Generic placeholder image

Mengenang Drakor Lawas ‘Something Happened in Bali’

08 Mei 2021   Berita

Drama Korea Something Happened in Bali atau Memories of Bali menjadi booming saat tayang pada tahun 2004 lalu. Sesuai dengan judulnya drama yang diperankan oleh Ha Ji Won, Jo In Sung, So Ji Sub dan Park Ye Jin ini mengambil latar belakang tentang Bali.

Drama Korea ini menceritakan Lee Soo Jung (Ha Ji Won) seorang yatim piatu yang mencari peruntungan dengan pindah ke Bali.

Selama hidup di Bali, ia bekerja sebagai pemandu wisata. Tokoh lain Jung Jae Min (Jo In Sung) adalah seorang playboy konglomerat yang kekanak-kanakan dan sudah bertunangan dengan Choi Young Joo (Park Yee Jin).

Pertunangan ini merupakan campur tangan orangtua mereka. Choi Young Joo sendiri masih mencintai mantan kekasihnya Kang In Wook (So Ji Sub) yang tinggal dan bekerja di ibukota Indonesia, Jakarta.

Dikutip dari liputan6.com, dalam drama diceritakan Choi Young Joo pun menyusul Kang In Wook, dan mengajaknya ke Bali. Rupanya perjalanan Choi Young Joo telah diketahui tunangannya yang juga ikut terbang ke Bali. Selama di Bali, mereka menyewa Lee Soo Jung yang mata duitan.

Selama perjalanan ke Bali, adegan lucu dan menegangkan banyak terjadi. Lalu, karakternya juga mengalami kisah cinta tak terduga.

Hingga saat ini, beberapa netizen masih membicarakan drama ini. Tentu saja, pada 2004 Hallyu Wave kurang merajalela dibandingkan saat ini. Bahkan, ada penikmat drama yang baru mengetahui drama ini diputar di Indonesia.

Kampus IT di Bali

Episode terakhir Memories of Bali mendapatkan rating 39.7 persen, terbaik di zamannya, laporan dari Nielsen Korea.

Meski berakhir tragis, drama Korea ini tetap terkenang hingga sekarang khususnya bagi warga Korea yang ramai-ramai berlibur ke Bali setelah menonton drama korea dengan total 20 episode ini.

Tak heran memang, drama Korea ini memang mengekspos keindahan Pulau Bali dari Tanah Lot hingga Pantai Kuta. Keindahan Bali memang tidak perlu diragukan lagi hingga membuat siapa pun ingin datang, kembali datang bahkan ingin menetap di Pulau Dewata.

Bagi kamu yang mungkin baru lulus sekolah dan berniat memutuskan ingin kuliah di Bali sepertinya perlu tahu apa saja keuntungan yang didapat apabila memutuskan kuliah di Bali. Sederet keuntungan yang didapat apabila memutuskan kuliah di Bali bisa kamu baca di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Tinggal di Bali tentu kamu ingin mempelajari budaya Bali yang terkenal memiliki keunikan hingga ke penjuru dunia. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) merupakan kampus IT di Bali yang memiliki kurikulum berbasis budaya khusunya budaya Bali. Kamu yang berniat menjadi profesional IT tentu bisa sekaligus belajar tentang budaya Bali.

Sebagai kampus swasta di Bali, STIKI Indonesia juga berbasis technopreneur campus di Bali. Maka, tak heran memiliki Inkubator Bisnis yang siap membantumu menjadi seorang technopreneur.

Untuk informasi lebih lanjut tentang informasi pendaftaran mahasiswa bisa kamu cek di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Generic placeholder image

Tips Ubah Kebiasaan Malas Belajar Biar Hidupmu Tak Ambyar!

30 Apr 2021   Berita

Belajar bagi sebagian mahasiswa memang sesuatu yang membosankan. Apalagi belajar sesuatu hal yang sulit dan tidak sesuai dengan passion. Namun, kamu perlu ingat malas belajar itu berbahaya buat hidupmu. Bisa membuat hidupmu jadi ambyar! Berikut ini ada sejumlah tips bagi kamu yang ingin merubah kebiasaan malas belajar dikutip dari idntimes.com:

  • Berlakukan sistem hadiah dan hukuman

Sistem ini sering digunakan untuk meningkatkan motivasi kerja atau belajar. Peraturannya sederhana. Jika berhasil mencapai target berkat tekun belajar, kamu akan mendapat hadiah pergi liburan, membeli barang yang diinginkan, menonton film lebih lama dari biasanya, dan lainnya.

Tetapi jika hasil belajar tidak mencapai target, kamu akan mendapat hukuman. Misalnya kamu menambah jam belajar, menambah hafalan, membersihkan rumah, dan lainnya.

