Generic placeholder image

Ingat! Coding Bukan Sekadar Menghafal Syntax

06 Okt 2021   Berita

Programmer dan bahasa pemrograman ibrat sahabat sejati. Dalam membuat program pasti membutuhkan yang namanya bahasa pemrograman. Untuk menjadi seorang programmer banyak yang masih terpaku bahwa coding harus mampu menghafal syntax.

Dari segi penggunaan bahasa syntax biasa juga disebut sebagai sintaks, dapat diartikan sebagai aturan yang harus dipenuhi. Maksud adanya syntax adalah bertujuan agar kode atau script yang ditulis dan dimengerti oleh komputer.

Nah, sebenarnya adalah sejumlah hal yang harus diutamakan ketimbang pusing menghafal syntax. Berikut ini cara belajar bahasa pemrograman selain menghafal syntax. Berikut langkah-langkahnya seperti dilansir dari makinrajin.com:

Gunakan algoritma

Kamu tidak perlu hanya sibuk menghafalkan tanpa tahu arti dan maksud dari perintah-perintah dari bahasa pemrograman. Perlu diingat apabila kamu masih menerapkan cara menghafal tanpa konsep maka tidak akan bisa mahir. Oleh sebab itu, gunakan algoritma.

Algoritma ibarat basic dalam bahasa pemrograman. Kamu harus paham dari setiap baris bahasa pemrograman. Maka jangan hanya fokus pada bagaimana menghafal tetapi harus paham syntax. Tujuan memahami adalah bisa memahami asal-usul peletakan syntax.

Algoritma ibarat jembatan yang menghubungkan satu masalah dengan logika. Konsep itu mengubah sebuah permasalahan menjadi objek yang bisa diterima dengan logika. Tetapi metode menghafalkan itu bisa membuat kamu terpaku dan mematikan logikamu. Terutama pada bahasa pemrograman.

Pilih tujuan

Setelah kamu menanamkan konsep algoritma dan logika pemrograman, sekarang kamu mau menentukan mau jadi programmer yang seperti apa. Untuk mampu belajar bahasa pemrograman dengan mudah dan efektif kamu wajib punya tujuan.

Latihan

Untuk jago coding memang dibutuhkan latihan yang rutin dan gigih. Nah, dibandingkan fokus pada menghafal syntax lebih baik kamu fokus pada bagaimana menghafal syntax. Lewat latihan yang rajin kamu akan terbiasa mengetikkan perintah bahasa pemrograman.

Kampus IT di Bali, Kampus Swasta di Bali, kuliah di bali

Konsisten dan fokus

Dalam hal apa pun memang sangat dibutuhkan adalah konsisten dan fokus. Belajar bahasa pemrograman bukan sekali jalan namun membutuhkan waktu. Saat belajar bahasa pemrograman yang dibutuhkan adalah konsisten dan fokus.

Temukan tempat belajar yang tepat

Untuk bisa mahir coding agar bisa menjadi seorang programmer mahir yang kamu butuhkan adalah menemukan tempat belajar yang tepat. Bagi kamu yang baru lulus SMA mungkin perlu mempertimbangkan untuk kuliah dengan mengambil jurusan yang bisa mewujudkan keinginanmu tersebut.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) merupakan Kampus IT di Bali yang memiliki program studi Teknik Informatika dan Sistem Komputer. Untuk program studi Sistem Komputer, STIKI Indonesia sebagai kampus swasta di Bali memiliki visi menjadikan program studi yang membentuk sarjana komputer yang memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi sistem cerdas dan sistem digital untuk mendukung perkembangan industri pariwisata berwawasan budaya.

Sementara itu, Teknik Informatika di kampus IT terpopuler di Bali ini memiliki visi menjadikan Program Studi yang membentuk sarjana komputer di bidang teknik informatika, dengan kemampuan mengolah serta menganalisa sistem informasi, multimedia, dan memanfaatkan teknologi terkini dalam mendukung perkembangan industri pariwisata berwawasan budaya.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini memang memiliki kurikulum yang mengedepankan wawasan budaya khususnya budaya Bali. Untuk kamu yang bukan warga Bali dan memilih kuliah di Bali maka dapat keuntungan sekaligus dapat mempelajari budaya tentang Bali.

Memutuskan kuliah di Bali juga memiliki banyak keuntungan. Kamu tahu sendiri Pulau Bali merupakan pusat pariwisata Indonesia karena memiliki panorama alam yang indah. Selain itu, budaya di Bali juga masih kental dan rasa toleransi di Bali sangat tinggi. Simak sederet keuntungan apabila kamu memutuskan kuliah di Bali di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Untuk bergabung dan ingin tahu lebih mendalam tentang pendaftaran mahasiswa kamu bisa simak di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Generic placeholder image

Pelajaran yang Bisa Dipetik Dari Drama Squid Game

27 Sep 2021   Berita

Serial Drama Korea Squid Game sukses besar mencuri perhatian penonton di seluru dunia. Drama besutan sutradara Hwang Dong-hyuk menduduki peringkat pertama chart tontonan Netflix di Amerika Serikat.

