Generic placeholder image

Suka dan Duka Menjadi Seorang Desainer Grafis

10 Ags 2021   Berita

Desainer Grafis merupakan profesi yang paling banyak diinginkan generasi sekarang. Siapa yang tidak ingin mendapatkan uang dari hobi. Mereka yang ingin menjadi seorang desainer grafis tentu berangkat dari hobinya dalam desain. Nah, sebenarnya apa saja ya suka dan duka menjadi seorang desainer grafis? Mari kita bedah keduanya ya!

Suka Menjadi Seorang Desainer Grafis tentu sangat banyak. Ada sederet keuntungan yang bisa kamu dapat apabila memilih profesi ini. Simak uraiannya:

Bisa mencari pekerjaan di industri apa pun

Hampir setiap perusahaan di dunia perlu melakukan promosi. Setiap perusahaaan apa pun industrinya tentu membutuhkan logo, pedoman merek, dan banyak materi visual penting lainnya, seperti poster kegiatan, konten untuk di website mau pun media sosial. Website dan media sosial sangat penting bagi satu perusahaan yang berarti merupakan proyek besar bagi seorang desainer grafis.

Bisa memilih untuk berwirausaha

Banyak desainer grafis memilih untuk menjadi bos bagi diri mereka sendiri atau sekadar menjadi seorang freelancer. Artinya profesi seorang desainer grafis bisa bekerja dari rumah atau di kedai kopi. Tentu bisa pula menetapkan sendiri harga desain dan jam kerja.

Pilihan karir yang beragam

Lulusan desain grafis bisa memilih pilihan karir yang beragam. Kamu bisa memilih untuk fokus berkarir di berbagai spesialisasi di antaranya tipografi, desainer web, Ilustrator, layouter, komikus, desainer interior, creative director, UI/UX designer, game designer dan animator. Namun, menguasai sejumlah spesialisasi tentu dapat membuat kamu bisa mendapatkan keuntungan. Misalnya, kamu bekerja di satu perusahaan sebagai seorang UI/UX Designer, namun anda bisa mengambil kerja sampingan dengan menjadi seorang ilustrator.

Tidak akan pernah bosan

Dalam dunia desain grafis, selalu ada teknologi dan tren baru untuk dipelajari. Gaya dan estetika berubah sangat cepat dan teknologi juga berubah dan berkembang dengan cepat. Jika Anda ingin tetap relevan, penting untuk mengikuti perkembangan tren. Memiliki pikiran ingin tahu dan mau belajar hal baru tentu akan membuat anda semakin hebat di profesi ini.

Bisa mengekspresikan diri

Sebagai seorang desainer, dapat mengekspresikan kreativitas. Menjadi desainer memberi kesempatan untuk menyalurkan banyak ide dan konsep kreatif. Meski pun kebutuhan klien dapat menghalangi untuk berkreasi, tetapi kreativitas anda dapat disalurkan ke hal lain.

Sebagai contoh, ada bisa mengambil pekerjaan sampingan yang bisa membebaskan berkreasi, seperti mengambil tawaran dari seorang teman yang meminta dibuatkan logo untuk bisnis kedai makanan yang akan dibuka atau bisa membuatkan desain untuk undangan pernikahan kerabatmu.

Memiliki bukti nyata atas hasil kerja

Salah satu aspek yang diabaikan, namun menarik dari menjadi seorang desainer grafis adalah bahwa pekerjaan tersebut benar-benar merupakan karir yang bisa menunjukkan hasil karyamu. Seorang desainer grafis dapat menampilkan karya terbaiknya dalam portofolio atau untuk unggahan di media sosial. Berbeda dengan profesi lain, seperi akuntan yang mungkin sulit untuk menampilkan hasil kerjanya di media sosial seperti Instagram. Desainer grafis tinggal mengunggah hasil karyanya di feed Instagram sehingga semua orang bisa melihatnya.

