Generic placeholder image

Memahami Tren Tipografi Web Design di Era Modern

15 Mei 2021   Berita

Hal paling perlu diperhatikan dalam membuat website adalah mengikuti tren web design. Desain dalam website merupakan hal esensial dalam memberikan image ke pengunjung.

Inovasi dalam desain web harus beradaptasi dari perkembangan teknologi dan kebutuhan pengunjung. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam web design adalah tipografi yang merupakan elemen penting.

Elemen ini tak hanya bertujuan menyampaikan informasi berupa teks saja. Tipografi dapat dimanfaatkan untuk branding yang lebh unik dan kreatif.

Dilansir dewaweb.com. tipografi saat ini banyak terlihat penggunaan tulisan berukuran besar dengan efek bold menghiasi tampilan website.

Tipografi bergaya retro juga mulai kembali digunakan dan menjadi tren di tahun 2021. Contohnya bisa kamu lihat pada link berikut ini: thepentool.co.

Banyak yang bisa dijelajahi dengan tipografi. Tulisan dengan efek bold bisa dijadikan suatu statement dalam website. Kamu juga bisa menggunakan font khusus yang diberi efek animasi agar terlihat bergerak. Hal ini bisa meningkatkan user experience karena menarik untuk dilihat.

Dilansir dotugo.com, dengan kelahiran kembali flat design dan kepopuleran minimalis, tipografi mengambil peran sentral di web desain. Dengan lebih fokus pada desain letterform dibanding yang pernah ada.

Ada beberapa trend tipografi nyata yang muncul, seperti:

1. Ukuran yang ekstrim (besar dan kecil)
2. Ditumpangkan di atas gambar
3. Penggunaan kreatif dari tipografi sederhana
4. Custom typeface
5. Artitic fonts

Ada gaya-gaya yang ekslusif dan pada biasanya dikombinasikan. Pada artikel ini kita akan melihat lebih dekat 5 teknik, termasuk beberapa masukan ahli dan contoh nyata.

Extreme size

Ukuran teks adalah cara yang paling mudah untuk mengontrol tingkat pengaruh. Trend belakangan ini menjadi begitu ekstrim, keduanya besar dan kecil.

Tipografi yang besar

Tipografi besar mengirim pesan yang kuat dan tegas ketika digabungkan dengan gambar yang sebanding.

Gaya khas diikuti dengan panduan-panduan dasar:

Proporsi luas dan besar dibandingkan ke elemen layar lainnya

  • Besar karakter lebih dari 85 point
  • Caps atau strok yang tebal
  • Kita juga memperhatikan beberapa tren di dalam tren ini

Seringkali, kata-kata meluas untuk mengisi seluruh layar. Kadang-kadang serifs tipis ditambahkan untuk membuat sebuah kontras dinamis dengan stroke tebal. Kita juga melihat di layar kata-kata bergantian dalam ukuran.

Karena tren ini begitu populer, kamu bisa mencoba beberapa sentuhan kreatif. Jangan takut dengan perbedaan baris, seperti ke kanan atau kiri, untuk menghindari ‘centre’.

Pada ukuran ini, pesan kamu tentunya menjadi tebal, jadi caps tidak selalu diperlukan. Terakhir, warna yang penggunaannya disesuaikan akan membuat kepribadian situs yang unik.

Berikut adalah teknik yang berguna untuk merancang dengan jenis besar: mulai dengan ukuran nyaman yang besar, kemudian skala kembali sampai kamu menemukan ukuran yang bekerja.

Dengan memulai besar dan bekerja mundur, kamu mungkin menemukan diri kamu memilih ukuran yang lebih besar dari yang kamu kira.

Kami memutuskan moderately-large headline (59pt) seimbang oleh teks yang lebih kecil melawan kontras background. Karena headline diatur melawan background putih murni, headline muncul lebih besar daripada yang sebenarnya.

