Generic placeholder image

Maba IT Harus Tahu Kalau…

03 Jul 2021   Berita

Cepatnya pertumbuhan teknologi informasi berdampak pada meningkatnya kebutuhan bagi para pelaku di industri ini. Maka, tak heran kuliah jurusan Teknik Informatika menjadi salah satu jurusan yang diminati dalam beberapa tahun terakhir. Buat kamu yang ingin kuliah di jurusan ini perlu tahu kalau ada sejumlah mitos yang berkembang luas dalam jurusan ini.

Ketika kamu sudah menyandang status sebagai mahasiswa IT mungkin kamu akan dianggap mampu menjadi seorang hacker oleh sekelilingmu. “Bisa bobol bank” “Bisa bobol password sosmed”. Padahal bukan itu yang dicari kebanyakan orang untuk kuliah di jurusan ini.

Bagi yang masih duduk di bangku sekolah juga mungkin bertanya-tanya apakah bisa kuliah di jurusan ini sedangkan di SMA tidak diajarkan dasar pemrograman komputer. Tenang saja jangan perlu takut bahwa kuliah di jurusan informatika tidak harus bisa pemrograman terlebih dahulu. Hal utama yang harus Anda kuasai adalah kemampuan berhitung dan kemampuan logika.

Lantas ada juga pertanyaan bahwa apakah anak SMA non-IPA dan SMK Non-Teknik bisa meneruskan lanjut kuliah di Teknik Informatika? Jawabannya tentu saja bisa! Kembali lagi yang diperlukan adalah kemampuan berhitung dan bernalar yang baik dan tajam!

Nah, berikut ini ada sejumlah hal yang perlu kamu pertimbangkan apabila ingin mengambil kuliah Teknik Informatika. Simak uraiannya dikutip dari dicoding.com:

Sesuaikan dengan minat dan bakat

Hal yang mesti dipertimbangkan pertama kali dalam mengambil jurusan Teknik Informatika adalah apakah jurusan Teknik Informatika sesuai dengan minat dan bakat kamu.

Minat dan bakat yang kamu miliki ini sangat penting dalam membantu kamu untuk beradaptasi saat sudah mulai kuliah. Setidaknya, apabila jurusan Teknik Informatika memang klop dengan minat dan bakat kamu. Maka kemungkinan untuk kamu merasa tertekan di tengah jalan menjadi kecil. Sehingga tidak ada istilah salah jurusan lagi bagimu.

Untuk dapat melihat apakah kamu akan sesuai atau tidak dengan program studi Teknik Informatika adalah dengan cara meninjau mata kuliah apa saja yang ada di program studi Teknik Informatika. Dari peninjauan mata kuliah ini, kamu bisa mulai mempunyai gambaran apa saja yang nantinya akan menjadi makananmu sehari-hari di kuliah.

Bukan berarti kamu harus jago diseluruh mata kuliah yang diberikan. Hanya saja kamu harus mengetahui bahwa kebanyakan mata kuliah yang ada sesuai dengan diri kamu.

Walaupun begitu kamu masih wajar kok, jika ternyata terdapat beberapa mata kuliah yang kurang begitu menarik minat dan bakat yang kamu punya. Kamu dapat mengambil konsentrasi mata kuliah yang sesuai dengan diri kamu sendiri misalnya konsentrasi ke artificial intelligence, computer network, software engineering atau multimedia system.

kampus IT di Bali, Kampus Swasta di Bali, Kampus IT

Apa yang menjadi tujuanmu?

Pertimbangan selanjutnya yang cukup penting sebelum kamu memutuskan mengambil jurusan Teknik Informatika adalah dengan kembali menegaskan tujuan. Apa yang menjadi dasar dalam memilih jurusan Teknik Informatika dibandingkan jurusan yang lain?

Kuat atau lemahnya niat yang kamu miliki bisa mempengaruhi banyak hal yang dapat terjadi selama perjalanan kuliah kamu nantinya. Saat memilih jurusan kamu bisa saja mengambil jurusan Teknik Informatika lantaran mengikuti saran dari orang tua atau karena prospek kerja lulusan Teknik Informatika luas dan menjanjikan. Tidak sedikit kasus yang memilih jurusan Teknik Informatika karena teman dekat atau kebanyakan teman yang mengambil jurusan ini.