Jika tidak fokus menerapkan sistem ini, kamu bisa meminta bantuan orangtua/ keluarga/ teman untuk menetapkan apakah kamu mendapat hadiah atau hukuman.

  • Kamu tidak berjuang sendirian

Kamu tidak berjuang menimba ilmu sendirian. Pasti ada teman yang bernasib sama denganmu. Carilah teman yang bisa diajak belajar bersama, dan memotivasi untuk dirimu berubah.

Selain teman, ada orangtua yang menunggu anaknya menjadi orang hebat, berbudaya dan baik dalam bersikap. Kebanggaan terbesar orangtua adalah anaknya.

Jangan sia-siakan pengorbanan dan kerja keras orangtua dengan hal remeh dan senda gurau yang kamu lakukan hingga saat ini. Lihatlah mata lelahnya yang tidak pernah putus berdoa agar anaknya berhasil dalam segala hal.

  • Gaya belajar

Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Kamu harus tahu kamu termasuk golongan yang mana. Golongan pertama adalah gaya belajar Visual. Gaya belajar ini lebih menekankan pada gambaran penglihatan seperti menggunakan media foto, gambar, tulisan, dan lainnya.

Golongan kedua adalah gaya belajar Audiotori. Gaya belajar ini menekankan pada pendengaran seperti mendengarkan penjelasan melalui MP3, mendengar radio, pada gaya belajar ini kamu akan nyaman belajar sambil mendengarkan musik.

Golongan ketiga adalah gaya belajar Audio Visual yaitu gaya belajar yang menggabungkan penglihatan dan pendengaran bisa dengan melihat video pembelajaran, film dokumenter, acara televisi, dan lainnya.

Golongan terakhir adalah gaya belajar Kinestetik adalah gaya belajar yang menggunakan gerakan tubuh. Kamu lebih nyaman belajar di luar ruangan, belajar sekaligus dipraktikkan. Gaya belajar ini akan cepat bosan jika harus berada di dalam ruangan terus menerus.

Jika tidak tahu kamu termasuk golongan yang mana, kamu bisa mencoba semua gaya belajar di atas. Pilih satu di antaranya yang paling nyaman.

  • Belajar bisa di mana pun dan kapan pun

Belajar tidak harus di kelas atau tempat les. Belajar juga tidak harus tentang mata pelajaran atau mengerjakan tugas. Belajar bisa dari siapa pun, di manapun dan kapan pun. Kamu bisa memiliki buku catatan istimewa yang dapat menampung hal baru yang sedang atau yang ingin kamu pelajari. Jika hal itu berhubungan dengan hobi, pasti akan sangat menarik.

Kamu juga bisa menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari yang kamu jumpai. Belajar secara real itu lebih menyenangkan.

Kampus IT di Bali

Semua pelajaran itu penting

Terkadang manfaat dari belajar itu bisa langsung kita rasakan, terkadang pula tidak. Misalnya, kamu belajar matematika logaritma, kamu pasti bertanya-tanya manfaatnya untuk apa dalam hidupmu, apakah membawa pengaruh untuk keberlangsungan hidup? Eits, kamu tidak boleh berpikiran seperti itu.

Meski pun kamu tidak merasakan manfaat itu secara langsung, di masa mendatang pasti akan kamu butuhkan. Bisa jadi mata pelajaran yang kalian remehkan itu justru dibutuhkan saat bekerja, lalu kamu mulai menyesal tidak mempelajarinya.

  • Pahami tujuan belajar

Bukan tujuan belajar yang ada di buku LKS atau di RPP atau di mana pun itu. Tapi tujuan kamu sendiri belajar itu untuk apa? Misalnya belajar bahasa inggris agar bisa berkomunikasi dengan orang luar negeri, agar mudah mengerti arti lirik lagu, atau agar mudah mencari pekerjan, dan lainnya.

Kamu harus mempunyai tujuan tiap kali belajar. Baik itu tujuan jangka pendek maupun jangka panjang untuk masa depan nanti. Tanpa tujuan, kamu akan merasa belajar adalah kegiatan yang sia-sia. Kalau kamu tidak memiliki gambaran atau tujuan untuk mempelajari mata pelajaran tertentu, bisa bertanya kepada guru, teman, siapa pun.

  • Temukan tempat belajar yang tepat

Salah satu cara memupuk keinginan belajar yang kuat adalah dengan menemukan tempat belajar yang tepat. Kita semua perlu bersyukur apabila menemukan pengajar yang asyik dan bisa menjalin rasa kekeluargaan antara kita.

Pengajar bisa mudah dengan akrab dan tidak ada ‘jarak’ dan menganggap muridnya sebagai teman. Salah satu faktor pengajar yang bisa akrab dengan mahasiswanya adalah faktor umur yang tidak terlalu jauh atau memiliki jiwa anak muda.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan kampus IT di Bali rata-rata memiliki tenaga dosen yang masih berusia muda. Rata-rata berada di usia di bawah 35 tahun. Maka, tak heran dengan mudah dapat berbaur dengan para mahasiswa.

