Generic placeholder image

10 Pekerjaan dengan Gaji Tinggi di Indonesia, Salah Satunya Pekerja di Bidang IT

30 Ags 2021   Berita

Pekerjaan dengan gaji tinggi merupakan idaman bagi semua orang. Apalagi bisa bekerja sesuai dengan passion maka nikmat mana lagi yang hendak kau dustakan.

Sudah bekerja sesuai passion ditambah pula mendapatkan gaji yang tinggi. Berikut ini ada 10 pekerjaan di Indonesia yang bergaji tinggi. Salah satunya adalah pekerja di bidang IT.

Simak uraiannya berikut ini dikutip dari linovhr.com:

1. Pakar Konstruksi

Pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur maka tenaga ahli konstruksi semakin dibutuhkan. Karena tingginya permintaan maka pakar konstruksi yang baru menjadi sarjana atau fresh graduate dengan posisi manajer proyek bisa mendapatkan gaji sebesar Rp 20 juta. Apabila latar belakang pendidikan semakin tinggi misalnya S3 maka gaji yang diperoleh dapat mencapai Rp 60 juta setiap bulannya.

2. Manajer Human Resource (SDM)

Karena HRD adalah bagian vital yang menghubungkan antara pekerja dengan perusahaan maka wajar apabila departemen ini mendapat gaji tinggi. Contohnya saja manajer SDM di PT. Indofood berpenghasilan mencapai Rp 55 juta setiap bulan.

Sementara berdasarkan data yang dirilis pada tahun 2017, penghasilan manajer bagian HRD dapat berada di kisaran Rp 30 juta setiap bulan, itu belum termasuk tunjangan dan benefit yang mereka dapatkan.

3. Kepala Bidang Hukum

Kepala bidang hukum memiliki tanggung jawab besar berkaitan dengan segala urusan hukum. Apabila hukum dan undang-undang tidak diperhatikan maka perusahaan dapat terjebak di dalam masalah hukum yang tidak diinginkan. Sehingga wajar adanya apabila Kepala Bidang Hukum ini memperoleh gaji sebesar 57 juta – 90 juta rupiah.

4. Ahli Tambang

Jika seseorang adalah fresh graduate berkualitas dapat memperoleh minimal penghasilan Rp 6 juta sampai dengan Rp 8 juta di sektor pertambangan. Apabila karir terus menanjak sampai ke level menengah dan senior maka minimal dapat mendapatkan bayaran sebesar 30 juta rupiah setiap bulan.

Namun apabila menduduki jabatan sebagai kepala operasional maka penghasilan dapat dimulai dari angka 150 – 300 juta per bulan. Maka tak heran jika ahli tambang dapat digolongkan sebagai salah satu pekerjaan gaji termahal.

5. Pemasaran

Seluruh bidang usaha pasti membutuhkan pemasaran. Karena itu tenaga ahli pemasaran memiliki potensi penghasilan yang cukup besar. Dengan pendapatan awal dapat mencapai 10 juta rupiah. Cukup besar bukan jika dibandingkan dengan gaji rata-rata tertinggi di Indonesia?

Namun tidak berhenti sampai disitu saja. Sebab apabila karir terus membaik dan mencapai posisi Direktur Pemasaran maka gaji tiga digit dapat diraih, mulai dari 110 juta – 150 juta rupiah per bulan.

kampus IT di bali, kuliah di bali, kampus swasta di bali

6. Insinyur di Bidang Perminyakan dan Gas

Indonesia kaya akan minyak dan gas. Namun membutuhkan tenaga berkualitas untuk menangani bidang ini. Karena itu penghasilan yang didapatkan oleh fresh graduate dapat berkisar antara 4 sampai 10 juta rupiah. Namun, jika memiliki spesialisasi seperti petroleum engineer maka gaji yang didapatkan berkisar 35 – 70 juta rupiah.

7. Ahli Teknologi Informasi

Perkembangan teknologi semakin dahsyat dan cepat. Maka perusahaan akan berusaha untuk mengejar teknologi agar mampu bersaing. Ahli TI menjadi salah satu tenaga kerja yang diincar oleh perusahaan. Ingin tahu berapa penghasilannya?