Drama Korea ini bercerita tentang kisah ratusan orang yang terlilit utang dengan jumlah besar. Saat berada di keputusasaan itulah akhirnya mereka berpartisipasi dalam sebuah permainan dengan penawaran total hadiah 45,6 miliar bagi pemenang. Sebelum memulai permainan, mereka diminta persetujuan untuk ikut dalam permainan tanpa tahu aturan dalam permainan tersebut.

Setelah setuju ikut dalam permainan, penyelenggara permainan memulai permainan yang justru sangat berisiko bagi tiap peserta. Mereka akan mengikuti permainan dan saat tidak berhasil akan kehilangan nyawa mereka!

Drama Korea yang terus menjadi bahan perbincangan ini ternyata banyak menyimpan pelajaran yang bisa dipetik. Apa saja pelajaran yang bisa dipetik dari Serial Korea Squid Game? Simak uraiannya seperti dikutip dari celebrities.id:

Pentingnya manajemen keuangan

Dalam serial Squid Game semua pemain merupakan mereka yang hidupnya terlilit utang sehingga bisa menjadikan pelajaran bahwa pentingnya dalam melakukan manajemen keuangan sehingga tidak perlu menghadapi kesulitan.

Bahkan, sang tokoh utama Seong Gi-Hun digambarkan memiliki kebiasaan berjudi. Maka, pentingnya kita semua pintar dalam melakukan manajemen keuangan.

Matang menyusun strategi

Menyusun strategi dalam mengikuti permainan adalah penting sebagai upaya untuk menang. Dalam serial Squid Game, seorang tokohnya Cho Sang-Woo adalah sosok yang termasuk pintar dalam membuat strategi.

Pentingnya dalam menyusun strategi juga diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk menggapai cita-citamu. Jeli dalam melihat situasi merupakan hal penting dalam menyusun strategi untuk bisa menggapai mimpimu.

kampus IT di Bali, kampus swasta di bali, kuliah di Bali

Waspada

Ada banyak konflik kepentingan dalam permainan Squid Game. Hal ini karena masing-masing peserta berangkat dari permasalahan keuangan pribadi hingga akhirnya memutuskan untuk terjun ke dalam permainan yang menguji kemampuan bertahan hidup itu demi hadiah yang besar.

Dalam permainan memang dibutuhkan kerjasama antar peserta. Namun, terdapat alur cerita yang mengharuskan untuk tidak mudah percaya dengan orang lain. Oleh sebab itu, waspada sangat diperlukan.

Memiliki sikap waspada juga dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita semua tidak bisa selalu mudah percaya dengan hal apa pun.

Bagian penting dalam serial Squid Game yang bisa dipetik sebagai pelajaran adalah tentang pengorbanan dan ketulusan. Meski sebagian besar serial ini menyajikan kekejaman namun ada pula sisi menyedihkan di balik pengorbanan yang tulus.

Contohnya adalah yang dilakukan oleh Ji Young yang mengorbankan nyawa dalam permainan keempat untuk Kang Sae Byeong. Dalam adegannya, Ji Young merasa Se Byeong lebih pantas untuk tetap hidup daripada dirinya.

Serial Squid Game memberikan pelajaran bahwa dalam hidup perlunya perjuangan, pantang menyerah, sikap waspada hingga pengorbanan yang tulus.

Generic placeholder image

Apa Yang Harus Dilakukan di Usia 20-an?

07 Sep 2021   Berita

Masuk usia 20-an adalah transisi dari masa remaja menuju dewasa. Usia 20-an banyak yang sudah mulai ovethinking akan seperti apa di masa depan. Usia 20-an seharusnya dimanfaatkan untuk memulai langkah demi masa depan yang gemilang. Nah, sebenarnya apa yang harus dilakukan di usia 20-an? Simak urainnya berikut ini seperti dilansir dari zonamahasiswa.id:

Bangun personal branding

Personal branding merupakan cara untuk membangun image diri sendiri yang ditunjukan ke publik. Personal branding yang kuat mampu membuat pekerjaan justru datang bukan malah sibuk mencari. Apabila sudah terbentuk personal branding yang kuat maka kamu akan dikenal sebagai orang yang ‘kuat’ pula dama hal apa pun.

Memang tidak mudah dalam membangun personal branding, harus dilakukan secara perlahan, konsisten, terus menerus serta perlunya memanfaatkan media sosial.

Daripada curhat, galau bahkan menyindir segala hal, ada baiknya media sosial kamu diisi dengan berbagi wawasan pengetahuan sehingga dapat menarik perhatian orang lain.