Salah satu bukti dosen STIKI Indonesia yang merupakan Kampus IT terpopuler di Bali ini memiliki kedekatan dengan mahasiswanya bisa kamu baca cerita tentang alumninya di link berikut ini: Cerita Alumni STIKI Indonesia.

Selain dekat dengan mahasiswa, STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini juga memberikan fleksibilitas bagi mahasiswanya untuk kuliah sambil bekerja.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT paham betul mahasiswa membutuhkan pengalaman yang ‘real’ dunia kerja sehingga memberikan fleksibilitas bagi mahasiswanya. Cerita mahasiswa yang diberikan fleksibilitas membagi waktu antara kuliah dan bekerja bisa disimak di link berikut ini: Kuliah sambil bekerja.

Selain bisa menjadi profesional di bidang IT, memilih belajar di STIKI Indonesia juga dapat memberikanmu peluang untuk menjadi seorang technopreneur. STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali juga merupakan technopreneur campus di Bali yang memiliki Inkubator Bisnis yang dapat menjadi tempat untuk belajar sekaligus mengembangkan bisnismu. Cerita tentang Inkubator Bisnis bisa dicek di link berikut ini: Inkubator Bisnis STIKI Indonesia.

Selain kampus IT dan technopreneur campus di Bali, STIKI Indonesia juga merupakan kampus yang memiliki kurikulum berbasis budaya khususnya budaya Bali. Menjadi keuntungan untukmu yang bukan orang Bali dan berniat kuliah di Bali. Kamu bisa sekaligus mempelajari budaya Bali yang dikenal memiliki keunikan hingga ke penjuru dunia. Sederet keuntungan yang kamu dapat apabila memutuskan kuliah di Bali bisa kamu cek di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Generic placeholder image

Melestarikan Bumi Menjaga Langit

22 Apr 2021   Berita

Setiap tanggal 22 April diperingati Earth Day atau Hari Bumi. Untuk tahun ini mengambil tema Restore Our Earth atau Pulihkan Bumi Kita. Hari Bumi dimulai pada tahun 1970 saat gerakan lingkungan moderen dimulai.

Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap bumi. Dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada tahun 1970 seorang pengajar lingkungan hidup.

Tanggal ini bertepatan pada musim semi di Northern Hemisphere (belahan Bumi utara) dan musim gugur di belahan Bumi selatan.

PBB sendiri merayakan hari Bumi pada 20 Maret sebuah tradisi yang dicanangkan aktivis perdamaian John McConnell pada tahun 1969, adalah hari di mana matahari tepat di atas khatulistiwa yang sering disebut Ekuinoks Maret.

Tema Hari Bumi tahun ini adalah Restore Our Earth. Dilansir dari laman earthday.org,  tema ini diambil berfokus pada proses alami, teknologi hijau yang muncul, dan pemikiran inovatif yang dapat memulihkan ekosistem dunia.

Dengan cara ini, tema tersebut menolak anggapan bahwa mitigasi atau adaptasi adalah satu-satunya cara untuk mengatasi perubahan iklim. Terserah kita masing-masing untuk Memulihkan Bumi kita bukan hanya karena kita peduli dengan alam, tetapi karena kita hidup di atasnya.

Kita semua membutuhkan Bumi yang sehat untuk mendukung pekerjaan, mata pencaharian, kesehatan & kelangsungan hidup, dan kebahagiaan kita. Planet yang sehat bukanlah pilihan. Ini adalah kebutuhan.

Hari demi hari kita selalu membaca dan mendengar kabar banyak kejadian buruk yang terjadi di planet bumi. Mencairnya es di kutub, lautan yang penuh sampah sampai spesies yang terancam punah. Ini semua tidak terlepas dari faktor perubahan iklim serta pemanasan global yang semakin parah.

“Menyelamatkan bumi” terdengar sangat berat. Padahal kita bisa menjaganya dengan melakukan hal-hal sederhana yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut di antaranya dikutip dari nationalgeographic.id:

Kampus IT di Bali

  • Jangan Membuang Sampah Sembarangan

Membuang sampah tidak pada tempatnya akan mengotori lingkungan dan berdampak pada ekosistem di sekitarnya. Selain itu, sampah yang tercecer–terutama yang sulit terurai–pada akhirnya akan terbawa ke lautan dan membahayakan hewan-hewan di sana. Mereka akan mengonsumsinya karena mengira itu makanannya. Hal ini dapat membuat banyak hewan laut mati akibat terjerat sampah, terutama plastik.

  • Daur Ulang

Beberapa jenis sampah seperti botol minuman dan kardus dapat kamu daur ulang. Kreasikan sampah tersebut menjadi hiasan atau barang lain yang dibutuhkan di rumah sehingga mengurangi jumlahnya di lingkungan.