Untuk estetika dan agar mudah dibaca, kita memilih tipografi klasik sans-serif Proxima Nova.

Tipografi kecil

Untuk suara lembut yang berbicara keras, beberapa desainer beralih ke tipografi sangat kecil. Selama elemen lain di layar tidak membayangi itu, kata-kata kecil bisa menonjol seperti halnya yang besar.

Strategi belakang tipe besar dan kecil yang sedikit berbeda. Tipe kecil sering hitam, dan digunakan dengan ruang negatif yang berlebihan. Kedua, biasanya menggunakan stroke tebal.

Tipografi kecil bekerja baik lebih hero-style image, sebagai intrik kontras dan ruang minim mengambil teks memungkinkan apresiasi lebih baik dari konten gambar.

Kadang-kadang tipe kecil membutuhkan hiasan ekstra untuk diperhatikan. Sebuah perkembangan seperti warna kontras atau animasi sederhana dapat memastikan bahwa itu dilihat, tapi sekitarnya dengan ruang negatif akan bekerja baik.

Gambar yang ditindih

Ketika gambar dan teks berada di dua entitas yang terpisah. Sekarang, teks-teks yang berada di atas gambar akan membuat keduanya lebih kuat.

Dua pertimbangan utama dengan gaya ini adalah kontras dan dapat dibaca. Di mana teks muncul di atas image akan memberikan dampak, dan seorang desainer harus sensitif tentang breakpoints di berbagai perangkat.

Menguji lokasi untuk menentukan di mana teks paling terlihat tanpa mengaburkan titik fokus dari gambar, seperti wajah atau penempatan produk/merek.

Perhatian lain bahwa dua bersama tidak terlalu membingungkan arti. Jika fotografer olahraga menindihkan namanya di atas foto terbaiknya, kamu akan mengerti kebingungan itu.

Kampus IT di Bali, Kampus IT, Kampus desain

Kreatif menggunakan tipografi sederhana

Sebagaimana elemen desain lainnya, berkesperimen dengan teks dan tipografi akan menghasilkan beberapa keuntungan besar. Jika kamu berisiko. Untuk contoh, kami cukup berbicara tentang teks di atas gambar, tetapi bagaimana gambar di dalam teks?

Kamu tidak harus mengikuti tren menggunakan tipografi dengan cara mengesankan. Faktanya, menciptakan penggunaan kreatif kamu sendiri adalah cara terbaik untuk menonjol, selama ide kamu adalah suara.

Tipografi kreatif oleh alam yang menarik sendiri. Itu baik untuk menggabungkan dengan latar belakang yang sederhana dan tidak mengganggu. Kamu tidak ingin kekacauan layar kamu dengan terlalu banyak elemen bersaing untuk perhatian pengguna kamu.

Custom typeface

Sebuah jenis huruf kustom dapat memiliki efek yang sama seperti kreatif menggunakan sederhana tipe-baik, bahkan, mengingat potensi untuk melanjutkan identitas merek dan karakter.

Merancang sistem font sendiri adalah cara failsafe untuk mengatur diri kamu terpisah. Namun, kamu akan menerapkan jenis huruf sendiri lebih sulit daripada kelihatannya.

Sebagai permulaan, ada tampilan yang sebenarnya dari font: harus sesuai dengan kepribadian brand kamu dan suasana situs. Jika tidak, apa gunanya?

Berikutnya, harus digunakan dengan hemat. Terlalu sering menggunakan font kustom adalah untuk melemahkan itu: mencoba membatasi judul, slogan, dll, dan menghindari blok berat teks.

Terakhir, perlu diingat kompatibilitas: jenis huruf kustom harus bekerja di browser yang berbeda dan perangkat.

Font artistik

Beberapa font dirancang semata-mata untuk penampilan. Blok teks yang ditulis dalam font seperti bertindak lebih sebagai elemen grafis dalam tata letak Web daripada yang mereka lakukan sebagai teks. Untuk beberapa situs, meskipun, ini bisa menjadi persis apa yang dibutuhkan.