Mempelajari desain grafis tidak mengharuskan seseorang untuk memiliki jiwa seni yang sempurna. Semua orang bisa mempelajarinya meski tidak memiliki skill sekali pun. Namun, perlu diingat setelah belajar teknik desain grafis, nantinya kamu memiliki tanggung jawab mewujudkan komunikasi verbal menjadi komunikasi visual yang menarik agar pesan dapat mudah diterima oleh konsumen/masyarakat.

kuliah IT di bali, kampus swasta di bali, kuliah di bali

Banyak bukan suka menjadi seorang desainer grafis. Namun, tentu ada sejumlah duka pula yang menyertai profesi ini. Simak uraiannya:

Dianggap remeh

Sering kali kita lihat di media sosial perbincangan seputar curahan hati seorang pekerja desainer grafis yang sering mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari klien bahkan belum secara resmi menjadi kliennya. Sedih.

Banyak sekali orang yang menganggap remeh profesi ini. Banyak yang menawar harga jasa dengan murah bahkan tak sedikit pula yang meminta gratis! Sadis!

Kita seringkali mendengar istilah ‘harga temen’. Harga temen bisa diartikan meminta atau mendapatkan harga murah karena menganggap ‘temen’. Hey! Padahal seharusnya sadar kalau ‘temen’ justru harusnya mendukung pekerjaan temennya dan enggak meminta harga murah. Kalau memang temen seharusnya bisa bayar dengan harga yang lebih karena menghargai pertemanan.

Ada lagi misalnya yang meminta dibuatkan desain logo dan sebagainya dan dikasih harga desainnya terus malah nawar dengan harga yang sadis. Parah!

Calon Klien: Mas, bisa buatkan desain untuk logo usaha kuliner saya yang baru?
Desainer: Bisa mas. Tolong nanti kirimkan detailnya ya atau bertemu untuk wawancara biar tahu detail usahanya seperti apa?
Calon Klien: Boleh. harganya berapa mas?
Desainer: Untuk logo harga Rp 500 ribu mas
Calon Klien: Mahal amad. Rp 100 ribu deh ya. Buat logo kan gampang. Masa buat logo gitu aja mahal
Desainer: Maaf mas. Logo yang saya buat profesional. Ada harga ada kualitas. Silakan cari desainer lain.

Diminta revisi

Revisi tiada akhir juga sering menimpa desainer grafis hasil desain yang sudah dikerjakan dengan sepenuh kemampuan tetap saja belum mampu memuaskan klien. Maka dengan wajar biasanya desainer grafis memberikan kesepakatan di awal bahwa revisi maksimal hanya tiga kali.

Ada lagi yang biking geleng-geleng kepala. Desainer grafis memberikan desain pertama ke klien. Lalu klien meminta revisi dan diberikan desain kedua, ketiga dan seterusnya. Tetapi klien malah mau desain yang pertama. Lah? Pusing!

Project “Thank You”

Belum lagi ada yang meminta ‘Project Thank You’. Ini merupakan project dari yang ngakunya temen. Minta dibuatin desain segala macam terus cuma bayar pakai ‘Thank You’. Fyuh. Sabar.

Begitu kurang lebih suka dan duka menjadi seorang desainer grafis. Semua pekerjaan memang ada suka dan dukanya. Terpenting adalah kamu bisa bekerja sesuai dengan minat dan bakatmu. Menjadi seorang desainer grafis profesional bisa dengan belajar di tempat yang tepat. Apalagi salah satu syarat bekerja adalah minimal S1.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) merupakan kampus IT di Bali yang memiliki program studi Teknik Informatika yang salah satu peminatannya adalah Desain Grafis dan Multimedia. Sebagai kampus swasta di Bali, STIKI Indonesia dengan Desain Grafis dan Multimedia memiliki komitmen mencetak lulusan yang mampu menghasilkan karya berbasis desain grafis dan multimedia serta pembuatan situs/web perusahaan/instansi, video editing, program tayangan televisi, desain display product, animasi 2 dan 3 dimensi, corporate identity serta marketing kit.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT sekaligus technopreneur campus di Bali juga merupakan kampus yang siap membantu mahasiswa unuk menjadi technopreneur. Kamu bisa bergabung menjadi bagian dalam Inkubator Bisnis STIKI Indonesia.

