Generic placeholder image

“Kasih Harga Murah ya Kak Nanti kita bakal langganan pake jasa desain Kakak”

17 Jun 2021   Berita

Salah satu profesi yang tengah naik daun di era teknologi informasi yang berkembang pesat adalah desainer grafis. Mereka yang berkecimpung di dunia ini adalah mereka yang memulainya dari hobi dan menjadi profesi.

Desainer grafis memang terkesan santai saat sedang bekerja karena mereka bisa bekerja di mana saja. Nah, mungkin ini pula yang sering dianggap bahwa pekerjaan mereka sering dianggap “mudah” oleh para klien.

Profesi desainer grafis merupakan salah satu profesi yang sering mendapatkan perlakuan tak mengenakkan dari klien. Maka tak jarang sering terjadi bukti percakapan antara desainer grafis dan klien yang menggelitik di sosial media.

Salah satu percakapan yang sering terjadi adalah ketika klien yang meminta harga murah ke desainer grafis. Percakapan tersebut kurang lebih seperti ini: “Kasih Harga Murah ya Kak Nanti kita bakal langganan pake jasa desain Kakak”.

Pasti kamu yang seorang desainer grafis pernah mendapatkan permintaan seperti itu. Meminta harga murah terlebih dahulu dengan iming-iming bakal berlangganan memakai desainnya.

Tak lelah perlu diingatkan bahwa desainer grafis itu merupakan profesi yang tak murah. Mereka memang membutuhkan uang untuk kehidupan namun bukan berarti pula mereka mau mengambil semua permintaan dari klien. Ada harga ada kualitas.

kampus IT di Bali, Kampus swasta di bali

Desainer grafis tentu merupakan profesi yang profesional maka tentu pula memiliki harga yang sepadan dengan hasil yang mereka buat. Banyak sekali orang yang menganggap remeh profesi ini. Banyak yang menawar harga jasa dengan murah bahkan tak sedikit pula yang meminta gratis! Sadis!

Kita seringkali mendengar istilah ‘harga temen’. Harga temen bisa diartikan meminta atau mendapatkan harga murah karena menganggap ‘temen’. Hey! Padahal seharusnya sadar kalau ‘temen’ justru harusnya mendukung pekerjaan temennya dan enggak meminta harga murah. Kalau memang temen seharusnya bisa bayar dengan harga yang lebih karena menghargai pertemanan.

Ada lagi misalnya yang meminta dibuatkan desain logo dan sebagainya dan dikasih harga desainnya terus malah nawar dengan harga yang sadis. Parah!

Calon Klien: Mas, bisa buatkan desain untuk logo usaha kuliner saya yang baru?
Desainer: Bisa mas. Tolong nanti kirimkan detailnya ya atau bertemu untuk wawancara biar tahu detail usahanya seperti apa?
Calon Klien: Boleh. harganya berapa mas?
Desainer: Untuk logo harga Rp 500 ribu mas
Calon Klien: Mahal amad. Rp 100 ribu deh ya. Buat logo kan gampang. Masa buat logo gitu aja mahal
Desainer: Maaf mas. Logo yang saya buat profesional. Ada harga ada kualitas. Silakan cari desainer lain.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan Kampus IT di Bali memiliki program studi Teknik Informatika yang salah satu peminatannya adalah Desain Grafis dan Multimedia. Bagi kamu yang tertarik dengan dunia desain grafis dan multimedia bisa memilih peminatan ini sebagai tempatmu belajar.

Peminatan Desain Grafis dan Multimedia di STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali bertujuan menciptakan sarjana profesional di bidang teknologi komputer dengan multi-discipline science yang akan mempunyai kemampuan dalam merancang Desain Grafis dan Multimedia.

Diharapkan mampu untuk menghasilkan karya berbasis desain grafis dan multimedia serta pembuatan situs/web perusahaan/instansi, video editing, program tayangan televisi, desain display product, animasi 2 dan 3 dimensi, corporate identity serta marketing kit.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT sekaligus technopreneur campus di Bali juga merupakan kampus yang siap membantu mahasiswa unuk menjadi technopreneur. Kamu bisa bergabung menjadi bagian dalam Inkubator Bisnis STIKI Indonesia.