Strategi ini adalah salah satu bentuk klasik untuk tipografi, salah satu yang telah digunakan dalam poster iklan selama berabad-abad. Biaya untuk tampilan tersebut adalah keterbacaan dan penekanan pesan dari kata-kata. Namun, untuk keuntungan estetika, hiasan ini bisa bernilai harga jikakamu membatasi ke berita utama saja.

Cobalah untuk menghindari penggunaan umum font artistik, seperti awan kata atau kata terukir dalam bentuk apa artinya. Klise ini melemahkan apa yang kamu capai, dan karena font artistik memiliki kelemahan,  kamu harus menggunakannya secara bertanggung jawab.

Teknik penggabungan

Gunakan akal sehat. Misalnya, jika kamu menempatkan gambar di dalam teks, kamu akan jelas ingin menggunakan teks besar. Misalnya, font artistik, secara inheren flamboyan, jadi mereka sebaiknya menggunakan cara yang sederhana. Menggunakan font artistik dengan cara yang kreatif mungkin berlebihan, dan risiko melilitkan desain kamu.

Kirim pesan untuk menggabungkan teknik dengan cara yang praktis. Dimulai dengan kecil, teks sederhana untuk menarik perhatian dari dirinya sendiri dan ke gambar.

Setelah berinteraksi dengan situs, meskipun, tekstual pesan-titik situs-muncul. Hal ini ditulis dalam huruf besar, dan ditumpangkan di atas gambar, dua strategi untuk meraih perhatian kembali dari gambar. Untuk lebih jelasnya kamu bisa lihat contoh-contoh desainnya di link berikut ini: dotugo.com.

Untuk mempelajari web desain memang dibutuhkan banyak membaca dan mengikuti tren. Salah satu cara dapat menguasainya adalah dengan fokus dan langsung belajar di tempat yang memang fokus pada dunia IT.

Bagi kamu yang baru lulus sekolah dan ada keinginan terjun langsung dalam web design bisa memilih STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) sebagai pilihan. STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT di Bali ini memiliki dua program studi Teknik Informatika dan Sistem Komputer.

Teknik Informatika memiliki tiga peminatan, di antaranya Manajemen Teknik Informatika, Desain Grafis dan Multimedia dan Komputer Akuntansi Bisnis. Bagi yang memiki passion di bidang desain, kamu bisa memilih peminatan Desain Grafis dan Multimedia. STIKI Indonesia juga merupakan kampus desain yang memiliki fokus mencetak lulusan yang mampu memahami Desain Grafis dan Multimedia.

Program studi Teknik Informatika di salah satu kampus swasta di Bali ini memiliki misi melaksanakan pendidikan yang berfokus pada kebutuhan pengembangan ilmu dan teknologi berbasis komputer. Tujuannya untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan mengolah serta menganalisa sistem informasi, multimedia, dan memanfaatkan teknologi terkini dalam mendukung perkembangan industri pariwisata berwawasan budaya.

Sementara, untuk program studi Sistem Komputer memiliki misi mencetak lulusan sarjana yang profesional di bidang sistem komputer, memiliki kemampuan menguasai hardware dan software komputer yang berimbang dan sangat menunjang profesi di bidang: IT, EDP Perhotelan Pariwisata, Mobile Programmer, Technical Support. Ditambah pula mampu menguasai Network Administrator, Automation System dan Smart Robotic System.

Mata kuliahnya di antaranya: Teknologi Informasi Pariwisata, Pemrograman Visual, Pemrograman Web, Mobile Programming, Manajemen Jaringan dan Server, Artificial Intelegence, Mikrokontroler, dan Robotika.

