Generic placeholder image

Selain Mie Instan, Ini Ide Makanan Anak Kos Dengan Rice Cooker!

16 Okt 2021   Berita

Menjadi mahasiswa yang harus hidup menjadi anak kos dibutuhkan kehidupan mandiri dan hemat. Maklum, mahasiswa pada umumnya harus menghemat keuangan karena belum sepenuhnya bisa mencari uang. Tak heran, anak kos sering diidentikkan bersahabat dengan mie instan.

Nah, buat kamu mahasiswa yang menjadi anak kos bahaya juga jika terlalu sering memasak mie instan. Ada baiknya kamu belajar memasak menu lain selain mie instan.

Sebenarnya memasak menu variatif tidak terlalu sulit. Tidak perlu kompor dan alat memasak yang memadai, hanya cukup dengan menggunakan rice cooker saja!

Berikut ini ada sejumlah rekomendasi memasak selain mie instan yang bisa dimasak hanya dengan menggunakan rice cooker saja. Bahkan, menunya tidak perlu sampai membutuhkan uang yang banyak. Berikut sejumlah rekomendasi makanan yang bisa kamu masak di rice cooker selain mie instan:

Nasi Goreng

Membuat nasi goreng dengan rice cooker tidak sulit kok. Kamu cukup memanaskan margarin terlebih dahulu, ditambah sedikit penyedap, nasi dan telur. Campur-campur saja sudah enak kok. Apalagi tidak perlu menggunakan bahan-bahan yang mahal dan ribet. Kalau ada uang lebih bisa ditambahkan kecap, saus sesuai selera.

Telur Goreng

Menu ini pasti siapa saja bisa membuatnya. Untuk memasak telur goreng kamu tidak perlu menggunakan minyak goreng. Memasak telur goreng cukup dengan memakai margarin. Tambahkan garam, mau pun penikmat rasa lain seperti kecap, saus dan lainnya sesuai selera.

Kampus IT di Bali, Kampus Swasta di Bali, Kuliah di Bali

Sup Sayur

Untuk membuat menu ini pertama kali kamu hanya perlu memasukkan air dan tunggu mendidih. Setelah mendidih lalu masukan sayur kesukaanmu, seperti wortel, brokoli, kentang atau sawi. Sayur kaya akan nutrisi dan bisa membuat badanmu menjadi “segar” ketimbang kamu terlalu sering menyantap mie instan. Tambahkan garam dan penyedap sesuai selera ya!

Puding

Menu ini bisa kamu masak sebagai cemilan. Kamu cukup membeli agar-agar sachetan yang banyak dijual di warung. Tambahkan susu dan gula sesuai selera.

Semoga membantu bagi kamu yang bosan menyantap mie instan. Dear anak kos semangat terus bertahan hidup. Jangan sampai kamu sakit dan terus jaga kesehatan ya.

Ingat, kamu hidup menjadi anak kos bukan agar hidup bebas karena keluar dari rumah dan jauh dari orangtua. Kamu hidup merantau untuk meraih cita-citamu menjadi sarjana agar bisa bersaing masuk ke dunia kerja.

Namun, bukan berarti juga kamu setiap harinya harus terpaku untuk belajar. Sesekali saat libur kamu bisa rehat sejenak dan ke tempat-tempat yang bisa membuatmu santai sejenak. Kamu bisa pergi ke pantai atau ke obyek wisata lainnya.

Selain itu, apabila dirasa kamu memang membutuhkan uang tambahan mungkin bisa memikirkan untuk mencari kerja paruh waktu. Kamu jangan takut apabila tidak membagi waktu antara kuliah dan kerja.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) sebagai kampus swasta di Bali memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa yang ingin bekerja paruh waktu. Cerita tentang mahasiswa yang dipermudah kuliah sambil bekerja bisa kamu baca di link berikut: STIKI permudah mahasiswa kuliah sambil bekerja.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT di Bali ini paham betul bahwa mahasiswa membutuhkan kerja sebagai cara mereka untuk mendapatkan uang sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk merasakan langsung bagaimana selak beluk dunia kerja.