Selain kampus IT dan technopreneur campus di Bali, STIKI Indonesia juga merupakan kampus yang memiliki kurikulum berbasis budaya khususnya budaya Bali. Tentu menjadi keuntungan bagi kamu yang bukan orang Bali dan ada rencana kuliah di Bali.

Kamu bisa menjadi profesional IT atau technopreneur sekaligus bisa mempelajari budaya Bali yang terkenal memiliki keunikan hingga ke penjuru dunia. Bagi kamu yang ingin tahu keuntungan kuliah di Bali bisa dicek di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Untuk informasi pendaftaran mahasiswa baru STIKI Indonesia yang merupakan Kampus IT terpopuler di Bali bisa disimak di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

 

Generic placeholder image

Ayo Bersatu! Mari Bela Profesi Desain Grafis

27 Apr 2021   Berita

Sering kali kita lihat di media sosial perbincangan seputar curahan hati seorang pekerja desainer grafis yang sering mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari klien bahkan belum secara resmi menjadi kliennya. Sedih.

Banyak sekali orang yang menganggap remeh profesi ini. Banyak yang menawar harga jasa dengan murah bahkan tak sedikit pula yang meminta gratis! Sadis!

Kita seringkali mendengar istilah ‘harga temen’. Harga temen bisa diartikan meminta atau mendapatkan harga murah karena menganggap ‘temen’. Hey! Padahal seharusnya sadar kalau ‘temen’ justru harusnya mendukung pekerjaan temennya dan enggak meminta harga murah. Kalau memang temen seharusnya bisa bayar dengan harga yang lebih karena menghargai pertemanan.

Ada lagi misalnya yang meminta dibuatkan desain logo dan sebagainya dan dikasih harga desainnya terus malah nawar dengan harga yang sadis. Parah!

Calon Klien: Mas, bisa buatkan desain untuk logo usaha kuliner saya yang baru?
Desainer: Bisa mas. Tolong nanti kirimkan detailnya ya atau bertemu untuk wawancara biar tahu detail usahanya seperti apa?
Calon Klien: Boleh. harganya berapa mas?
Desainer: Untuk logo harga Rp 500 ribu mas
Calon Klien: Mahal amad. Rp 100 ribu deh ya. Buat logo kan gampang. Masa buat logo gitu aja mahal 
Desainer: Maaf mas. Logo yang saya buat profesional. Ada harga ada kualitas. Silakan cari desainer lain.
 
Kampus IT di Bali
 
Belum lagi ada yang meminta ‘Project Thank You’. Ini merupakan project dari yang ngakunya temen. Minta dibuatin desain segala macam terus cuma bayar pakai ‘Thank You’. Fyuh. Sabar.

Ada lagi curahan hati yang sudah mepet deadline, tiba-tiba klien justru minta ganti brief. Sudah mepet deadline ditambah ada pergantian lagi. Kan tambah pusing.

Terus ada orang minta desain gratis yang katanya bisa dibikin dengan gampang. Kalau gampang kenapa enggak bikin sendiri ya? Hmm.

Revisi tiada akhir juga sering menimpa desainer grafis hasil desain yang sudah dikerjakan dengan sepenuh kemampuan tetap saja belum mampu memuaskan klien. Maka dengan wajar biasanya desainer grafis memberikan kesepakatan di awal bahwa revisi maksimal hanya tiga kali.

Ada lagi yang biking geleng-geleng kepala. Desainer grafis memberikan desain pertama ke klien. Lalu klien meminta revisi dan diberikan desain kedua, ketiga dan seterusnya. Tetapi klien malah mau desain yang pertama. Lah? Pusing!

Menjadi seorang desainer grafis bukanlah hal mudah. Ditambah pula mereka sering mendapatkan hal-hal menyebalkan dari klien. Desainer grafis harus memiliki dasar menggambar yang mumpuni, mampu mengoperasikan beragam software hingga dituntut memiliki kreativitas.

Kok kalian tega memperlakukan mereka sesuka hati? Sebaiknya semua orang sadar desainer itu bukan cuma tukang gambar dan bukan sekadar membuat gambar yang hanya sebatas gambar yang diinginkan klien.