Selain kampus IT dan technopreneur campus di Bali, STIKI Indonesia juga merupakan kampus yang memiliki kurikulum berbasis budaya khususnya budaya Bali. Tentu menjadi keuntungan bagi kamu yang bukan orang Bali dan ada rencana kuliah di Bali.

Kamu bisa menjadi profesional IT atau technopreneur sekaligus bisa mempelajari budaya Bali yang terkenal memiliki keunikan hingga ke penjuru dunia. Bagi kamu yang ingin tahu keuntungan kuliah di Bali bisa dicek di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Untuk informasi pendaftaran mahasiswa baru STIKI Indonesia yang merupakan Kampus IT terpopuler di Bali bisa disimak di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Generic placeholder image

Fakta: Grup WhatsApp Keluarga Berpotensi Pengaruhi Kesehatan Mental

07 Ags 2021   Berita

Kita semua pasti risih dengan grup WhatsApp keluarga karena ada saja topik percakapan yang membuat geleng-geleng kepala. Biasanya membahas berita yang belum valid atau kabar hoaks.

Akibatnya kita semua cenderung mengabaikan pesan dalam grup bahkan tidak pernah membukanya. Mau menegur takut apalagi mau keluar dari grup WhatsApp keluarga.

Menurut penelitian dari American Psychological Association, saat seseorang sering memeriksa pesan atau e-mail pada ponsel atau komputer berkaitan dengan tingkat stres seseorang.

Apa yang dikonsumsi di layar ponsel atau monitor adalah mater-materi yang menimbulkan kegelisahan hingga gangguan mental.

Di dalam penelitian yang melakukan survei kepada peserta ini, para peneliti membuat poin 1-10. Angka 1 artinya sedikit atau tidak stres dan angka 10 adalah stres berat.

Hasilnya, rata-rata angka yang didapatkan dari peserta yang menjawab survei adalah 5,3. Sementara itu, bagi mereka yang jarang memeriksa ponselnya memiliki poin yang lebih rendah, yaitu 4,4.

Mengapa grup WhatsApp keluarga termasuk grup obrolan yang memengaruhi kesehatan mental? Alasannya, grup keluarga kadang menimbulkan perasaan tak nyaman kepada penggunanya. Misalnya, dalam grup itu tidak ikut mengucapkan selamat ulang tahun atau duka.

Di grup keluarga juga kadang banyak anggotanya senang berbagi informasi hal-hal yang mungkin menurut anak muda tidak penting. Nah, sangat melelahkan bagi peserta grup lain untuk mengabaikannya karena merasa tidak enak. Akibatnya, tidak jarang grup WhatsApp keluarga yang terpaksa dibaca tersebut memengaruhi kesehatan mental Anda.

kuliah IT di bali, kampus swasta di bali, kuliah IT

Kondisi berbeda dengan grup percakapan kantor. Anda tidak perlu merasa tidak enak untuk mengabaikannya karena kadang itu bukan bagian dari tugas Anda. Jadi, tingkat stres-nya pun berbeda.

Bagaimana dengan maraknya berita bohong di grup keluarga?

Sebenarnya, salah satu faktor yang menyebabkan grup WhatsApp keluarga berpengaruh terhadap kesehatan mental seseorang adalah berita bohong. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hoaks atau berita bohong sering disebarkan oleh anggota keluarga di WhatsApp.

Sebagai contoh, ketika masa pemilihan umum berlangsung, tidak jarang berita-berita yang menjatuhkan salah satu calon pasangan beredar di grup atau media sosial. Di antara ratusan berita yang disebarkan, jumlah berita yang berisi kebohongan ternyata cukup banyak.