Generic placeholder image

5 Kata Mirip Dalam Bahasa Jawa & Bali, Awas Keliru!

09 Okt 2021   Berita

Bahasa Jawa dan bahasa Bali memang banyak kosakatanya yang sama dan memiliki arti yang sama. Namun, tahukah kamu ada pula sejumlah bahasa Jawa dan Bali yang kosakatanya sama tetapi memiliki arti yang beda. Bahkan, ada yang artinya berlawanan. Duh! Awas salah ya!

Makanya buat kamu yang belum tahu simak lima kosakata Bahasa Jawa yang mirip dengan Bahasa Bali tapi memiliki arti yang beda. Simak uraiannya berikut ini seperti dilansir IDNtimes:

Gedang

Gedang dalam bahasa Jawa dan bahasa Bali memang sama-sama nama buah. Namun, ternyata buahnya berbeda! Bahasa Jawa arti gedang adalah pisang, sedangkan bahasa Bali artinya pepaya. Bahaya nih buat kamu orang jawa yang tinggal di Bali dan punya teman warga lokal. Saat mau minta dibelikan gedang eh ternyata yang datang beda. Sekarang sudah tahu kan jadi jangan salah ya!

Budal

Kata budal dalam bahasa Jawa dan bahasa Bali memiliki arti yang berlawanan. Bahasa Bali budal artinya pulang. Dalam bahasa Jawa budal artinya berangkat. Kebalik ya!

kampus it di Bali, kuliah di bali, kampus swasta di bali

Cokot

Kata cokot juga memiliki arti yang beda meski kosakatanya sama. Dalam bahasa Bali cokot artinya pegang. Dalam bahasa Jawa kata cokot artinya gigit.

Mbok

Mbok dalam bahasa Bali dan bahasa Jawa berkaitan dengan umur. Dalam Bahasa Bali, kata mbok artinya panggilan untuk kakak perempuan. Nah, dalam bahasa Jawa, kata mbok mempunyai makna panggilan bagi seorang ibu. Nah ini bahaya nih kalau kamu nggak tahu cewek bisa tersinggung kalau kamu salah. Misalnya saat kamu memanggil kakak perempuan ternyata dia bisa tersinggung karena bisa dianggap terlihat lebih tua seperti ibu-ibu.

Wayah

Untuk satu ini tidak berbeda jauh dengan kata Mbok. Wayah dalam bahasa Bali artinya panggilan untuk kakek. Dalam bahasa Jawa artinya cucu.

Nah, itu merupakan kosakata yang mirip namun memiliki arti beda dalam bahasa Jawa dan bahasa Bali. Mempelajari kebiasaan sehari-hari hingga budaya memang sangat seru dan bisa dipelajari secara fun.

Buat kamu pendatang pasti ingin mempelajari budaya Bali yang terkenal memiliki keunikan hingga ke penjuru dunia. Untuk kamu yang baru lulus SMA dan berniat kuliah di Bali bisa memilih STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan Kampus IT di Bali.

STIKI Indonesia merupakan kampus swasata di Bali yang memiliki kurikulum tetap melestarikan pembelajaran budaya Bali. Selain bisa mempelajari budaya Bali, kamu juga bisa mendapatkan sejumlah keuntungan apabila memutuskan kuliah di Bali. Simak sederet keuntungan apabila kamu memutuskan kuliah di Bali di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Generic placeholder image

Mulai Oktober, PeduliLindungi Bisa Diakses di Aplikasi Lain

05 Okt 2021   Berita

Masyarakat sering mengalami kesulitan mengunduh aplikasi PeduliLindungi karena memori di smartphonenya penuh. Oleh sebab itu, Kementerian Kesehatan memberikan solusi aplikasi PeduliLindungi bisa diakses di aplikasi lain.

Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji mengatakan saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan platform-platform digital seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, Link Aja, bahkan ada juga aplikasi dari Pemerintah Jakarta yaitu Jaki.

Jadi masyarakat tidak harus menggunakan PeduliLindungi tetapi bisa mendapatkan fitur-fitur yang ada di PeduliLindungi pada aplikasi tersebut.

“Ini akan launching di bulan Oktober ini. Ada proses dimana kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang. Jadi aplikasi yang paling banyak digunakan itu kan seperti ada Gojek, Grab, Tokopedia dan lain sebagainya Itu bisa digunakan untuk bisa masuk ke berbagai macam fitur yang ada di PeduliLindungi,” katanya seperti dilansir sehatnegeriku.kemkes.go.id, Jumat (24/9).