  • Kurangi belanja online

Berbelanja daring secara tidak langsung akan menambah jumlah sampah. Pasalnya, barang-barang yang dikirim ke rumahmu, terkadang dibungkus dengan plastik. Salah satu cara untuk mengurangi konsumsi plastik adalah dengan membatasi pembelian online. Kamu bisa membeli kebutuhan di toko terdekat lalu membawanya dengan tote bag tanpa kantung plastik atau kemasan.

  • Beli barang preloved

Banyak barang bisa digunakan kembali dengan fungsi yang masih sama. Hal-hal yang memiliki manfaat penggunaan dalam waktu singkat akibat pertumbuhan, misalnya baju atau sepeda anak-anak, bisa didapatkan dari tangan kedua tanpa perlu membeli yang baru. Membeli barang bekas pakai atau secondhand dapat mengurangi jumlah dan kegiatan produksi sekaligus bisa menghemat uang.

  • Beli Produk Lokal

Jika memungkinkan, beli produk lokal. Dengan begitu, polusi kendaraan yang mengirim barang dari jarak jauh, bisa berkurang. Pastikan juga kamu membeli produk dengan bahan-bahan ramah lingkungan.

  • Matikan lampu saat tidak digunakan

Kamu tidak perlu menyalakan lampu jika tidak ada orang di rumah. Jadikan hemat energi menjadi kebiasaan yakni dengan mematikan lampu setiap kamu meninggalkan rumah.

  • Gunakan air secukupnya

Semakin sedikit air yang kamu gunakan, semakin sedikit pula limpasan dan limbah yang akhirnya berakhir di lautan.

  • Kurangi penggunaan sedotan plastik

Untuk membantu mengurangi sampah plastik, kamu bisa mengganti sedotan plastik dengan yang berbahan dasar bambu atau besi. Bawa sedotan ramah lingkungan tersebut setiap kamu pergi ke restoran sehingga tidak perlu menggunakan sedotan plastik sekali pakai.

  • Membawa botol minuman sendiri

Selalu bawa botol minuman sendiri ketika bepergian. Ini menghindari kamu membeli minuman dalam botol atau gelas plastik. Dengan begitu, sampah plastik pun dapat berkurang.

  • Kurangi makan daging

Kamu tidak perlu berhenti makan daging seumur hidup, tapi setidaknya berkomitmen untuk menguranginya. Sebab, diperlukan 2.500 galon air untuk memproduksi satu pound daging sapi.

Selain itu, banyak wilayah hutan yang beralih fungsi menjadi peternakan akibat permintaan konsumsi daging yang tinggi.

  • Bersepeda atau naik transportasi umum

Kedua cara ini bisa mengurangi emisi karbon yang berasal dari kendaraan pribadi. Emisi karbon sendiri merupakan penyebab utama perubahan iklim.

  • Cabut kabel elektronik

Cabut kabel pengering rambut, televisi, charger ponsel dan alat elektronik lainnya setiap selesai digunakan. Jika tetap terpasang, itu akan tetap menyedot energi meski tidak dipakai sama sekali.

  • Menanam pohon

Pohon menyediakan oksigen bagi makhluk hidup. Ia juga dapat membantu menyimpan energi, membersihkan air, dan membantu melawan perubahan iklim.

  • Membuat kompos

Olah sampah rumah Anda menjadi kompos. Ini akan membantu mengurangi jumlah limbah padat yang Anda hasilkan. Selain itu, kompos juga bermanfaat sebagai pupuk alami.

  • Bergabung ke komunitas peduli lingkungan

Kamu bisa bergabung dengan komunitas peduli lingkungan kemudian berkolaborasi dengan banyak orang untuk menjaga Bumi. Biasanya, mereka akan memikirkan gagasan serta melakukan aksi yang berdampak pada keberlangsungan hidup Bumi dan makhluk yang berada di dalamnya.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan kampus IT di Bali sering melakukan kegiatan yang bertujuan melestarikan bumi menjaga langit. Lewat Pusat Informsai Konseling Mahasiswa (PIK-M) STIKI Indonesia pernah melakukan kegiatan Gerakan Satu Juta Pohon Sebagai wujud kepedulian terhadap alam.

Kegiatan Gerakan Satu Juta Pohon ini dilakukan di kawasan Ekowisata tuban – nelayan wanasari, Jalan ByPass Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Kabupaten Badung.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali sekaligus technopreneur campus di Bali memiliki komitmen untuk terus ikut andil dalam menjaga bumi.

Tak hanya itu, Kampus IT di Bali ini melalui PIK-M terus pula ikut andil dalam mengkampanyekan bahaya seks bebas, kekerasan terhadap perempuan dan penyalahgunaan narkotika.