Mulai dari 15 juta rupiah sampai dengan 35 juta rupiah bagi mereka yang berposisi sebagai software engineer atau kepala proyek TI. Namun jika jabatan manajer TI maka penghasilan dapat menembus 250 juta rupiah.

8. Konten Kreator

Era saat ini kebutuhan konten kreator semakin dibutuhkan oleh perusahaan. Baik sebagai tenaga kerja lepas atau tetap. Dengan adanya konten kreator maka perusahaan dapat terus menyajikan konten berkualitas terutama pada situs atau platform digital mereka.

Gaji konten kreator yang sukses dapat mencapai 250 juta rupiah dan tidak terbatas. Selama terus kreatif dan dicari banyak orang maka sumber penghasilannya akan terus berputar.

9. Perbankan

Dunia perbankan adalah sektor esensial yang harus terus hidup. Setiap saat bank akan terus mencari lulusan baru. Gaji untuk fresh graduate memang “hanya” 5 juta rupiah.

Tetapi bila karir terus beranjak naik maka angka 100 juta akan dapat dicapai. Bahkan apabila menjadi direktur keuangan gaji yang didapat mulai dari 120 – 250 juta/bulan.

10. CEO

Tentu saja siapa yang tidak mendambakan posisi Chief Executive Officer? CEO adalah jabatan tertinggi di dalam dunia korporasi yang penunjukkanya dilakukan oleh dewan direksi.

Apabila ditarik jumlah rata-rata maka penghasilan CEO adalah 37 juta rupiah. Tetapi tentu semakin besar perusahaan maka semakin besar pula gajinya. Sebagai gambaran saja, PT Garuda Indonesia memberikan gaji CEO sebesar 80 juta setiap bulan atau jika dikalkulasikan per tahun mencapai 960 juta rupiah. Bahkan angka ini belum yang tertinggi sebab CEO perusahaan asing dapat memiliki gaji sebesar 130 – 250 juta setiap bulannya.

Semua pekerjaan di atas tentu ada yang menjadi cita-citamu. Dari 10 pekerjaan di atas yang paling tren adalah pekerja di bidang IT. Era teknologi yang semakin berkembang tentu pekerja di bidang ini banyak dicari oleh perusahaan.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan Kampus IT di Bali siap membantumu mewujudkan cita-citamu menjadi profesiona di bidang IT. STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali memiliki dua program studi, yaitu Teknik Informatika dan Sistem Komputer yang sangat cocok untuk menjadi pilihan bagi kamu yang ingin bekerja sebagai pekerja di bidang IT.

Untuk informasi lebih lanjut tentang pendaftaran mahasiswa baru bisa disimak di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Generic placeholder image

Keuntungan Ikut Organisasi Mahasiswa, Berguna Banget Buat Kerja!

28 Ags 2021   Berita

Mahasiswa sudah seharusnya tidak menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang kuliah pulang). Setiap mahasiswa sudah seharusnya ikut dalam organisasi mahasiswa di kampus. Keuntungan mengikuti organisasi mahasiswa itu sangat banyak. Apalagi nanti akan berguna saat sudah lulus dan untuk masuk ke dunia kerja.

Apa saja alasan kenapa mahasiswa harus ikut organisasi mahasiswa? Simak uraiannya seperti dikutip dari gokampus.com:

1. Belajar kemampuan manajerial

Saat ikut organisasi, pasti kamu bakal dikasih kepercayaan untuk bertanggung jawab di beberapa program kerja. Di situ kemampuan leadership dan manajerial kamu bakal diuji dan diasah. Buat kamu yang belum tahu, kemampuan manajerial adalah keterampilan untuk mengatur, mengkoordinasi, dan menggerakkan bawahan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Dengan ikut organisasi mahasiswa, kamu jadi belajar untuk mengerjakan tugas yang jadi tanggung jawab kamu secara maksimal, bagi-bagi tugas ke partner atau ke staf, bangun semangat tim kamu supaya sama-sama bisa menyukseskan program kerja yang lagi dipegang. Kemampuan manajerial kayak gini gak lahir dengan sendirinya, perlu proses yang panjang dan dibiasakan terus supaya semakin baik. Kemampuan kayak gini bakal dipake selalu dalam dunia kerja dan bisa menunjang jenjang karir kamu juga.