Bagi kamu yang tertarik mengetahui informasi lebih lanjut terkait Kampus IT terpopuler di Bali ini mengunjungi link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Generic placeholder image

Ayo Bersatu! Mari Bela Profesi Desain Grafis

27 Apr 2021   Berita

Sering kali kita lihat di media sosial perbincangan seputar curahan hati seorang pekerja desainer grafis yang sering mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari klien bahkan belum secara resmi menjadi kliennya. Sedih.

Banyak sekali orang yang menganggap remeh profesi ini. Banyak yang menawar harga jasa dengan murah bahkan tak sedikit pula yang meminta gratis! Sadis!

Kita seringkali mendengar istilah ‘harga temen’. Harga temen bisa diartikan meminta atau mendapatkan harga murah karena menganggap ‘temen’. Hey! Padahal seharusnya sadar kalau ‘temen’ justru harusnya mendukung pekerjaan temennya dan enggak meminta harga murah. Kalau memang temen seharusnya bisa bayar dengan harga yang lebih karena menghargai pertemanan.

Ada lagi misalnya yang meminta dibuatkan desain logo dan sebagainya dan dikasih harga desainnya terus malah nawar dengan harga yang sadis. Parah!

Calon Klien: Mas, bisa buatkan desain untuk logo usaha kuliner saya yang baru?
Desainer: Bisa mas. Tolong nanti kirimkan detailnya ya atau bertemu untuk wawancara biar tahu detail usahanya seperti apa?
Calon Klien: Boleh. harganya berapa mas?
Desainer: Untuk logo harga Rp 500 ribu mas
Calon Klien: Mahal amad. Rp 100 ribu deh ya. Buat logo kan gampang. Masa buat logo gitu aja mahal 
Desainer: Maaf mas. Logo yang saya buat profesional. Ada harga ada kualitas. Silakan cari desainer lain.
 
Kampus IT di Bali
 
Belum lagi ada yang meminta ‘Project Thank You’. Ini merupakan project dari yang ngakunya temen. Minta dibuatin desain segala macam terus cuma bayar pakai ‘Thank You’. Fyuh. Sabar.

Ada lagi curahan hati yang sudah mepet deadline, tiba-tiba klien justru minta ganti brief. Sudah mepet deadline ditambah ada pergantian lagi. Kan tambah pusing.

Terus ada orang minta desain gratis yang katanya bisa dibikin dengan gampang. Kalau gampang kenapa enggak bikin sendiri ya? Hmm.

Revisi tiada akhir juga sering menimpa desainer grafis hasil desain yang sudah dikerjakan dengan sepenuh kemampuan tetap saja belum mampu memuaskan klien. Maka dengan wajar biasanya desainer grafis memberikan kesepakatan di awal bahwa revisi maksimal hanya tiga kali.

Ada lagi yang biking geleng-geleng kepala. Desainer grafis memberikan desain pertama ke klien. Lalu klien meminta revisi dan diberikan desain kedua, ketiga dan seterusnya. Tetapi klien malah mau desain yang pertama. Lah? Pusing!

Menjadi seorang desainer grafis bukanlah hal mudah. Ditambah pula mereka sering mendapatkan hal-hal menyebalkan dari klien. Desainer grafis harus memiliki dasar menggambar yang mumpuni, mampu mengoperasikan beragam software hingga dituntut memiliki kreativitas.

Kok kalian tega memperlakukan mereka sesuka hati? Sebaiknya semua orang sadar desainer itu bukan cuma tukang gambar dan bukan sekadar membuat gambar yang hanya sebatas gambar yang diinginkan klien.

Dalam desain yang dibuat oleh desainer grafis memiliki filosofi di dalamnya sehingga tidak hanya sekadar desain semata. Kalian semua juga harus sadar upah mereka itu mahal karena membuat desain itu ada harganya. So, jangan sembarangan lagi ya dengan desainer grafis. Kita juga harus mendukung desainer grafis. Mari Bersatu! Ayo dukung profesi Desainer grafis!