Manfaatkan waktu untuk belajar apa pun

Pada usia 20-an berada di masa perkuliahan. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk belajar, bekerja bahkan mulai belajar berbisnis. Kamu bisa membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Kamu bisa bekerja paruh waktu di sore hingga malam hari. Pagi sampai siang hari kamu bisa kuliah. Saat bekerja paruh waktu, kamu bisa belajar cara memulai berbisnis dari pemilik tempatmu bekerja. Jangan malu untuk bertanya.

Mengelola finansial

Usia 20-an tidak bisa dipungkiri adalah masa di mana kamu ingin bermain dan mencoba hal yang baru. Namun, perlu diingat bahwa itu semua pasti butuh uang. Kamu sudah seharusnya dapat mengelola finansial kamu dengan baik. Jangan terlalu terbawa nafsu. Ingat, mencoba hal baru dan segala hal lainnya bisa kamu lakukan nanti saat sudah memiliki penghasilan yang tetap.

kampus IT di Bali, kampus swasta di bali, kuliah di bali

Jadi orang egois

Menjadi pribadi yang egois maksudnya adalah dengan melakukan segal sesuatunya sesuka hati tanpa perlu memusingkan opini orang lain. Raih semua cita-cita di masa muda tanpa perlu mendengarkan omongan orang lain.

Temukan lingkungan yang tepat

Saat usia 20-an perlunya kamu mencari lingkungan yang tepat. Biasanya kesuksesan tergantung dari lingkungan sekitar. Apabila berada di circle yang positif maka kamu akan ikut menjadi pribadi yang positif. Sebaliknya, apabila berada di lingkungan yang negatif kamu bisa saja ikut terpengaruh dan menjadi pribadi yang negatif pula.

Salah satu dari tips di atas adalah mampu memanfaatkan waktu yang baik antara kuliah sambil bekerja. Bagi kamu yang ingin memasuki dunia perkuliahan sudah seharusnya memilih kampus yang bisa memberikan fleksibilitas.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan Kampus IT di Bali memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa yang ingin kuliah sambil bekerja. STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali paham betul bahwa mahasiswa membutuhkan penghasilan tambahan dan pengalaman di luar kampus. Oleh sebab itu, fleksibilitas diberikan kepada mahasiswa.

Salah satu mahasiswa yang bekerja secara reguler adalah Septian Rimba Angkasa. Rimba, sapaan akrabnya, merupakan mahasiswa Teknik Informatika peminatan Desain Grafis dan Multimedia STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) angkatan 2017.

Rimba bekerja sebagai admin media sosial di perusahaan media Radar Bali yang terletak di Jl Hayam Wuruk, Denpasar. Bekerja sejak tahun 2019, Rimba bertugas membagikan berita-berita yang ada di situs Radar Bali ke media sosial seperti Instagram, Facebook dan Twitter.

“Untuk caption di media sosial saya menyalin beberapa paragraf dari berita untuk caption di media sosial Radar Bali,” Cerita Rimba menjelaskan alur kerja sebagai admin media sosial, Sabtu (13/2/2021).

Rimba menjelaskan bekerja sebagai admin media sosial memang memiliki waktu kerja yang fleksibel. Untuk mengunggah berita ke media sosial tak perlu datang ke kantor karena bisa mengerjakannya melalui smartphone. Apalagi ditambah kebijakan Work From Home (WFH) yang membuat jam kerja bertambah fleksibel.

Meski begitu, suatu ketika, Rimba bercerita pernah terjadi ‘bentrok’ antara jam kuliah dengan pekerjaan. Saat itu, dia harus menghadiri rapat di kantor. Namun, dosen STIKI Indonesia memang memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk bekerja.

“Saya absen dulu di mata kuliah tersebut selang beberapa menit saya meminta izin ke dosennya karena ada keperluan di kantor dan untungnya dosennya mengizinkan jadi kuliah di STIKI ini istilahnya enggak terlalu ribet. Jadi lebih mudah mengatur waktu antara kuliah dan kerja,” kata Rimba.

Lewat fleksibilitas yang diberikan oleh pihak kampus, Rimba berujar dapat dengan mudah membagi waktu sehingga dapat tetap fokus meski ‘hidup’ di dua dunia antara bekerja dengan kuliah. “Sangat menguntungkan jadi tak hanya terfokus di kuliah atau di kerja jadi bisa membagi waktu dengan baik.”

Mari bergabung menjadi bagian dari STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT Terpopuler di Bali. Sebagai kampus IT di Bali, STIKI Indonesia juga tetap mengedepankan kurikulum berbasis budaya. Maka, bagi kamu yang berencana kuliah di Bali bisa mendapatkan keuntungan lain apabila memilih STIKI Indonesia.

Selain bisa menjadi tempat bagimu untuk mewujudkan cita-cita menjadi profesional di bidang IT atau technopreneur, kamu bisa sekaligus belajar budaya Bali apabila berniat kuliah di Bali.