Dalam desain yang dibuat oleh desainer grafis memiliki filosofi di dalamnya sehingga tidak hanya sekadar desain semata. Kalian semua juga harus sadar upah mereka itu mahal karena membuat desain itu ada harganya. So, jangan sembarangan lagi ya dengan desainer grafis. Kita juga harus mendukung desainer grafis. Mari Bersatu! Ayo dukung profesi Desainer grafis!

Berbicara tentang desainer grafis tentu merupakan profesi yang paling dibutuhkan di era digital seperti sekarang. Setiap perusahaan yang bergerak di bidang apa pun tentu mengikuti perkembangan zaman dan membutuhkan jasa desainer grafis. Maka, kamu yang punya minat di bidang ini tak perlu ragu untuk berprofesi di bidang ini.

Desainer grafis memang dibutuhkan skill gambar dan kreativitas. Namun, itu semua bisa dipelajari dan bisa dilatih asalkan kamu belajar di tempat yang tepat.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan Kampus IT di Bali memiliki program studi Teknik Informatika yang salah satu peminatannya adalah Desain Grafis dan Multimedia. Bagi kamu yang tertarik dengan dunia desain grafis dan multimedia bisa memilih peminatan ini sebagai tempatmu belajar.

Peminatan Desain Grafis dan Multimedia di STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali bertujuan menciptakan sarjana profesional di bidang teknologi komputer dengan multi-discipline science yang akan mempunyai kemampuan dalam merancang Desain Grafis dan Multimedia.

Diharapkan mampu untuk menghasilkan karya berbasis desain grafis dan multimedia serta pembuatan situs/web perusahaan/instansi, video editing, program tayangan televisi, desain display product, animasi 2 dan 3 dimensi, corporate identity serta marketing kit.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT sekaligus technopreneur campus di Bali juga merupakan kampus yang siap membantu mahasiswa unuk menjadi technopreneur. Kamu bisa bergabung menjadi bagian dalam Inkubator Bisnis STIKI Indonesia.

Selain kampus IT dan technopreneur campus di Bali, STIKI Indonesia juga merupakan kampus yang memiliki kurikulum berbasis budaya khususnya budaya Bali. Tentu menjadi keuntungan bagi kamu yang bukan orang Bali dan ada rencana kuliah di Bali.

Kamu bisa menjadi profesional IT atau technopreneur sekaligus bisa mempelajari budaya Bali yang terkenal memiliki keunikan hingga ke penjuru dunia. Bagi kamu yang ingin tahu keuntungan kuliah di Bali bisa dicek di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Untuk informasi pendaftaran mahasiswa baru STIKI Indonesia yang merupakan Kampus IT terpopuler di Bali bisa disimak di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Generic placeholder image

Stereotype Anak Kuliah Desain, Benar atau Salah?

12 Apr 2021   Berita

Kamu kuliah jurusan desain? Pasti sering banget dilabeli sejumlah hal berikut ini. Orang-orang sering memberikan label kepadamu macam-macam. Stereotype dari orang-orang padahal belum tentu benar kan. Pengertian stereotype adalah asumsi terhadap seseorang berdasarkan pengalaman atau keyakinan yang dimiliki sebelumnya.

Berikut ini ada sejumlah anggapan dari orang-orang untuk kamu yang kuliah desain. Simak uraiannya seperti dikutip dari IDNTimes.com:

Fokus hanya pada Gambar 

Stereotype paling pertama ini, umum banget ditujukan orang-orang untuk anak desain. Memang, kuliah desain identik dengan menggambar. Namun, bukan berarti kuliah ini cuma gambar doang. Bahkan, kebanyakan hanya benar-benar belajar menggambar di semester awal saja. Padahal tidak semua lho yang dipelajari itu cuma gambar. Mereka juga belajar corporate identity, managemen, marketing, dll.

Ingin jadi Seniman

Banyak orang beranggapan anak desain pasti selalu ingin jadi seniman. Memang, beberapa anak desain mau jadi seniman. Tapi, ada juga yang tidak. Desain itu memiliki banyak cabang. Ada desain grafis, desain produk, desain interior, desain fashion, hingga desain game. Beberapa dari jurusan desain ini, bahkan enggak terlalu mementingkan keahlian menggambar ala seniman. Jadi, jangan sampai mengira anak desain semuanya ingin menjadi seniman ya.

