Generic placeholder image

Rekomendasi Laptop Murah untuk Desain Grafis Pemula

10 Mar 2021   Berita

Perkembangan dunia digital yang pesat menjadikan desain grafis sebagai salah satu kemampuan yang paling dibutuhkan. Dahulu orang dengan kemampuan desain grafis hanya akan bekerja menjadi desainer. Kini, di era digital menyandang profesi desainer grafis dapat memegang beragam peran dengan jenjang karier menjanjikan.

Salah satu yang dibutuhkan oleh kamu yang ingin terjun ke dunia desain grafis adalah laptop ketimbang PC. Laptop bisa dibawa kemana pun sehingga kamu bisa bekerja di mana saja.

Laptop untuk desain grafis biasanya harus memiliki spesifikasi yang cukup tinggi untuk mendukung proses mendesain. Namun, jangan takut, laptop yang cocok untuk desain grafis dengan harga yang murah juga banyak.

Dalam memilih laptop untuk desain grafis kamu harus memilih laptop dengan layar yang nyaman untuk penglihatan dan pandangan saat menatapnya. Laptop untuk desain grafis harus dibekali prosesor tangguh karena akan menjadi hal penting untuk proses rendering.

Minimal memiliki prosesor Intel dengan seri Core atau paling tidak punya kecepatan 2,2 GHz. Kartu grafis ada baiknya Nvidia Geforce yang sudah terkenal di ranah VGA. Bisa juga dengan menggunakan merek dari ATI Radeon. Memorinya minimal 1GB atau 2GB agar lancar saat proses editing. Untuk RAM paling tidak memori 4-8 GB.

Pilih pula harddisk yang kapasitasnya cukup besar minimal 500 GB atau lebih baik 1TB HDD. Jangan takut laptop dengan spesifikasi tersebut juga banyak yang terbilang terjangkau dengan harga Rp 5 jutaan. Untuk belajar desain grafis sebagai pemula ada baiknya memilih laptop yang murah terlebih dahulu. Berikut laptop rekomendasi untuk desain grafis dengan harga yang berkisar Rp 5 jutaan seperti dikutip dari arenalaptop.com:

  • Asus X441UA

Laptop untuk desain grafis harga 5 jutaan pertama ada Asus X441UA-WX099D. Berbekal prosesor Intel Core i3 berkecepatan 2,4GHz dan ditunjang memori RAM 4GB membuat performanya cukup stabil. Sementara, kartu grafisnya mengusung Intel HD Graphics yang menghasilkan gambar cukup tajam dan jernih. Sementara kapasitas penyimpanannya disediakan harddisk 500GB HDD. Harganya cukup terjangkau Rp 5,7 juta.

  • HP 14–bw001AX

Laptop berukuran 14 inch ini memiliki harga yang sangat terjangkau sekitar Rp 5,4 juta. Mesinnya tertanam prosesor AMD A9 Quad Core dan GPU, Acer membekalinya dengan AMD Radeon R5. Sementara memori RAM disediakan 4GB bisa diupgrade hingga 8GB untuk performa yang lebih kencang.

  • Dell Inspiron 3467

Laptop Dell sendiri memang telah lama dikenal akan kualitas dan daya tahannya yang sangat baik. Dipersenjatai dengan Intel Core i3 yang ditunjang dengan memori RAM 4GB menghasilkan performa yang cukup kuat.

  • Lenovo IdeaPad 320

Lenovo IdeaPad 320 yang dibanderol dengan harga Rp 5,3 juta. Meski murah, spesifikasinya dibekali prosesor Intel Core i3, memori RAM 4GB, serta kapasitas penyimpanan sebesar 1TB HDD. Untuk kartu grafisnya masih mengusung Intel HD Graphics.

  • ASUS X555QA – BX101T

Laptop ini menawarkan spesifikasi yang cukup mumpuni untuk menunjang pekerjaan para desainer. Laptop untuk desain grafis harga 5 jutaan ini punya desain elegan yang dibekali dengan prosesor AMD A10. Sementara untuk meningkatkan kekuatannya ditanamkan memori RAM 4GB yang dapat diupgrade hingga 16GB. Lalu untuk kartu grafisnya didukung oleh AMD Radeon R5.

  • Acer Aspire E5-475G-341S

Hal menarik dari Acer Aspire tipe 341S ini adalah sisi grafisnya. Nvidia Geforce dengan sokongan versi GDDR5 bisa mendorong kinerja game hingga 20% dan cukup stabil dipakai untuk pekerjaan desain grafis. Apalagi memiliki 1 slot ruang RAM yang masih tersedia untuk meningkatkan kapasitasnya. Untuk prosesornya ditanamkan Intel Core i3.