Menurut Setiaji, Selanjutnya, kata Setiaji, bagi orang yang tidak punya ponsel pintar dan akan melakukan perjalanan udara maupun dengan kereta tetap bisa teridentifikasi status hasil tes swab PCR maupun antigen dan sertifikat vaksinnya. Status tersebut bisa diketahui melalui nomor NIK saat membeli tiket.

“Sudah kami berlakukan di bandara, misalnya di bandara itu bahkan di tiket sudah kita integrasikan. Kalau naik kereta api itu sudah tervalidasi pada saat pesan tiket, sehingga tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen),” ucapnya.

Sementara itu, bagi tempat yang tidak terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, masyarakat bisa memeriksanya secara mandiri di aplikasi PeduliLindungi. Caranya dengan memasukkan NIK dan langsung muncul bahwa yang bersangkutan statusnya layak atau tidak untuk masuk ke tempat tersebut.

“Di PeduliLindungi itu sudah ada fitur untuk self check. Jadi sebelum berangkat orang-orang bisa menggunakan self-check terhadap dirinya sendiri,” ujar Setiaji.

Kampus IT di Bali, Kuliah di Bali, Kampus Swasta di Bali

Di sisi lain, aplikasi PeduliLindungi banyak sekali keterkaitannya, seperti dengan hasil tes, hasil tracing kontak erat, dengan telemedicine sehingga bisa mendapatkan layanan obat gratis. Kemudian aplikasi PeduliLindungi juga akan diintegrasikan dengan sistem karantina.

Tidak hanya itu, kalau dilihat dari sisi jumlah akses aplikasi PeduliLindungi, pada awal Juli masih di bawah 1 juta, sekarang sudah hampir mendekati 9 juta yang mengakses PeduliLindungi, kemudian 48 juta kali diunduh, dan kurang lebih 55 juta pengguna bulanan.

Seperti diketahui, banyak aktivitas di era Pandemi COVID-19 yang membutuhkan menunjukkan sertifikat vaksin terlebih dahulu. Sertifikat vaksin masuk ke aplikasi PeduliLindungi.

Vaksinasi COVID-19 memang penting dilakukan. Oleh sebab itu, setiap masyarakat sudah seharusnya tidak ragu mengikuti vaksinasi COVID-19. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan Kampus IT di Bali telah berinisiatif menggelar vaksinasi massal bagi mahasiswa, keluarga mahasiswa dan warga sekitar.

Vaksinasi Massal Tahap I dilaksanakan pada 5 Juni 2021. Tahap II dilaksanakan pada 6 September 2021. Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T menegaskan inisiatif menggelar vaksinasi massal merupakan upaya membantu pemerintah menjangkau lapisan masyarakat yang belum mengikuti vaksin. Oleh sebab itu, vaksinasi massal dibuka untuk umum.

“Kami menyelenggarakan vaksin yang kedua bekerjasama dengan Dinkes Provinsi Bali. Kami ingin ikut berperan dalam membantu pemerintah mempercepat proses vaksinasi COVID-19 ke seluruh lapisan masyarakat,” katanya ditemui di sela-sela meninjau vaksinasi massal di Kampus STIKI Indonesia, Jl Tukad Pakerisan, Panjer, Denpasar Selatan, Senin (6/9/2021).

Proses vaksinasi massal tahap II di Kampus Swasta di Bali ini berlangsung lancar dan tak ada antrean yang terjadi saat pendaftaran. Made Muku menjelaskan proses pelaksanaan vaksinasi massal yang berlangsung lancar tersebut dikarenakan fasilitas yang memadai yang disediakan oleh Kampus IT Terpopuler di Bali ini.

“Karena kami kampus berbasis kampus teknologi maka segala sesuatu dapat lebih cepat,  karena sistem kami ada. Kami juga memiliki SDM yang membantu sehingga proses persiapan segala sesuatunya dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Selain upaya membantu pemerintah, vaksinasi massal juga digelar dalam rangka persiapan apabila pemerintah memutuskan kuliah tatap muka dapat dilakukan. Made Muku menjelaskan selain vaksinasi massal pihaknya telah melakukan persiapan dengan matang sehingga sudah sangat siap menggelar kuliah tatap muka.