2. Mengasah soft skill

Hal-hal yang kita pelajari di kelas biasanya masih bersifat hard skill, kayak kemampuan buat mengoperasikan komputer, menghitung, desain, analisis data, dan lain-lain. Hard skill emang penting, tapi ada juga soft skill yang gak kalah penting buat pengembangan diri. Berorganisasi bisa mengasah banyak soft skill kayak kemampuan komunikasi dan negosiasi, teamwork, problem solving, adaptasi, menyusun perencanaan dan strategi, manajemen waktu, sampai kreativitas. Kemampuan-kemampuan kayak gini gak bakal terasah kalau cuma dipahami secara teori di kelas aja.

Di organisasi mahasiswa, kamu bisa praktekin soft skill ini secara langsung secara terus-menerus supaya terasah. Kemampuan kayak gini akan selalu dipakai di dunia kerja juga loh. Contoh, kemampuan adaptasi kamu bakal terlihat banget dari cara kamu bertahan di dunia kerja yang bisa dibilang lebih “keras” daripada kuliah. Contoh lainnya, kreativitas kamu juga diperlukan buat kasih kontribusi yang fresh untuk perusahaan kamu. Kalau kamu punya hard skill yang bagus digabung sama soft skill yang mumpuni, dijamin karir kamu bakal jadi bagus banget!

kampus IT di bali, kampus swasta di bali, kuliah di bali

3. Memperluas koneksi

Dengan gabung ke organisasi, kamu bakal banyak koordinasi dan kerja bareng temen-temen seangkatan atau senior di kampusmu. Jadi bisa kenal sama anggota-anggota organisasi deh! Selain anggota organisasi, kamu juga bisa kenal dosen, jajaran dekanat, atau bahkan orang-orang penting yang bersinggungan sama organisasi kamu. Semakin aktif ikut organisasi, pasti bakal semakin besar juga kesempatan kamu untuk memperluas jaringan kamu karena orang yang kamu kenal pasti semakin banyak.

Koneksi yang luas ini juga bisa mempermudah kamu untuk dapetin pekerjaan. Eits, bukan berarti nepotisme ya! Kalau kamu punya track record kamu yang bagus selama organisasi, gak menutup kemungkinan koneksi kamu untuk mereferensikan kamu untuk kerja di kantornya.

4. Wadah mengembangkan bakat dan minat

Siapa bilang organisasi mahasiswa harus selalu BEM, atau himpunan? Kamu juga bisa berorganisasi lewat Unit Kegiatan Mahasiswa atau UKM loh. UKM sendiri adalah lembaga kemahasiswaan yang anggotanya punya kesamaan minat dan hobi yang bertujuan untuk menyalurkan kegiatan ekstrakurikuler di lingkungan kampus. UKM bisa mencakup 3 bidang yaitu bidang seni (tari, paduan suara, teater, dan lainnya), bidang olahraga (basket, bola, futsal, voli, renang, dan lain-lain), atau bidang khusus (resimen mahasiswa, koperasi, pencinta alam, dan lain-lain).

Di UKM sendiri ada struktur organisasi yang bertugas untuk mengurus jalannya UKM sehari-hari. Jadi, kalau ikut UKM dan jadi pengurusnya, kamu bisa menyalurkan bakat dan minat kamu sekaligus dapetin manfaat berorganisasi. Seru, kan?

5. Menambah nilai di CV

Pengalaman kamu ikut organisasi mahasiswa bisa kamu masukkan ke CV kamu buat jadi bekal untuk melamar kerja, loh! Dengan melampirkan pengalaman-pengalaman organisasi di CV, tandanya kamu adalah mahasiswa yang aktif dan suka berkontribusi. Apalagi, kalau IPK yang kamu punya tergolong tinggi, bisa menambah nilai kamu lagi di mata perusahaan. IPK yang tinggi nunjukin kalau kamu bisa mengatur waktu antara kegiatan organisasi sama tugas-tugas dari kampus.

Biasanya perusahaan juga lihat apa aja yang udah kamu kerjakan selama organisasi, kayak divisi tempat kamu berada dulu dan juga program kerja yang pernah kamu kerjain. Bisa jadi nilai plus lagi kalau apa yang pernah kamu kerjain sebelumnya di organisasi ternyata relevan sama pekerjaan yang kamu lamar.