  • HP Pavilion 14 BS001TX

HP Pavilion 14 bs001TX ini menawarkan laptop untuk desain grafis harga 5 jutaan dengan dapur pacu dari Intel Core i3 berkecepatan 2,6GHz. Untuk visualnya mengusung penggunaan kartu grafis AMD Radeon R5. Keunggulan lainnya adalah tersedianya kapasitas penyimpanan sebesar 1TB HDD yang ditunjang oleh memori RAM 4GB. Harganya sendiri dibanderol Rp 5,4 jutaan.

  • Asus VivoBook Max X441UV

Laptop berukuran 14 inci ini ditenagai prosesor yang cukup tangguh, yakni Intel Core i3-6006U. Selain itu RAM yang ditanamkan cukup menunjang kecepatan waktu prosesnya sebesar 4GB. Laptop ini dihargai sekitar Rp 5,9 jutaan yang sudah disediakan harddisk berkapasitas 1TB HDD.

  • Dell Vostro 3468

Dell Vostro 3468 merupakan perangkat alternatif lainnya laptop untuk desain grafis harga 5 jutaan. Dapur pacu dari laptop ini ditenagai oleh prosesor Intel Core i3 berkecepatan 2,4GHz, serta harddisk sebesar 1TB HDD. Disokong oleh memori RAM berkekuatan 4GB plus satu slot lagi untuk meningkatkan kapasitasnya hingga 16GB. Untuk harganya sendiri sangat menarik, yakni Rp 5,9 juta.

  • Acer Aspire E1-451G

Laptop untuk desain grafis harga 5 jutaan yang terakhir ada Acer Aspire E1-451G. Dari spesifikasinya cukup mumpuni untuk melakukan pekerjaan desain, seperti membuat gambar 3D, editing foto dan video karena dibekali dengan prosesor AMD A8. Sementara kartu grafisnya cukup berkelas yang ditanamkan AMD Radeon HD 8000 series. Harganya sangat murah yang dibanderol Rp 5,1 juta.

Untuk belajar desain grafis memang dibutuhkan dasar-dasar desain. Hal ini meliputi warna, simbol, dan tipografi. Tiga hal ini wajib dipelajari karena keduanya merupakan pondasi untuk sebuah desain.

Selain warna, simbol, dan tipografi, ada baiknya pula mempelajari grid system. Grid system adalah sistem pembagian garis bagi seorang desainer yang menggunakan bantuan software.

Dalam desain grafis memang tidak ada tuntutan untuk menciptakan desain tertentu. Namun, ini akan berbeda ketika kamu telah memasuki dunia kerja. Dalam dunia kerja, ada permintaan untuk menciptakan desain yang sesuai dengan keinginan klien.

Untuk memasuki dunia kerja atau bergabung dalam perusahaan tentunya kamu membutuhkan skill yang memang mumpuni. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan kampus swasta di Bali menjadi tempat belajar yang tepat untukmu. Salah satu program studi Teknik Informatika memiliki konsentrasi bidang Desain Grafis dan Multimedia. Selain bisa mempelajari desain grafis, kamu juga bisa belajar bidang lain seperti proses editing video, animasi dan serta marketing kit. Untuk lebih jelasnya kamu bisa lihat penjelasannya di link berikut: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Sebagai kampus swasta di Bali, STIKI Indonesia juga tidak hanya mengedepankan proses belajar mengajar untuk mencetak lulusan yang ahli dalam bidang teknologi informasi. Namun, apabila kamu kuliah di Bali dan memilih STIKI Indonesia maka kamu akan mendapatkan keuntungan dapat mempelajari budaya Bali. Sebagai kampus IT terpopuler di Bali, STIKI Indonesia memang mengedepankan kurikulum berbasis budaya.

Generic placeholder image

Lulusan Desain Grafis Bisa Masuk ke Semua Sektor Hingga Berwirausaha

04 Feb 2021   Berita

Kemajuan teknologi memiliki pengaruh besar terhadap permintaan di dunia kerja. Setiap perusahaan tentu menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang kini beralih ke era teknologi informasi. Desain grafis digunakan sebagai ‘senjata’ untuk promosi sebuah perusahaan mau pun untuk sekadar menginfokan kegiatan. Apalagi ditambah pola komunikasi yang sekarang cenderung visual dibandingkan audio atau berupa teks.

Oleh sebab itu, prospek kerja terbuka sangat lebar bagi mereka yang mengambil jurusan desain grafis di bangku kuliah. Namun, untuk menjadi seorang desainer grafis, dibutuhkan sejumlah hal, seperti harus update terhadap perkembangan teknologi, tahu perkembangan tren, peka dengan warna, memahami karakter perusahaan apabila kamu menjadi karyawan atau memahami karakter klien apabila kamu seorang penyedia jasa.

