Generic placeholder image

Desain Grafis Ala Korea: Minimalis, Dingin dan Atraktif

29 Sep 2021   Berita

Membahas tentang Korea Selatan memang tidak ada habisnya. Mulai dari musik, film, kuliner, fashion terus menjadi bahan perbincangan hingga menjadi tren. Tak hanya itu, desain grafis ala Korea juga tengah menjadi tren. Wajar saja Desain grafis ala Korea didominasi oleh visual yang menyegarkan mata.

Apa saja ciri khas deain grafis ala Korea Selatan? Simak uraiannya berikut ini dikutip dari kreativv.com:

Ornamen Minimalis

Tanpa perlu menggunakan banyak ornamen di dalam artwork, sang desainer sudah mampu menciptakan desain yang memukau.

Meski hanya menggunakan sedikit ornamen di dalamnya, kamu juga harus kreatif agar visualnya tidak terlalu kosong. Caranya adalah dengan memainkan tipografi dan beberapa ornamen sederhana seperti line art yang membuatnya tampak minimalis.

Mengutamakan White Space

Penggunaan ornamen minimalis membuat desain ala Korea memiliki white space yang tampak dominan. Buat kamu yang belum tahu, white space atau negative space adalah ruang kosong yang tercipta di antara dan sekitar unsur desain layout atau halaman.

Ruang yang dimaksud bisa berupa ruang di sekitar gambar, baris, kolom, dan margin. Namun meski white space di desain grafis ala Korea sangat kentara, para desainer sangat kreatif sehingga berhasil membuat desain minimalis yang tidak membosankan.

Warna Dingin Mendominasi

Setiap warna memiliki bias yang bisa dikelompokkan menjadi warna hangat dan warna dingin. Kedua kelompok ini memiliki peran penting untuk keberhasilan sebuah pencampuran warna.
Warna hangat adalah warna yang mampu memberikan efek panas di alam bawah sadarmu. Sedangkan warna dingin adalah warna yang mampu memberikan efek dingin di alam bawah sadarmu. Desain grafis ala Korea sendiri lebih didominasi dengan warna dingin yang memberikan efek sejuk dan tenang.

kampus IT di bali, kuliah di bali, kampus swasta di bali

Menggunakan Warna Plain

Desain grafis ala Korea cenderung menggunakan warna-warna dingin yang plain. Warna plain adalah warna solid yang tidak menggunakan gradasi sama sekali. Apabila kamu mencari contoh gaya desain ini di internet, gambar-gambar yang muncul pasti cenderung menggunakan warna plain. Berdasarkan teori psikologi warna yang pernah kamu bahas sebelumnya, semakin muda warna dingin bisa menimbulkan efek sunyi dan tenang. Sedangkan semakin gelap warna dingin bisa menimbulkan persepsi seakan-akan tenggelam di dalam emosi.

Bermain dengan Tipografi Hangeul

Ciri khas desain grafis ala korea yang berikutnya adalah permainan tipografi yang sangat kece, ada yang sengaja dibuat bold, light, atau custom. Umumnya, desain poster Korea mencantumkan hangeul di dalam artwork.

Hangeul merupakan alfabet Bahasa Korea yang terkesan tradisional ini ternyata sangat cocok saat digabungkan dengan elemen desain masa kini. Sesuatu yang kontradiktif antara tradisional dan modern inilah yang menjadi salah satu daya tarik desain grafis ala Korea.

Desain Atraktif

Penggabungan bentuk, warna, dan objek lainnya yang tertera di dalam artwork desain ala Korea membuat hasil eksekusinya tampak atraktif. Permainan tipografi hangeul dan pemilihan objek lainnya harus seimbang untuk menjaga white space agar tidak sumpek.

Nah, itu ciri-ciri desain grafis ala Korea. Berbicara tentang desainer grafis tentu merupakan profesi yang paling dibutuhkan di era digital seperti sekarang. Setiap perusahaan yang bergerak di bidang apa pun tentu mengikuti perkembangan zaman dan membutuhkan jasa desainer grafis. Maka, kamu yang punya minat di bidang ini tak perlu ragu untuk berprofesi di bidang ini.

Desainer grafis memang dibutuhkan skill gambar dan kreativitas. Namun, itu semua bisa dipelajari dan bisa dilatih asalkan kamu belajar di tempat yang tepat.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan Kampus IT di Bali memiliki program studi Teknik Informatika yang salah satu peminatannya adalah Desain Grafis dan Multimedia. Bagi kamu yang tertarik dengan dunia desain grafis dan multimedia bisa memilih peminatan ini sebagai tempatmu belajar.