Nah, sudah tahu kan betapa pentingnya ikut organisasi kemahasiswaan. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan kampus IT di Bali memiliki total 35 organisasi kemahasiswaan. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di kampus swasta di Bali ini sangat beragam. Mulai dari UKM keagamaan, olahraga, hobi dan masih banyak lainnya.

Selain memiliki banyak UKM, STIKI Indonesia yang merupakan Kampus IT terpopuler di Bali ini memiliki kurikulum yang juga fokus pada mengasah kemampuan soft skill. STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini paham betul bahwa soft skill harus dikuasai dan berimbang antara penguasaan hard skill.

Selain memiliki kurikulum yang fokus pada soft skill, STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT terpopuler di Bali ini juga fokus pada pembelajaran budaya Bali. Maka, bagi kamu yang ingin kuliah di Bali akan mendapatkan keuntungan bisa mempelajari budaya Bali yang terkenal memiliki keunikan hingga ke penjuru dunia.

Informasi lebih lanjut tentang informasi pendaftaran mahasiswa baru bisa disimak di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id

Generic placeholder image

Dari Kaum Rebahan Jadi Kaum Perubahan

28 Ags 2021   Berita

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan dalam surveinya bahwa penduduk Indonesia didominasi oleh generasi Z dan generasi milenial. Generasi Z adalah penduduk yang lahir pada kurun tahun 1997-2012 dan generasi milenial lahir pada kurun tahun 1981-1996.

Survei yang digelar oleh BPS sepanjang Februari-September 2020 didapati jumlah generasi Z mencapai 75,49 juta jiwa (27,94%). Sebagai generasi denga populasi terbanyak Generasi Z dan milenial diidentikkan dengan kaum rebahan. Mereka tumbuh di tengah kemajuan teknologi maka tak bisa dijauhkan dengan teknologi khususnya gadget.

Dilansir detik.com, istilah “kaum rebahan” mulai muncul sejak aksi demo para mahasiswa pada September 2019 lalu dan menjadi bahan perbincangan hingga saat ini. Istilah tersebut merujuk pada orang-orang yang lebih memilih untuk bersantai dan berbaring di kasur daripada mengisi waktunya dengan hal yang positif dan produktif.

Sayangnya, istilah kaum rebahan justru menimbulkan stereotip negatif terhadap para milenial dan generasi Z. Malas, tidak produktif, melewatkan kesempatan, tidak mempunyai target, serba instan dan tidak menghasilkan apa-apa.”

Nyatanya, stereotip terhadap milenial dan generasi Z yang dianggap generasi pemalas sudah ada sejak 2013 melalui laporan yang dikeluarkan oleh Time.

Selain pemalas, para milenial juga sering dianggap enggan bekerja keras, narsis, menyukai sesuatu yang instan, bergantung pada teknologi, mengerjakan sesuatu tanpa keringat, ingin terdidik tetapi tidak juga lulus kuliah.

Riset yang dilakukan oleh Ipsos MORI Social Research Institute menunjukkan bahwa perbedaan usia pada tiap generasi menimbulkan persepsi yang kontras satu sama lain. Bobby Duffy, Managing Director dari lembaga riset tersebut menyatakan, “Generasi muda selalu menjadi target ejekan dari generasi yang lebih tua.”

Perbedaan persepsi yang menimbulkan stereotip tertentu adalah hal yang tidak dapat dihindari. Pasalnya, tiap-tiap generasi memiliki karakteristik, kebiasaan, nilai, pola pikir, dan budaya yang berbeda-beda.

Menurut Manheim (1952), generasi merupakan sebuah konstruksi sosial, yang di dalamnya terdapat sekelompok orang dengan kesamaan umur dan pengalaman historis. Generasi adalah sekelompok individu yang dipengaruhi oleh kejadian-kejadian bersejarah dan fenomena budaya pada fase kehidupan mereka (Twenge, 2006).

kampus IT di bali, kampus swasta di bali, kuliah di bali

Generasi millenial sendiri dibesarkan oleh kemajuan teknologi. Hal ini membuat para milenial melibatkan teknologi dalam berbagai aspek kehidupannya. Selain itu, generasi milenial juga memiliki pola pikir yang berbeda dengan generasi sebelumnya.