Seorang desainer grafis harus memiliki ciri khas dalam setiap karyanya. Hal lain yang harus dimiliki oleh seorang desainer grafis adalah teliti, sabar apabila ada permintaan revisi, inisiatif yang tinggi dan tentunya harus memiliki imajinasi sehingga dapat menelurkan ide-ide yang kreatif.

Ada beberapa keuntungan apabila kamu memilih berkarir sebagai seorang Desainer Grafis. Berikut uraiannya:

young-graphic-designer-working-office_158595-1134

Bisa mencari pekerjaan di industri apa pun

Hampir setiap perusahaan di dunia perlu melakukan promosi. Setiap perusahaaan apa pun industrinya tentu membutuhkan logo, pedoman merek, dan banyak materi visual penting lainnya, seperti poster kegiatan, konten untuk di website mau pun media sosial. Website dan media sosial sangat penting bagi satu perusahaan yang berarti merupakan proyek besar bagi seorang desainer grafis.

Bisa memilih untuk berwirausaha

Banyak desainer grafis memilih untuk menjadi bos bagi diri mereka sendiri atau sekadar menjadi seorang freelancer. Artinya profesi seorang desainer grafis bisa bekerja dari rumah atau di kedai kopi. Tentu bisa pula menetapkan sendiri harga desain dan jam kerja.

Pilihan karir yang beragam

Lulusan desain grafis bisa memilih pilihan karir yang beragam. Kamu bisa memilih untuk fokus berkarir di berbagai spesialisasi di antaranya tipografi, desainer web, Ilustrator, layouter, komikus, desainer interior, creative director, UI/UX designer, game designer dan animator. Namun, menguasai sejumlah spesialisasi tentu dapat membuat kamu bisa mendapatkan keuntungan. Misalnya, kamu bekerja di satu perusahaan sebagai seorang UI/UX Designer, namun anda bisa mengambil kerja sampingan dengan menjadi seorang ilustrator.

Tidak akan pernah bosan

Dalam dunia desain grafis, selalu ada teknologi dan tren baru untuk dipelajari. Gaya dan estetika berubah sangat cepat dan teknologi juga berubah dan berkembang dengan cepat. Jika Anda ingin tetap relevan, penting untuk mengikuti perkembangan tren. Memiliki pikiran ingin tahu dan mau belajar hal baru tentu akan membuat anda semakin hebat di profesi ini.

Bisa mengekspresikan diri

Sebagai seorang desainer, dapat mengekspresikan kreativitas. Menjadi desainer memberi kesempatan untuk menyalurkan banyak ide dan konsep kreatif. Meski pun kebutuhan klien dapat menghalangi untuk berkreasi, tetapi kreativitas anda dapat disalurkan ke hal lain.

Sebagai contoh, ada bisa mengambil pekerjaan sampingan yang bisa membebaskan berkreasi, seperti mengambil tawaran dari seorang teman yang meminta dibuatkan logo untuk bisnis kedai makanan yang akan dibuka atau bisa membuatkan desain untuk undangan pernikahan kerabatmu.

Memiliki bukti nyata atas hasil kerja

Salah satu aspek yang diabaikan, namun menarik dari menjadi seorang desainer grafis adalah bahwa pekerjaan tersebut benar-benar merupakan karir yang bisa menunjukkan hasil karyamu. Seorang desainer grafis dapat menampilkan karya terbaiknya dalam portofolio atau untuk unggahan di media sosial. Berbeda dengan profesi lain, seperi akuntan yang mungkin sulit untuk menampilkan hasil kerjanya di media sosial seperti Instagram. Desainer grafis tinggal mengunggah hasil karyanya di feed Instagram sehingga semua orang bisa melihatnya.

Mempelajari desain grafis tidak mengharuskan seseorang untuk memiliki jiwa seni yang sempurna. Semua orang bisa mempelajarinya meski tidak memiliki skill sekali pun. Namun, perlu diingat setelah belajar teknik desain grafis, nantinya kamu memiliki tanggung jawab mewujudkan komunikasi verbal menjadi komunikasi visual yang menarik agar pesan dapat mudah diterima oleh konsumen/masyarakat.

Tanggung jawab tersebut juga ditekankan oleh dosen STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) ke mahasiswa Teknik Informatika yang mengambil peminatan Desain Grafis dan Multimedia. Dalam setiap desain, mahasiswa diingatkan bahwa hal utama bukan hanya sekadar ‘keren’ semata. Namun, di balik desain tersebut harus memiliki pesan di dalamnya.