Peminatan Desain Grafis dan Multimedia di STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali bertujuan menciptakan sarjana profesional di bidang teknologi komputer dengan multi-discipline science yang akan mempunyai kemampuan dalam merancang Desain Grafis dan Multimedia.

Diharapkan mampu untuk menghasilkan karya berbasis desain grafis dan multimedia serta pembuatan situs/web perusahaan/instansi, video editing, program tayangan televisi, desain display product, animasi 2 dan 3 dimensi, corporate identity serta marketing kit.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT sekaligus technopreneur campus di Bali juga merupakan kampus yang siap membantu mahasiswa unuk menjadi technopreneur. Kamu bisa bergabung menjadi bagian dalam Inkubator Bisnis STIKI Indonesia.

Selain kampus IT dan technopreneur campus di Bali, STIKI Indonesia juga merupakan kampus yang memiliki kurikulum berbasis budaya khususnya budaya Bali. Tentu menjadi keuntungan bagi kamu yang bukan orang Bali dan ada rencana kuliah di Bali.

Kamu bisa menjadi profesional IT atau technopreneur sekaligus bisa mempelajari budaya Bali yang terkenal memiliki keunikan hingga ke penjuru dunia. Bagi kamu yang ingin tahu keuntungan kuliah di Bali bisa dicek di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Generic placeholder image

Bahas Digital Skill, STIKI Jadi Narasumber di Pameran Pembangunan Prov Bali 2021

22 Ags 2021   Berita

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) menjadi narasumber dalam Talkshow dalam rangkaian dari Pameran Pembangunan Provinsi Bali Tahun 2021 dalam rangka HUT Provinsi Bali ke-63 dan HUT Republik Indonesia Ke-76.

Kegiatan talkshow ini ini dilaksanakan melalui Youtube Live Streaming Pemerintah Provinsi Bali pada Rabu (18/8/2021) lalu. Pelaksanaan Pameran Pembangunan Provinsi Bali tahun ini dilaksanakan secara virtual mengingat masih dalam  situasi pandemi Covid-19.

Narasumber dari STIKI Indonesia diwakili oleh Wakil Ketua I Aniek Suryanthi Kusuma, S.Kom., M.Kom dengan membahas tema “Pentingnya  Digital Skill di Masa Pandemi”. Dalam pemaparannya, Aniek menjelaskan setiap pihak baik perusahaan bidang apa pun mau pun dunia bisnis kini beralih ke dunia digital di masa Pandemi COVID-19. Aktivitas dibatasi sehingga membuat orang terpaksa hanya di rumah saja. Maka, belanja secara daring menjadi pilihan. Oleh sebab itu, sudah seharusnya setiap pihak memahami pentingnya digital skill di Masa Pandemi.

Dampak Pandemi COVID-19 membuat dunia ekonomi dan bisnis terpukul. Maka, di masa pandemi ini pelaku usaha “dituntu untuk mengoptimalkan pemasaran online dan digital marketing sebagai sarana komunikasi dengan target konsumen. Bagi yang ingin belajar tentang dunia digital marketing, Aniek pun memberik tipsnya dalam talkshow ini.

“Yang paling utama belajar Digital Marketing adalah harus menguasai dulu produknya dan mengolahnya. Berdasarkan data statistik, konten marketing video lebih banyak dikuasai khususnya video dengan durasi siingkat. Kalau videonya terlalu panjang tidak disukai karena orang akan bosan,” kata Aniek dalam talk show, Rabu (18/8/2021).

kampus IT di bali, kampus swasta di bali, kuliah di bali

Selain itu, Aniek juga menjelaskan ada kecenderungan munculnya kebiasaan baru yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia selama Pandemi COVID-19. Banyak masyarakat Indonesia yang lebih rajin berselancar di internet sehingga banyak mempelajari hal baru bahkan bisa menghasilkan pendapatan di balik Pandemi COVID-19.

“Sekarang melihat internet melihat sosial media banyak orang yang dulu tidak bisa memasak kini bisa memasak bahkan bisa berjualan online. Ada juga yang lebih rajin berolahraga selama masa Pandemi karena di rumah saja,” ujar Aniek.

Dalam Talk Show, Aniek juga memaparkan konten apa yang paling banyak diakses oleh masyarakat selama masa Pandemi COVID-19. Konten video singkat menjadi konten yang paling banyak diakses oleh masyarakat.

“Menurut data rata-rata ada 100 video yang diakses dalam satu hari oleh masyarakat,” ujarnya.