Membaca berita hoaks alias berita bohong ternyata dapat memengaruhi kesehatan mental meskipun hanya membacanya dari media sosial. Dilansir dari Psycom, dengan banyaknya informasi yang salah dianggap sebagai kebenaran, tidak sedikit orang yang mengalami stres akibat dari judul sebuah berita.

Hoaks memang dirancang untuk memanipulasi opini masyarakat, terutama mereka yang jarang memeriksa kebenarannya di sumber lain. Selain itu, berita bohong juga sering menimbulkan perasaan marah, curiga, dan cemas yang mampu memengaruhi pemikiran Anda.

Terlebih lagi, ketika berita dari grup WhatsApp tersebut ternyata terbukti palsu juga memunculkan perasaan marah dan frustrasi. Kondisi ini biasanya berlaku pada pembaca yang merasa tidak berdaya ketika menghadapi berita palsu untuk memanipulasi opini publik.

Oleh karena itu, ketika menerima kabar bohong atau berita hoaks yang tersebar di grup WhatsApp keluarga, tidak jarang Anda merasa frustasi dan kesehatan mental pun terganggu.

Tips menjaga kesehatan mental di era kemajuan teknologi
Tidak hanya grup keluarga di WhatsApp yang dapat memengaruhi kesehatan mental Anda, ternyata media sosial lainnya pun juga memberikan dampak yang sama. Menghindari grup chat mungkin akan mudah, tetapi bagaimana dengan media sosial lainnya?

Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan dalam menjaga kesehatan mental di era kemajuan teknologi.

Mengurangi waktu penggunaan

Salah satu langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan mental dan terhindar dari grup chat media sosial adalah mengurangi waktu penggunaan.

Mengurangi penggunaan media sosial hingga 10 sampai 30 menit sehari ternyata dapat menurunkan tingkat kecemasan, depresi, dan gangguan tidur.

Walaupun demikian, Anda tidak perlu mengurangi penggunaan media sosial secara drastis untuk menjaga kesehatan mental.

Mengalihkan perhatian

Selama ‘berpuasa’ dari media sosial, tidak jarang keinginan untuk membuka kembali ponsel cukup besar karena tidak melakukan apapun. Maka itu, menjaga kesehatan mental agar terhindar dari grup WhatsApp dan platform lainnya dapat dilakukan dengan mengalihkan perhatian.

Mengalihkan perhatian dari keinginan membuka media sosial dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti:

Menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman, seperti bertemu langsung

Melakukan hobi atau menemukan hobi baru, seperti melukis atau membaca

Mengisi waktu dengan hal-hal yang sehat, seperti rutin berolahraga

Menenangkan dan merilekskan pikiran dengan dikelilingi oleh alam
Walaupun demikian, grup Whatsapp keluarga tidak selalu berdampak buruk terhadap kesehatan mental anggotanya. Terkadang, Anda bisa mendapatkan manfaat dari media sosial untuk kesehatan, baik mendapatkan informasi maupun berkomunikasi dengan orang lain.

Sumber: hellosehat

Generic placeholder image

Waspada! Cari Tahu 5 Jenis Serangan Siber

06 Ags 2021   Berita

Potensi serangan siber patut diwaspadai di era semakin meningkatnya digitalisasi. Serangan siber merupakan jenis serangan yang menyasar sistem komputer perorangan, perusahaan atau instansi yang biasanya dilakukan oleh peretas demi mendapatkan keuntungan berupa uang atau hanya demi kepuasan semata.

Dikutip dari aqi.co.id, serangan siber dilaporkan semakin meningkatkan selama Pandemi Covid-19 di awal tahun 2020. Pandemi Covid19 memaksa setiap individu untuk berdiam diri dan melaksanakan segala aktivitas dari rumah, termasuk untuk urusan pekerjaan.

Tak heran di tahun 2020 terjadi lonjakan kenaikan pengguna internet. Kenaikan pengguna internet ini turut meningkatkan jumlah serangan siber di Indonesia. Untuk itu, penting bagi setiap individu, perusahaan, atau instansi untuk mengetahui apa saja jenis-jenis serangan siber yang ada saat ini.