Generic placeholder image

97 Juta Pekerjaan Baru Bidang IT Terbuka Lebar di Tahun 2025

27 Jan 2021   Berita

Perkembangan teknologi dan informasi terjadi begitu cepat. Dampak era revolusi industri 4.0 tentu sangat besar bagi dunia industri dan keseharian masyarakatnya. Sebagai contoh, saat ini berbeda dengan dahulu yang kerap mengandalkan tenaga manusia dalam produksi barang. Seiring perkembangan mesin dan teknologi yang canggih, keadaan menjadi bergeser dengan produksi barang secara masal dapat dilakukan dengan tidak mengandalkan tenaga manusia.

Perlahan demi perlahan sudah bergeser ke era digital. Maka, interaksi antara manusia dan teknologi seolah sudah menjadi pasangan. Sejumlah kegiatan kini sudah tersedia secara digital, mulai dari jual-beli, jasa hingga transaksi pembayaran. Revolusi industri hadir untuk menciptakan efektivitas dan efisiensi dalam produksi barang. Era revolusi industri 4.0 seperti sekarang siapa yang diuntungkan?

Lulusan sekolah Informasi Teknologi tentu beruntung. Mereka bakal memegang peranan penting dalam era industri 4.0. Saat pekerjaan manusia sudah banyak digantikan dengan sistem, maka pembuat sistem tersebut yang bakal dicari.

Secanggih apa pun teknologi, manusia tetap aktor utama dalam sebuah industri. Kemajuan pesat teknologi informasi bukan untuk menggantikan peran manusia. Namun, lebih untuk mendukung atau memudahkan pekerjaan.

Anak muda di tanah air banyak yang mendirikan startup atau bergabung dengan komunitas pengembang. Beragam aplikasi dihasilkan. Sejumlah karya dilahirkan. Tinggal bagaimana mereka mengolahnya untuk menjadi perusahaan besar nantinya.

Hasil survei Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) berjudul ‘Future of Jobs Report 2020’ memproyeksikan ada 97 juta pekerjaan baru yang akan tercipta di pasar kerja seiring dengan perkembangan cloud computing, big data, dan e-commerce.

Berdasarkan survei yang sama, pada tahun 2025 mendatang disebutkan adanya kenaikan permintaan dari sejumlah profesi yang berkaitan dengan teknologi informasi, di antaranya ilmuwan dan analis data, spesialis artificial intelligence dan machine learning, spesialis big data, spesialis digital marketing dan strategi hingga spesialis process automation.

Selain itu, ada sejumlah profesi lain juga bakal melejit di antaranya business development professionals, spesialis digital transformation, analis information security, pengembang software dan aplikasi, spesialis internet of things, project manager hingga manager layanan bisnis dan administrasi.

Database and network professionals, robotics engineers, strategic advisors, management and organization analysts, fintech engineers, spesialis pengembangan organizational serta spesialis manajemen risiko juga menjadi ‘bintang’ pada tahun 2025.

Dalam survei juga disebutkan, perusahaan bakal mencari keterampilan pekerja yang memiliki pemikiran analitis, kreatif dan fleksibel. Berdasarkan faktor tersebut, sudah seharusnya menjadi pertimbangan bagi generasi sekarang untuk memikirkan karir yang cerah di masa depan. Salah satu yang perlu dipertimbangkan adalah dengan memilih program studi yang tepat seusai lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA).

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) memiliki peran besar dalam menciptakan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri. STIKI mempunyai kewajiban memberikan fasilitas dan memberikan pendidikan berkualitas kepada lulusan untuk bisa berkompetisi dan membentuk mereka menjadi lulusan kompeten di bidang teknologi dan informasi.

Tujuan lain STIKI adalah mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk meningkatkan jumlah dan kualitas penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat yang bermanfaat dan tepat guna. Hal ini tentu melihat kesadaran hadirnya revolusi industri 4.0 sehingga STIKI dapat berperan mencetak sumber daya manusia demi membawa negara Indonesia dapat bersaing dengan negara lain.

STIKI memiliki dua program studi, yaitu Sistem Komputer dan Teknik Informatika. Sistem komputer memiliki tujuan menciptakan lulusan sarjana yang profesional di bidang sistem komputer, memiliki kemampuan menguasai hardware dan software yang berimbang dan sangat menunjang profesi  di bidang: IT, EDP Perhotelan Pariwisata, Mobile Programmer, Technical Support, Network Administrator, Automation System dan Smart Robotic System.

Sementara, program studi Teknik Informatika memiliki misi melaksanakan pendidikan yang berfokus pada kebutuhan pengembangan ilmu dan teknologi berbasis komputer untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan mengolah serta menganalisa sistem informasi, multimedia, dan memanfaatkan teknologi terkini dalam mendukung perkembangan industri.

Memilih jurusan adalah langkah penting bagi mahasiswa dalam menentukan masa depannya. Tentu setelah lulus dari kuliah, mahasiswa dapat dengan mudah masuk ke industri atau justru dapat menciptakan industri itu sendiri.