Alangkah lebih baik, jika kamu sedari awal mencari tahu mengenai bagaimana prospek kerjanya, belajar apa saja, dan peluang apa saja yang kamu dapatkan setelah lulus nanti. Dengan demikian, kamu dapat menentukan tujuan apa yang ingin diraih setelah lulus nanti dan memiliki rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan kuliah dan menentukan karirmu kedepannya.

Siapkah untuk tetap up to date terhadap perkembangan teknologi?

Mahasiswa Teknik Informatika dituntut untuk tetap up to date terhadap perkembangan teknologi. Saat ada perkembangan bahasa pemrograman atau tools maupun software, kamu sebagai mahasiswa Teknik Informatika harus siap mempelajarinya. Kamu sebagai mahasiswa Teknik Informatika sangat penting untuk peka terhadap perkembangan teknologi yang terjadi saat ini. Karena kepekaan tersebut dapat membantu dan mendukung kesuksesan kuliah yang kamu jalani.

Apapun bahasa pemrograman yang kamu pelajari akan senantiasa mengalami pembaruan, dan disetiap pembaruan tersebut kadang kala sintaks atau kode program mengalami perubahan juga. Maka dari itu, kamu harus tetap up to date agar tidak tertinggal. Sehingga kamu tidak perlu mulai belajar banyak hal lagi untuk mengejar ketertinggalan kamu dalam mengikuti perkembangan.

Peka terhadap perkembangan teknologi ini tidak dilakukan sepanjang kamu masih berstatus sebagai mahasiswa, saat kamu sudah lulus nanti kamu juga harus tetap siap mengikuti perkembangan teknologi yang ada.

Siapkah kamu bergelut dengan logika dan matematika?

Mahasiswa jurusan Teknik Informatika akan banyak menghabiskan waktunya untuk mendalami pemrograman, karena memang kurikulum Teknik Informatika akan lebih berfokus pada sisi perangkat lunak. Pemrograman itu sendiri merupakan perwujudan dari algoritma yang terdiri dari matematika dan logika.

Pada dasarnya Teknik Informatika merupakan turunan dari bidang Matematika Komputer. Jadi sudah siapkah kamu bergelut dengan logika dan matematika? Sekitar 20-30 persen lebih dari mata kuliah yang akan dipelajari di kampus masih berkaitan dengan logika dan matematika. Seperti mata kuliah kalkulus, metode numerik, aljabar dan vektor, matematika diskrit, statistika, logika informatika dan strategi algoritma. Belum lagi mata kuliah lain yang memerlukan pengetahuan logika dan matematika seperti data mining, kriptografi, AI dan lain sebagainya.

Untuk menjadi seorang programmer atau developer, kamu tidak harus pintar matematika. Namun, jika memiliki kemampuan matematika maka akan menjadi poin bagus untukmu. Walaupun kamu tidak suka mata kuliah matematika, mau tidak mau di jurusan Teknik Informatika pasti akan bertemu dengan yang namanya matematika.

Bagi kamu yang ingin mengambil jurusan Teknik Informatika tentu perlu memilih kampus yang tepat. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) merupakan kampus IT di Bali yang memiliki dua program studi, yaitu Teknik Informatika dan Sistem Komputer.

Untuk Teknik Informatika, Program Studi di Kampus swasta di Bali ini memilili tiga peminatan di antaranya, Manajemen Teknik Informatika, Desain Grafis dan Multimedia dan Komputer Akuntansi Bisnis.

Keuntungan lain yang bisa didapat apabila memutuskan kuliah di Bali adalah kamu bisa mempelajari budaya khususnya budaya Bali. STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT di Bali ini tidak hanya fokus pada kurikulum berbasis teknologi informasi semata. Namun, fokus pula pada pembelajaran budaya Bali.

Kamu tentu ingin mempelajari budaya Bali yang dikenal beragam dan penuh keunikan. Sehingga kamu tidak perlu repot-repot mengulik sendiri tentang budaya Indonesia. STIKI Indonesia memang kampus swasta di Bali pemberi solusi. Untuk informasi lebih lanjut tentang pendaftaran mahasiswa dan informasi lainnya bisa dicek di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Keuntungan lain yang didapat apabila kamu memutuskan kuliah di Bali bisa kamu cek di link berikut: Kuliah di Bali.

