebagai admin media sosial di perusahaan media Radar Bali yang terletak di Jl Hayam Wuruk, Denpasar. Bekerja sejak tahun 2019, Rimba bertugas membagikan berita-berita yang ada di situs Radar Bali ke media sosial seperti Instagram, Facebook dan Twitter.

“Untuk caption di media sosial saya menyalin beberapa paragraf dari berita untuk caption di media sosial Radar Bali,” Cerita Rimba menjelaskan alur kerja sebagai admin media sosial, Sabtu (13/2/2021).

Rimba menjelaskan bekerja sebagai admin media sosial memang memiliki waktu kerja yang fleksibel. Untuk mengunggah berita ke media sosial tak perlu datang ke kantor karena bisa mengerjakannya melalui smartphone. Apalagi ditambah kebijakan Work From Home (WFH) yang membuat jam kerja bertambah fleksibel.

Meski begitu, suatu ketika, Rimba bercerita pernah terjadi ‘bentrok’ antara jam kuliah dengan pekerjaan. Saat itu, dia harus menghadiri rapat di kantor. Namun, dosen STIKI Indonesia memang memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk bekerja.

“Saya absen dulu di mata kuliah tersebut selang beberapa menit saya meminta izin ke dosennya karena ada keperluan di kantor dan untungnya dosennya mengizinkan jadi kuliah di STIKI ini istilahnya enggak terlalu ribet. Jadi lebih mudah mengatur waktu antara kuliah dan kerja,” kata Rimba.

Lewat fleksibilitas yang diberikan oleh pihak kampus, Rimba berujar dapat dengan mudah membagi waktu sehingga dapat tetap fokus meski ‘hidup’ di dua dunia antara bekerja dengan kuliah. “Sangat menguntungkan jadi tak hanya terfokus di kuliah atau di kerja jadi bisa membagi waktu dengan baik.”

Saat bekerja di Radar Bali, Rimba bercerita telah memiliki bekal yang didapat dari kampus sehingga tidak kaku saat baru masuk ke perusahaan media yang merupakan grup Jawa Pos tersebut.

“Ada mata kuliah softskill itu saya terapkan di tempat kerja seperti cara berpakaian yang baik, cara berkomunikasi yang baik antara karyawan dengan yang lain. Mata kuliah seperti desain animasi dan video itu juga beberapa hal yang saya terapkan di beberapa pekerjaan saya,” ujarnya.

Mendapatkan ilmu softskill yang didapat di kampus membuar Rimba dapat bersosialisasi dengan mudah dengan rekan kerja di kantor. Bahkan, di tempat kerja juga dengan mudah dapat berbaur dengan atasan meski memiliki perbedaan umur yang jauh.

“Saya lebih rileks jadi saya bertemu dengan karyawan lain istilahnya tidak kaku. Seperti ngobrol sama teman. Jadinya meski ada jarak usia tapi bisa akrab gtu dan lebih akrab dengan karyawan lain,” ujarnya.

Kurikulum STIKI Indonesia yang merupakan Kampus IT menonjolkan softskill untuk menunjang kemampuan business communication yang semakin dibutuhkan di era teknologi informasi seperti sekarang.

Generic placeholder image

Ambil Hikmahnya Aja, PPKM Bisa Dijadikan Ajang Modus!

05 Jul 2021   Berita

Pemerintah menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di sejumlah daerah yang berlaku mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021. Kebijakan ini diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui siaran live Youtube Sekretariat Presiden pada Kamis (1/7/2021) lalu.

Kebijakan ini diambil sebagai salah satu upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 yang terus meningkat. Poin dalam PPKM Darurat adalah tetap sama yaitu meminta masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan. Khususnya membatasi kegiatan di luar rumah.

Dunia pendidikan tetap diminta untuk melakukan proses belajar mengajar secara daring (online). Dunia kerja khususnya sektor esensial diberlakukan 50 persen maksimum staf Work From Office (WFO). Sektor non-esensial diminta menerapkan 100 persen Work From Home (WFH).

Kebijakan ini tentu membuat kita semua mengurangi aktivitas untuk bertemu dengan teman, pacar, gebetan. Namun, ambil hikmahnya saja, PPKM bisa dijadikan ajang modus untuk kamu yang sedang dalam pedekate. Seharian di rumah, kerjaan sudah selesai ya apalagi kalau waktu istirahat kamu digunakan untuk menelepon atau video call gebetan. Modus! Bilang saja “Duh bosan ya di rumah terus, aku call ya!” Modus!

Selama PPKM seluruh tempat makan juga hanya melayani pembelian secara delivery atau takeaway. Ini juga bisa dijadikan modus buat kamu yang sedang mau pesan makanan atau minuman di ojek online.

“Lagi banyak promo nih selama PPKM, aku kirimin juga ya ke rumah kamu makanannya. Sayang soalnya promonya enggak dipake” Modus!

Kampus IT di Bali, Kampus swasta di Bali

Kalau kita mengeluh terus soal PPKM yang baru diberlakukan tidak akan ada habisnya. Mendingan kita ambil hikmahnya saja. PPKM Darurat ini bisa dijadikan sebagai ajang untuk modus! Semoga sukses di PPKM kali ini, semoga PPKM singkatannya bisa berubah jadi Pelan Pelan Ke Married! Semoga sukses.

Untuk kembali mengingatkanmu tentang pemberlakuan PPKKM Darurat berikut ini dijabarkan tiap aturannya yang dikutip dari Kompas.com:

Aturan lengkap PPKM Darurat

1. Sektor non-esensial menerapkan 100 persen work from home (WFH).

2. Seluruh kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara daring atau online.

3. Untuk sektor esensial diberlakukan 50 persen maksimum staf work from office (WFO) dengan protokol kesehatan, dan untuk sektor kritikal diperbolehkan 100 persen maksimal staf work from office (WFO) dengan protokol kesehatan. Cakupan sektor esensial meliputi keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor.

Sementara itu, cakupan sektor kritikal yaitu energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, obyek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari. Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat, dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Untuk apotek dan toko obat bisa buka full 24 jam.

4. Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan ditutup.

5. Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mal hanya menerima delivery atau take away dan tidak menerima makan di tempat (dine in).

6. Pelaksanaan kegiatan konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

7. Tempat ibadah seperti masjid, mushala, gereja, pura, wihara, dan kelenteng, serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah ditutup sementara.

8. Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik lainnya) ditutup sementara.

9. Kegiatan seni budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara.

10. Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan massal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa (rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.
11. Resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak diperkenankan makan di tempat resepsi. Makanan tetap dapat disediakan dengan wadah tertutup untuk dibawa pulang.

12. Pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi jarak jauh (pesawat, bus, dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin dosis I) dan PCR H-2 untuk pesawat serta antigen (H-1) untuk moda transportasi jarak jauh lainnya.

13. Masker tetap dipakai saat melaksanakan kegiatan di luar rumah. Tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa penggunaan masker.

14. Pelaksanaan PPKM Mikro di RT/RW zona merah tetap diberlakukan.