Berbicara tentang desainer grafis tentu merupakan profesi yang paling dibutuhkan di era digital seperti sekarang. Setiap perusahaan yang bergerak di bidang apa pun tentu mengikuti perkembangan zaman dan membutuhkan jasa desainer grafis. Maka, kamu yang punya minat di bidang ini tak perlu ragu untuk berprofesi di bidang ini.

Desainer grafis memang dibutuhkan skill gambar dan kreativitas. Namun, itu semua bisa dipelajari dan bisa dilatih asalkan kamu belajar di tempat yang tepat.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan Kampus IT di Bali memiliki program studi Teknik Informatika yang salah satu peminatannya adalah Desain Grafis dan Multimedia. Bagi kamu yang tertarik dengan dunia desain grafis dan multimedia bisa memilih peminatan ini sebagai tempatmu belajar.

Peminatan Desain Grafis dan Multimedia di STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali bertujuan menciptakan sarjana profesional di bidang teknologi komputer dengan multi-discipline science yang akan mempunyai kemampuan dalam merancang Desain Grafis dan Multimedia.

Diharapkan mampu untuk menghasilkan karya berbasis desain grafis dan multimedia serta pembuatan situs/web perusahaan/instansi, video editing, program tayangan televisi, desain display product, animasi 2 dan 3 dimensi, corporate identity serta marketing kit.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT sekaligus technopreneur campus di Bali juga merupakan kampus yang siap membantu mahasiswa unuk menjadi technopreneur. Kamu bisa bergabung menjadi bagian dalam Inkubator Bisnis STIKI Indonesia.

Selain kampus IT dan technopreneur campus di Bali, STIKI Indonesia juga merupakan kampus yang memiliki kurikulum berbasis budaya khususnya budaya Bali. Tentu menjadi keuntungan bagi kamu yang bukan orang Bali dan ada rencana kuliah di Bali.

Kamu bisa menjadi profesional IT atau technopreneur sekaligus bisa mempelajari budaya Bali yang terkenal memiliki keunikan hingga ke penjuru dunia. Bagi kamu yang ingin tahu keuntungan kuliah di Bali bisa dicek di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Untuk informasi pendaftaran mahasiswa baru STIKI Indonesia yang merupakan Kampus IT terpopuler di Bali bisa disimak di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Generic placeholder image

Stereotype Anak Kuliah Desain, Benar atau Salah?

12 Apr 2021   Berita

Kamu kuliah jurusan desain? Pasti sering banget dilabeli sejumlah hal berikut ini. Orang-orang sering memberikan label kepadamu macam-macam. Stereotype dari orang-orang padahal belum tentu benar kan. Pengertian stereotype adalah asumsi terhadap seseorang berdasarkan pengalaman atau keyakinan yang dimiliki sebelumnya.

Berikut ini ada sejumlah anggapan dari orang-orang untuk kamu yang kuliah desain. Simak uraiannya seperti dikutip dari IDNTimes.com:

Fokus hanya pada Gambar 

Stereotype paling pertama ini, umum banget ditujukan orang-orang untuk anak desain. Memang, kuliah desain identik dengan menggambar. Namun, bukan berarti kuliah ini cuma gambar doang. Bahkan, kebanyakan hanya benar-benar belajar menggambar di semester awal saja. Padahal tidak semua lho yang dipelajari itu cuma gambar. Mereka juga belajar corporate identity, managemen, marketing, dll.

Ingin jadi Seniman

Banyak orang beranggapan anak desain pasti selalu ingin jadi seniman. Memang, beberapa anak desain mau jadi seniman. Tapi, ada juga yang tidak. Desain itu memiliki banyak cabang. Ada desain grafis, desain produk, desain interior, desain fashion, hingga desain game. Beberapa dari jurusan desain ini, bahkan enggak terlalu mementingkan keahlian menggambar ala seniman. Jadi, jangan sampai mengira anak desain semuanya ingin menjadi seniman ya.