Generic placeholder image

Ngoding Siang Vs Ngoding Malam

02 Jul 2021   Berita

Kamu tim ngoding siang apa tim malam? Programmer identik ngoding pada malam hari. Ada banyak alasannya. Malam hari suasana sepi, enggak ada gangguan berbagai hal.

Apalagi di masa WFH ini bekerja siang hari di rumah pasti ada saja gangguannya. Lagi asyik ngoding, tiba-tiba si ibu minta antar ke pasar, berisik bagi yang punya adik di rumahnya karena dia main ini itu. Ada aja deh gangguannya. Namun, sebenarnya kalau sudah deadline ya enggak ada tuh isitilah kerjain siang apa malam. Geber terus seharian.

Bekerja sebagai seorang programmer memang rentan terkena stres. Maklum, pekerjaan ini berpotensi terkena stress karena harus berlama-lama di depan komputer. Nah, berikut ada tips kelosa stres bagi kamu yang seorang programmer. Simak uraiannya berikut ini:

Cari hobi di luar komputer

Bekerja di bidang komputer tidak harus selalu depan komputer. Cari hobi lain seperti olahraga, traveling, hiking, memancing atau kalau perlu sekalian aja coba smoothing atau rebonding. Cowok juga perlu dan enggak ada salahnya lho untuk merawat diri.

Hangout bareng teman

Ambil waktu beberapa jam untuk keluar kamar dan bertemu dengan temanmu. Tinggalkan sejenak rutinitas pekerjaanmu.

Saat ngobrol usahakan jangan membahas topik seputar pekerjaan. Kamu bisa membahas topik yang menyenangkan, seperti seputar kenangan masa sekolah/kuliah, topik film/series, pertandingan olahraga.

Jangan membicarakan seseorang yang pergi dari kehidupanmu, seperti gebetan yang ghosting atau jangan bahas mantan pacarmu karena kamu justru stres. Mau hangout untuk hilangkan stres malah jadi stres karena bahas topik percintaan yang rumit. Lebih rumit dari bahasa pemrograman.

Bermain Game

Cara ini bisa mengatasi stres asal jangan kelamaan. Kamu juga perlu bermain game yang tidak menguras otak. Mainkan saja game yang simple.

Kampus IT di Bali, Kampus

Telepon orang yang kamu sayang

Tinggalkan meja dan kursimu. Berbaring sejenak di tempat tidur dan telepon orang yang kamu sayang. Tapi cara ini ampuh kalau kamu punya pacar. Maaf.

Olahraga

Kamu bisa melakukan olahraga yang kamu sukai. Kemudian, lakukan variasi pada rutinitas olahraga itu agar tidak bosan menjalaninya. Olahraga yang bisa kamu lakukan adalah jalan kaki, yoga atau pergi ke gym.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) sebagai kampus IT di Bali paham betul bahwa olahraga itu penting. Oleh sebab itu, Kampus swasta di Bali ini menyediakan fasilitas gym di kampus. Olahraga memang bisa menyehatkan tubuh sekaligus menghilangkan stres.

Mahasiswa STIKI Indonesia tentu akan menjadi profesional di bidang IT sehingga berpotensi terkena stres apabila tidak mampu menjaga pola hidup yang seimbang. Mahasiswa diberikan fasilitas olahraga sehingga dapat memiliki pola hidup yang seimbang antara belajar dengan olahraga.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT sekaligus technopreneur campus di Bali juga menyediakan fasilitas lain di kampus, seperti lapangan basket untuk mahasiswa berolahraga. Tak hanya itu, STIKI Indonesia juga memiliki UKM lain yang dapat diikuti oleh mahasiswa yang memiliki hobi cabang olahraga lain, seperti UKM Futsal, Voli dan badminton.