Anak desain banyak duitnya

Peralatan anak desain memang cukup banyak. Misalnya, untuk belajar menggambar, anak desain membutuhkan kanvas, buku sketsa, kuas, dan cat yang harganya tidakmurah. Belum lagi, anak desain yang bergerak di bidang teknologi seperti animasi dan desain grafis. Mereka butuh alat-alat canggih semacam pen tablet hingga komputer berspesifikasi tinggi untuk menunjang pekerjaan. Karena peralatan yang cukup memakan biaya ini, banyak yang bilang anak desain itu kaya. Padahal, belum tentu mereka membeli semua alat-alat tersebut sendiri. Mereka bisa pinjam teman atau pinjam fasilitas kampus.

des

Modis

Stereotype terakhir yang sering ditujukan untuk anak desain adalah modis. Anak-anak desain belajar padu padan warna, kreativitas, dan inovasi. Akhirnya, membuat mereka sering disebut modis dalam berpakaian. Mungkin, stereotype modis ini lebih cocok ditujukan bagi anak-anak desain yang bergerak di bidang fashion. Sementara, beberapa anak desain lainnya, sebagian juga senang tampil nyaman dan sederhana saja ke kampus. Mereka sudah malas bersolek karena disibukkan dengan tugas-tugas kuliahnya.

Romantis

Kalau kamu punya pacar anak desain biasanya dia romantis karena suka gambarin wajah kamu. Namun, sebenarnya apa iya anak-anak desain itu romantis? Begitulah sejumlah label yang diberikan oleh orang-orang ke anak kuliah desain. Memang ada yang benar dan ada yang salah. Namun, terpenting semua anak desain itu harus diakui semuanya keren. Tidak dipungkiri mereka punya skill yang tidak dimiliki oleh orang lain. Dua jempol untuk anak-anak desain!

Untuk menjadi anak desain berarti kamu akan masuk ke dalam industri kreatif. Industri Kreatif semakin terdepan dalam titik utama peningkatan perekonomian Indonesia. Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (2018) menyebutkan bahwa Ekonomi Kreatif adalah paradigma ekonomi baru yang mengandalkan gagasan, ide, atau kreativititas dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.

Dengan semakin majunya industri kreatif, tentu mungkin kamu tertarik untuk bisa masuk ke dalamnya. Untuk bisa menjadi bagian di dalamnya dan menjadi profesional kamu tentu harus memiliki gelar sarjana.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan kampus swasta di Bali memiliki program studi Teknik Informatika dengan peminatan Desain Grafis dan Multimedia. STIKI Indonesia merupakan kampus IT yang sekaligus kampus desain sehingga bisa menjadi pilihanmu.

Peminatan Desain Grafis dan Multimedia di STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT di Bali ini bertujuan menciptakan sarjana profesional di bidang teknologi komputer dengan multi-discipline science yang akan mempunyai kemampuan dalam merancang Desain Grafis dan Multimedia.

Hal ini untuk menghasilkan karya berbasis desain grafis dan multimedia serta pembuatan situs/web perusahaan/instansi, video editing, program tayangan televisi, desain display product, animasi 2 dan 3 dimensi, corporate identity serta marketing kit.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini juga memiliki fokus sebagai technopreneur campus di Bali sehingga fokus pula untuk mencetak mahasiswa yang mampu menjadi seorang wirausahawan.

Selain kampus IT dan technopreneur campus di Bali, STIKI Indonesia juga memiliki kurikulum berbasis budaya khususnya budaya Bali. Bagi kamu yang bukan orang Bali dan ingin kuliah di Bali bisa sekaligus belajar tentang IT dan budaya Bali.

Memutuskan kuliah di Bali kamu juga bisa mendapatkan keuntungan yang cukup banyak. Apa saja? Simak jawabannya di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Untuk informasi lebih jelas terkait informasi pendaftaran mahasiswa baru STIKI Indonesia bisa kamu cek di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.