Berikut lima jenis serangan siber dikutp dari aqi.co.id:

DoS

Tahun 2018, Github, yang menjadi platform untuk manajemen proyek dan sistem versioning code sekaligus platform jaringan sosial bagi para developer, diketahui sempat down akibat serangan peretas. Jenis serangan yang dialami Github kala itu adalah DoS.

DoS kependekan dari Denial of Service, yaitu jenis serangan yang berusaha melumpuhkan sebuah website agar tidak bisa diakses pengguna. Peretas akan melakukan serangan secara bertubi-tubi agar situs down sampai kemudian lumpuh total.

Malware

Malware adalah sebuah perangkat lunak yang berbahaya karena dirancang untuk merusak sistem komputer. Malware juga mengandung virus. Ketika malware berhasil masuk ke sebuah perangkat, maka dengan cepat malware mampu merusak sistem dalam perangkat tersebut.

Selain merusak sistem, kemampuan lain malware adalah mencuri data. Bayangkan jika malware masuk ke komputer perusahaan yang menyimpan data penting, tentu amat bahaya.

Biasanya malware menyusup ke perangkat manakala pengguna mengunduh file kemudian menginstallnya di perangkat. Malware dikategorikan sebagai serangan siber yang paling berbahaya.

kuliah IT di bali, kampus swasta di bali, kuliah di bali

Phishing

Phishing seringkali digunakan untuk mencuri data penting. Data-data penting yang dimaksud misalnya PIN, password, dan username. Seperti kita tahu, dengan memperoleh username, password, dan PIN, maka si pencuri bisa masuk ke akun kita dan mengambil alih kendali atas akun tersebut.

Bayangkan bila akun yang dicuri adalah akun perbankan, akun email, akun sosial media, dan akun ecommerce, tentu bisa fatal akibatnya. Peretas bisa mendapatkan kendali atas akun tersebut dan kita akan kehilangan kendali, yang selanjutnya bisa mengakibatkan kerugian finansial.

Phishing dilakukan dengan menyebarkan email berisikan attachment atau link. Link tersebut akan mengarahkan target ke sebuah halaman tipuan yang bisa terlihat kredibel atau resmi. Misalnya saja, link untuk pembelian produk handphone terbaru dengan diskon super murah. Penerima email yang tertarik dengan promosi tersebut mungkin bermaksud memesan kemudian mengisikan data-data kartu kreditnya di laman tipu-tipu tersebut. Akhirnya peretas berhasil mendapatkan data penting pengguna untuk digunakan kejahatan selanjutnya.

Credential Reuse

Jenis serangan siber ini memanfaatkan kredensial yang mirip di beberapa akun. Misalnya anda menggunakan username dan pasword yang mirip di akun email, akun sosial media, akun ecommerce, dsb. Kondisi tersebut menjadi sasaran empuk serangan siber.

Peretas mungkin mendapatkan username and password satu akun anda, tapi karena anda menggunakannya di beberapa akun lain, maka peretas akan bisa dengan mudah mengambil alih akun lain anda. Maka dari itu, disarankan untuk menggunakan username dan password yang berbeda untuk tiap-tiap akun. Bila khawatir lupa, anda bisa mencatatnya di memo dan menyimpannya dengan aman di rumah.

SQL Injection

Jenis serangan yang selanjutnya adalah SQL Injection. Serangan ini harus diwaspadai oleh tiap-tiap IT perusahaan. SQL Injection bisa karena ada celah yang tidak bisa ditutupi oleh sistem keamanan dari database tersebut.

Hacker akan memasukkan kode seperti titik, petik tunggal, dan strip. Ketika kode tersebut berhasil, maka seluruh data dalam sebuah database akan terhapus dan data tersebut digunakan oleh hacker untuk melakukan tindakan lain yang bisa merugikan sebuah perusahaan.