Bagi kamu yang tidak tinggal di Bali dan berniat kuliah di Bali, kamu juga harus tahu keuntungan yang bisa kamu dapat apabila memutuskan kuliah di Bali. Simak sederet alasan kenapa kamu tidak perlu ragu memutuskan untuk kuliah di Bali di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Terkait informasi lebih lanjut untuk informasi pendaftaran mahasiswa baru bisa dicek di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id

Generic placeholder image

EURO 2020, Vaksinasi COVID-19 dan Kedisplinan Hungaria

01 Jul 2021   Berita

Banyak yang heran melihat Stadion Puskas Arena di Budapest, Hungaria, yang menggelar tiga pertandingan fase grup Piala Eropa 2020 bisa disesaki penonton tanpa masker dan tanpa menjaga jarak. Tetapi situasi mengherankan yang terjadi di tengah pandemi itu bukan situasi tanpa alasan.

Badan sepak bola Eropa UEFA sebenarnya menganjurkan penonton pertandingan Euro 2020 di sebelas stadion penyelenggara agar mematuhi protokol kesehatan. UEFA tak bisa bertindak jauh tatkala sudah menyangkut otoritas negara, walaupun UEFA menginginkan stadion-stadion diisi penuh oleh penonton.

Melansir Antara, Jumat, 25 Juni, ada sebelas stadion di sebelas kota di sepuluh negara yang menjadi tuan rumah Euro 2020. Kesebelasnya adalah Wembley dan Hampden Park di Inggris Raya, Stadio Olimpico di Italia, Allianz Arena di Jerman, Estadio de La Cartuja di Spanyol, Johan Cruyff Arena di Belanda, Stadion Parken di Penmark, Puskas Arena di Hungaria, National Arena di Rumania, Gazprom Arena di Rusia, dan Stadion Olimpiade Baku di Azerbaijan.

Hanya Puskas Arena yang diisi penuh penonton. Yang lain kebanyakan tidak penuh dan bahkan mengharuskan masker dan menjaga jarak, termasuk Allianz Arena di Muenchen. Pemerintah Hungaria bisa saja politis dalam membolehkan Puskas Arena diisi penuh, tapi tetap saja acuannya rekomendasi data dan fakta kesehatan, khususnya grafik infeksi COVID-19 dan tingkat vaksinasi di negara itu.

Lagipula, yang dilakukan Hungaria itu pernah pula dilakukan China saat Imlek lalu dalam skala yang jauh lebih besar. Seperti Hungaria, China melakukannya atas rekomendasi fakta-fakta kesehatan, bukan menyangkal adanya pandemi seperti sering digoreng para pemuja teori konspirasi yang anehnya tetap saja digandrungi oleh segelintir orang di Indonesia.

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban yang penggemar berat sepak bola tersebut menginginkan ajang besar ini disaksikan langsung dengan riang gembira oleh rakyatnya, sebagai perayaan atas kedisiplinan mereka selama lockdown. Bagi Orban sendiri, Euro 2020 adalah kesempatan guna menunjukkan negaranya berhasil mengalahkan COVID-19.

Kenyataannya, Hungaria memang relatif berhasil memerangi pandemi. Dan sebagian dari keberhasilan itu karena sikap Orban yang menolak mempolitisasi pandemi, termasuk politisasi vaksin oleh Uni Eropa.

Tegak lurus dengan tingkat infeksi

“Nyawa manusia dan kesehatan itu di atas kepentingan politik dan oleh karena itu sangat tak bertanggung jawab jika vaksin dijadikan isu politik,” kata Orban kepada Uni Eropa yang lamban memberikan persetujuan penggunaan vaksin ketika vaksin buatan China dan Rusia sudah hadir di pasar.

Orban juga tak mau menunggu Uni Eropa. Maka, dia pesan lima juta dosis vaksin Sinopharm dari China dan dua juta dosis vaksin Sputnik V dari Rusia. Februari 2021, vaksin-vaksin itu disuntikkan kepada rakyatnya. Hungaria pun menjadi satu-satunya negara anggota Uni Eropa yang mengakui dan menyuntikkan vaksin Rusia dan China sebelum Badan Obat-obatan Eropa (EMA) merekomendasikan penggunaannya.