Lahir dan dibesarkan pada saat gejolak ekonomi, politik, dan, sosial melanda Indonesia membuat para milenial tumbuh sebagai generasi yang open minded, kritis, menjunjung tinggi kebebasan, dan berani (BPS, 2018).

Generasi milenial dapat dikatakan sebagai subkultur berdasarkan usia (Schiffman & Kanuk, 2010). Sebagai sebuah subkultur tentu generasi milenial memiliki identitas kolektif yang berbeda dari budaya dominan.

Identitas kolektif tersebut berguna untuk menepis stereotip negatif yang diberikan kepada milenial akibat munculnya istilah kaum rebahan.

Terdapat banyak riset yang membantah stereotip milenial sebagai generasi pemalas. Aktivitas berbaring di kasur bagi generasi milenial bukanlah hambatan untuk tetap produktif.

Dengan berkembangnya teknologi dan media internet, memungkinkan para milenial untuk menuntaskan tanggung jawabnya dimana pun dan dalam kondisi apapun, termasuk berbaring.

Sembari berbaring, para milenial dapat ber-multitasking, seperti belajar, belanja, bersosialisasi di satu waktu yang sama. Tidak hanya hal yang sifatnya menghibur, sambil berbaring para milenial juga mampu menjalankan bisnis secara online.

Berdasarkan riset, 7 dari 10 milenial mempunyai jiwa entrepreneurship yang tinggi (IDN Research Institute, 2019). Tidak heran saat ini banyak bisnis online yang bermunculan.

Selain itu, banyak juga milenial yang beralih dari pekerjaan yang pergi pagi pulang petang menjadi pekerjaan yang lebih fleksibel seperti freelance. Laporan dari Freelancers Union dan Upwork menyebutkan bahwa sebanyak 47 persen pekerja generasi milenial memilih bekerja freelance.

Terkait dengan stereotip yang muncul bahwa generasi milenial adalah generasi yang enggan bekerja keras, riset oleh ManpowerGroup memberikan hasil yang mengejutkan. Riset tersebut menunjukkan bahwa para milenial bekerja lebih keras dari generasi sebelumnya.

Sebanyak 73 persen milenial di dunia bekerja 40 jam seminggu dan seperempatnya bekerja lebih dari 50 jam seminggu. Selain itu, sebanyak 26 persen di antaranya mempunyai lebih dari satu pekerjaan.

Orientasi bekerja antara milenial dengan generasi sebelumnya juga berbeda. Apabila generasi sebelumnya berorientasi pada gaji atau upah, milenial tidak bekerja semata-mata untuk gaji melainkan untuk mengejar tujuan.

Para milenial melihat pekerjaan sebagai proses pengembangan diri. Apabila pekerjaan dirasa tidak berdampak pada pengembangan diri, maka milenial akan memilih untuk mencari pekerjaan lain. Hal ini membuat fenomena turnover banyak terjadi di kalangan milenial, namun semata karena para milenial mencari pengembangan diri pada pekerjaannya.

Berdasarkan data-data tersebut, maka stereotip negatif yang muncul terhadap generasi milenial sebagai kaum rebahan tidak sepenuhnya benar. Namun, stereotip dari sekelompok orang terhadap orang lainnya memang hal yang tidak dapat dihindari.

Munculnya stereotip tidak lain karena tiap-tiap kelompok mempunyai perbedaan masing-masing sehingga menimbulkan cara pandang tertentu. Agar dapat meminimalisasi stereotip, maka tiap-tiap individu harus menyadari bahwa tiap-tiap kelompok mempunyai keunikan tersendiri sehingga tidak dapat disamakan dengan kelompok yang lain.

Oleh sebab itu, sudah saatnya predikat kaum rebahan harus hilang. Sebagai generasi dengan populasi terbanyak di negeri ini sudah tentu harus mampu menjadi kaum perubahan. Mari bergerak bersama wujudkan cita-cita yang gemilang.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan kampus IT di Bali siap membantumu dalam meraih masa depan yang gemilang. STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali memiliki dua program studi, yaitu Teknik Informatika dan Sistem Komputer. Dua program studi yang paling populer dan dibutuhkan oleh industri kerja di Revolusi Industri 4.0.