Selama masa pandemi COVID-19 juga ada beberapa profesi yang naik daun dan banyak diminati. Aniek menjelaskan berdasarkan data, profesi yang paling banyak dicari oleh perusahaan adalah profesi seputar data analyst, big data, bisnis development dan Internet Of Things (IOT). STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT di Bali saat ini tengah melakuka perubahan kurikulum menuju Kampus Merdeka. Tujuan melakukan perubahan kurikulum selain merupakan kewajiban dari pemerintah sekaligus sebagai upaya agar lulusan dapat beradaptasi dengan kebutuhan di masa mendatang.

“Kami melakukan analisa apa pekerjaan nanti setelah mahasiswa lulus, mereka jadi apa? Dengan adanya Kampus Merdeka kita menyiapkan mahasiswa untuk go internasional, kita di kampus STIKI menyediakan sertifikasi serifikat internasional di samping ada ijazah yang menunjukkan dia ahlinya di bidang apa,” jelas Aniek.

Pameran Pembangunan Provinsi Bali dapat disaksikan secara virtual melalui laman https://pameran.baliprov.go.id/ yang berlangsung dari tanggal 14 hingga 23 Agustus 2021.

Generic placeholder image

Eranya Video Singkat, Youtube Shorts Muncul Saingi TikTok dan Reels

23 Jul 2021   Berita

Youtube meluncurkan fitur baru bernama Shorts. Fitur ini merupakan fitur untuk berbagi video pendek seperti yang tersedia di TikTok dan Reels di Instagram.

Lewat Shorts, Youtube diyakini ingin bersaing dengan TikTok dan Reels di Instagram.

Keberadaan YouTube Shorts pun sebelumnya sudah diperkenalkan terlebih dahulu untuk pengguna YouTube di wilayah India dan Amerika Serikat.

Youtube Shorts sudah tersedia di Indonesia, berikut cara upload video YouTuber Shorts via Android atau iOS. Mau tahu bagaimana langkah-langkahnya? Simak yuk selengkapnya berikut ini dikutip dari grid.id.

Cara Upload Video YouTube Shorts

1. Install atau update apllikasi YouTube melalui Google Play Store atau App Store ke versi aplikasi 12.26.36 (resmi) atau 12.27.34 (YouTube Beta)

2. Buka aplikasi dan klik tombol ‘+’ yang ada dibagian tengah layar

3. Setelah itu pilih opsi ‘Shorts beta’, kemudian berikan izin akses aplikasi YouTube untuk bisa membuka kamera dan mic pengguna

4. Langkah berikutnya kamu bisa langsung mengambil video YouTube Shorts dengan durasi 15 detik atau 60 detik

kampus IT di bali, kampus swasta di bali, kampus IT

5. YouTube Shorts juga menawarkan tools seperti pengaturan ‘Kecepatan’ dan Timer’ untuk memvariasikan pengambilan video

6. Kamu pun bisa langsung menambahkan suara sebagai backsound layaknya TikTok dan Reels

7. Nampaknya YouTube mengandalkan suara-suara yang ada tersedia di platformnya untuk bisa digunakan untuk memaksimalkan YouTube Shorts

8. YouTube pun akan membiarkan kamu untuk mengupload video yang sudah ada di galeri smartphone dengan mengklik logo ‘Galeri’ yang ada di sebelah kiri layar

9. Kalau sudah, nantinya kamu bisa menyunting ulang video dengan menggunakan empat fitur bawaan yaitu “Suara”, “Teks”, “Linimasa”, dan “Filter”

10. Klik “Berikutnya” dan kamu bisa langsung mengisi beberapa kolom seperti judul, penyetelan visibilitas, dan pemilihan penonton

11. Jangan lupa juga untuk memasukkan hastag atau tagar yang sesuai dengan video yang diposting

12. Terakhir kamu bisa langsung klik tombol “Upload” dan nantinya video YouTube Shorts akan otomatis muncul di halaman awal channel YouTube kamu.

TikTok memang masih menjadi ‘raja’ untuk aplikasi video singkat. Hal ini terbukti dari Reels di Instagram yang masih sering ditemukan bahwa video unggahan merupakan video dari TikTok. Begitu pun Youtube Shorts yang masih terlihat bahwa sejumlah pengguna mengunggah ulang video yang dibuat di TikTok.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) merupakan Kampus IT di Bali yang menggunakan ketiganya untuk mengajikan konten yang bermanfaat bagi mahasiswa mau pun bagi publik. Berikut akun STIKI Indonesia yang merupakan Kampus Swasta di Bali ini.

Instagram

Youtube

TikTok