Anak desain banyak duitnya

Peralatan anak desain memang cukup banyak. Misalnya, untuk belajar menggambar, anak desain membutuhkan kanvas, buku sketsa, kuas, dan cat yang harganya tidakmurah. Belum lagi, anak desain yang bergerak di bidang teknologi seperti animasi dan desain grafis. Mereka butuh alat-alat canggih semacam pen tablet hingga komputer berspesifikasi tinggi untuk menunjang pekerjaan. Karena peralatan yang cukup memakan biaya ini, banyak yang bilang anak desain itu kaya. Padahal, belum tentu mereka membeli semua alat-alat tersebut sendiri. Mereka bisa pinjam teman atau pinjam fasilitas kampus.

des

Modis

Stereotype terakhir yang sering ditujukan untuk anak desain adalah modis. Anak-anak desain belajar padu padan warna, kreativitas, dan inovasi. Akhirnya, membuat mereka sering disebut modis dalam berpakaian. Mungkin, stereotype modis ini lebih cocok ditujukan bagi anak-anak desain yang bergerak di bidang fashion. Sementara, beberapa anak desain lainnya, sebagian juga senang tampil nyaman dan sederhana saja ke kampus. Mereka sudah malas bersolek karena disibukkan dengan tugas-tugas kuliahnya.

Romantis

Kalau kamu punya pacar anak desain biasanya dia romantis karena suka gambarin wajah kamu. Namun, sebenarnya apa iya anak-anak desain itu romantis? Begitulah sejumlah label yang diberikan oleh orang-orang ke anak kuliah desain. Memang ada yang benar dan ada yang salah. Namun, terpenting semua anak desain itu harus diakui semuanya keren. Tidak dipungkiri mereka punya skill yang tidak dimiliki oleh orang lain. Dua jempol untuk anak-anak desain!

Untuk menjadi anak desain berarti kamu akan masuk ke dalam industri kreatif. Industri Kreatif semakin terdepan dalam titik utama peningkatan perekonomian Indonesia. Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (2018) menyebutkan bahwa Ekonomi Kreatif adalah paradigma ekonomi baru yang mengandalkan gagasan, ide, atau kreativititas dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.

Dengan semakin majunya industri kreatif, tentu mungkin kamu tertarik untuk bisa masuk ke dalamnya. Untuk bisa menjadi bagian di dalamnya dan menjadi profesional kamu tentu harus memiliki gelar sarjana.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan kampus swasta di Bali memiliki program studi Teknik Informatika dengan peminatan Desain Grafis dan Multimedia. STIKI Indonesia merupakan kampus IT yang sekaligus kampus desain sehingga bisa menjadi pilihanmu.

Peminatan Desain Grafis dan Multimedia di STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT di Bali ini bertujuan menciptakan sarjana profesional di bidang teknologi komputer dengan multi-discipline science yang akan mempunyai kemampuan dalam merancang Desain Grafis dan Multimedia.

Hal ini untuk menghasilkan karya berbasis desain grafis dan multimedia serta pembuatan situs/web perusahaan/instansi, video editing, program tayangan televisi, desain display product, animasi 2 dan 3 dimensi, corporate identity serta marketing kit.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini juga memiliki fokus sebagai technopreneur campus di Bali sehingga fokus pula untuk mencetak mahasiswa yang mampu menjadi seorang wirausahawan.

Selain kampus IT dan technopreneur campus di Bali, STIKI Indonesia juga memiliki kurikulum berbasis budaya khususnya budaya Bali. Bagi kamu yang bukan orang Bali dan ingin kuliah di Bali bisa sekaligus belajar tentang IT dan budaya Bali.

Memutuskan kuliah di Bali kamu juga bisa mendapatkan keuntungan yang cukup banyak. Apa saja? Simak jawabannya di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Untuk informasi lebih jelas terkait informasi pendaftaran mahasiswa baru STIKI Indonesia bisa kamu cek di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.