Tapi apa pun alasannya, vaksinasi yang cepat di Hungaria itu menuai hasil, sampai gelombang kedua pandemi pun tak mempan di Hungaria. Negeri ini adalah salah satu negara dengan tingkat kematian COVID-19 per 100.000 orang yang paling rendah di dunia.

Hungaria juga membuktikan ada korelasi kuat antara vaksin dengan penurunan kasus COVID-19. Hungaria yang berpenduduk 9,7 juta orang adalah negara dengan program vaksinasi terluas kedua setelah Inggris, kecuali dibandingkan dengan negara-negara mini di Eropa seperti Gibraltar dan Malta.

kampus IT di bali, kampus swasta di bali, kampus IT

Dari data laman Statista dan data Johns Hopskins University yang dianalisis ANTARA, sampai 21 Juni 2021, Hungaria sudah menyuntikkan rata-rata 95,74 dosis untuk setiap 100 penduduk. Artinya, hampir seratus persen penduduk Hungaria telah divaksin COVID-19.

Fakta ini tegak lurus dengan grafik infeksi Hungaria yang melandai. Rata-rata kasus infeksi baru di Hungaria dalam tujuh hari terakhir sampai per 23 Juni 2021, adalah 81 kasus.

Hungaria hanya kalah dari Inggris yang rata-rata sudah memberikan 109,86 dosis per 100 orang. Artinya, seluruh penduduk Inggris berjumlah 67 juta orang itu sudah disuntik vaksin minimal satu dosis vaksin.

Jerman, Italia, Spanyol, dan Belanda berada pada kisaran 75,45 sampai 79,32 dosis per 100 orang. Denmark dan Rumania antara 45 – 52 persen. Azerbaijan 29 persen, dan Rusia paling rendah 23,92 persen.

Dan kesepuluh negara penyelenggara Euro 2020 itu juga memiliki grafik infeksi yang melandai, bahkan kini mendatar. Artinya, penetrasi vaksin tegak lurus dengan berkurangnya angka infeksi.

Data interaktif yang dibuat Reuters (https://graphics.reuters.com/world-coronavirus-tracker-and-maps) menunjukkan kecuali Belarus dan Rusia, angka infeksi COVID-19 di Eropa umumnya menurun dan kebanyakan flat alias mendatar.

Vaksin efektif

Bahkan angka kenaikan infeksi di Rusia yang sebesar 59 persen, masih lebih baik dibandingkan dengan Indonesia yang menurut data Reuters itu adalah salah satu negara dengan tingkat kenaikan infeksi di atas 90 persen dibandingkan dengan puncaknya sebelumnya, yang merupakan tingkat kenaikan paling tinggi yang diukur Reuters.

Sementara dari data Statista per 21 Juni, jumlah dosis per 100 orang yang diberikan di Rusia juga masih lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia yang baru 13,14 dosis per 100 orang, atau 13 persen saja.

Angka Indonesia ini juga masih lebih rendah dibandingkan dengan India yang dua bulan terakhir ditimpa gelombang ketiga, di mana sampai 23 Juni, India sudah menyuntikkan rata-rata 20,53 dosis kepada setiap 100 penduduk.

Ada kenaikan pada skala vaksinasi sebesar sembilan persen dalam kurun satu bulan setelah puncak gelombang ketiga terjadi yang membuat angka kasus infeksi baru di India melonjak sampai rata-rata 400 ribu kasus baru per hari.

Kini, angka itu turun drastis menjadi 60.867 kasus baru per hari. Kombinasi langkah darurat kesehatan yang keras dan vaksinasi yang ekstensif membuat India bisa menekan lagi angka infeksinya.

Di Asia sendiri, dua negara Arab, yakni Bahrain dan Qatar, adalah negara-negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi, masing-masing 114,94 dosis dan 100,62 dosis per 100 orang. Artinya, seluruh penduduk di dua negara itu sudah divaksin, minimal disuntik dosis pertama.

Negara Asia lain yang angka vaksinasinya tinggi adalah Singapura 85,96 persen, China yang berpenduduk 1,39 miliar sudah 72,93 persen, Turki 51,73 persen dan Arab Saudi 48,07 persen. Dan rata-rata di negara-negara ini, angka infeksi jauh menurun dibandingkan dengan sebelumnya, bahkan mendatar.

“Jelas sekali vaksin itu efektif. Di negara-negara di mana kasus infeksi turun dalam beberapa bulan belakangan, vaksin telah menyelamatkan banyak nyawa. Dan di negara-negara yang tengah berjuang melawan gelombang ketiga atau keempat, vaksin juga menyelamatkan banyak nyawa,” tulis Financial Times atau FT, dalam laporannya 21 April 2021.

Analisis FT terhadap data di lima negara termasuk Inggris, Amerika Serikat, Prancis dan Chile menunjukkan, tingkat infeksi, rawat inap dan kematian menurun drastis pada kelompok lansia, setelah vaksin disuntikkan.

Angka ini bahkan tercipta pada saat negara-negara menghadapi varian baru COVID-19 dan gelombang ketiga pandemi. Lansia adalah kelompok usia yang paling tervaksinasi karena diprioritaskan di mana-mana.

Fakta ini berlawanan dengan pola yang terlihat pada gelombang pertama pandemi, sebelum ada vaksin, di mana angka kematian pada lansia masih tinggi.

Babak akhir pandemi

Korelasi vaksinasi dengan turunnya kasus infeksi diyakini di mana-mana. Semakin banyak negara yang menyadarinya, terutama setelah gelombang ketiga di India bulan lalu.

Vietnam misalnya, yang naik ratusan per hari saja sudah sangat gelisah, tahu pasti prokokol kesehatan kali ini tak cukup bisa membendung varian baru yang lebih berbahaya. Vietnam menyadari terlambat memvaksinasi warganya. Nasionalisme yang tinggi yang tak mau membeli vaksin buatan asing, khususnya China, membuat Vietnam menunggu keluarnya vaksin produk dalam negeri. Tapi varian baru datang lebih cepat dari pada datangnya vaksin produk negeri sendiri.

Negara yang dalam soal wabah selalu punya prinsip “sedia payung sebelum hujan” itu seketika menutup lagi dirinya, sampai-sampai mengusulkan kepada negara-negara ASEAN agar SEA Games ditunda karena khawatir lalu lintas sosial antarnegara menciptakan gelombang infeksi yang lebih dahsyat.

Sementara Malaysia yang juga menyadari tingkat vaksinasinya masih rendah, hanya sedikit di atas Indonesia pada 18,70 dosis per 100 orang, tak mau terpapar varian baru dan tak mau disapu gelombang ketiga seperti India ketika menjadi negara tertinggi kenaikan kasusnya. Mereka pun memberlakukan lockdown.

Malaysia belajar dari kasus India yang sempat euforia ketika penetrasi vaksin baru 10 persen padahal proporsi itu tak cukup kuat melawan gelombang ketiga COVID-19 yang datang tak terdeteksi. Malaysia menyadari sampai herd immunity atau kekebalan kelompok tercipta, lockdown masih pilihan yang paling masuk akal.

WHO tak dapat memperkirakan berapa persen populasi yang harus divaksin COVID-19 agar tercipta herd immunity ini, karena tergantung kepada jenis penyakitnya. Namun Johns Hopskins University menaksir angka 70 persen dari total populasi, meskipun kisarannya 50-90 persen.

Jika angka itu yang menjadi patokan, maka rata-rata sepuluh negara yang menjadi tuan rumah Euro 2020 sudah memvaksin 50 persen penduduknya. Bahkan Inggris, Hungaria dan Jerman sudah memberikan 70 sampai 109 dosis vaksin untuk setiap 100 orang penduduknya.

Oleh karena itu, jika Anda menyaksikan Puskas Arena atau Euro 2020 dipenuhi orang-orang yang mungkin mengabaikan protokol kesehatan, dan langsung menyimpulkan sudah Eropa tak mempedulikan COVID-19, Anda salah besar.

Justru mereka melakukan itu setelah satu setengah tahun mempedulikan pandemi dan mereka semakin yakin tengah mendekati keadaan yang menciptakan herd immunity karena mereka ekstensif memvaksinasi penduduknya.

Justru dari Euro 2020 itu tersingkap bahwa vaksin telah menunjukkan, ‘endgame’ atau ‘babak akhir’ pandemi sudah di depan mata.