Generic placeholder image

Membedah Megaproyek Bukit Algoritma ‘Silicon Valley’ Indonesia

20 Apr 2021   Berita

Megaproyek Bukit Algoritma terus menjadi buah bibir masyarakat di tanah air. Megaproyek ini menjadi trending topic karena dianggap akan menjadi ‘Silicon Valley’ Indonesia.

Banyak pro dan kontra terkait pembangunan megaproyek yang dibangun di Cikidang, Sukabumi dengan lahan seluar 888 hektare dan menghabiskan uang Rp 18 Triliun ini.

Dua perusahaan swasta yang berencana membangun proyek tersebut adalah PT. Kiniku Nusa Kreasi dan PT. Bintang Raya Lokalestari. Dua perusahaan itu membuat sebuah perusahaan kerja sama operasional (KSO) bernama PT Kiniku Bintang Raya, yang ketua pelaksananya diisi oleh Budiman Sudjatmiko, politikus PDIP yang merupakan Komisaris PTPN V. ‘Bukit Algoritma’ itu akan disulap bak Silicon Valley di Amerika Serikat, yang jadi pusat perusahaan-perusahaan teknologi global.

Mereka juga akan menggandeng salah satu BUMN bidang konstruksi sebagai penggarap, PT. Amarta Karya (Amka)—tanda tangan kontrak pada 7 April lalu.

“Untuk tahap pertama selama tiga tahun, Amka menjadi mitra kepercayaan untuk membangun infrastruktur, termasuk akses jalan raya, fasilitas air bersih, pembangkit listrik, gedung konvensi dan fasilitas‐fasilitas lainnya,” kata Budiman.

Budiman juga mengaku sedang melobi sebuah BUMN agar bisa melakukan pengadaan sinyal 5G di lokasi itu. Kepada Tirto, Budiman bercerita bahwa mimpi membangun ‘Silicon Valley-nya Indonesia’ salah satunya karena didorong keresahan banyak ilmuwan, periset, dan inovator yang merasa kurang mendapat tempat di negara sendiri.

Menurut Budiman, mereka adalah orang-orang sudah melewati studi doktoral dengan riset yang bagus, hingga ada yang pernah bekerja di Tesla—perusahaan otomotif milik Elon Musk, namun merasa bingung saat pulang kampung.

“Mereka melihat dan mendengar teman-teman mereka yang pulang ke Indonesia tapi kerjanya administratif. Mereka takut dengan kisah-kisah seperti itu. Mereka banyak dapat beasiswa dari pemerintah, kalau memutuskan tidak pulang karena takut ilmunya enggak kepakai, sangat disayangkan,” kata Budiman.

Tempat pulang itulah yang coba disediakan Budiman. Tempat itu akan menjadi bagian dari ekosistem yang juga termasuk desa-desa, kota-kota, hingga kampus-kampus Indonesia dan luar negeri. “Teknologi maju berbasis nano, kecerdasan buatan, kuantum, biologi, penyimpanan energi, dan lain-lain,” kata dia.

Ia mengklaim kalau proyek tersebut tak akan menggunakan dana APBN atau pajak. “Ini bukan proyek negara, ini proyek swasta. Kita enggak pakai APBN, enggak pakai pajak warga. Saya datang dengan tangan di atas. Kami mau bawa investasi, bukan minta uang dari APBN,” katanya.

Dana pembangunan ‘Bukit Algoritma’ yang katanya murni dari investor asing dan nasional itu “sebagian bukan cuma untuk fisik, tapi juga untuk pendanaan anak-anak muda yang mau berkarya lewat start up.” Gabungan Megaproyek KEK Sukabumi Proyek ‘Bukit Algoritma’ ini tidak berdiri di atas lahan kosong. Lahan seluas 888 hektare tersebut adalah milik PT. Bintang Raya Lokalestari.

Dalam laporan Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tahun 2018, perusahaan itu tercatat mengusulkan tanah tersebut untuk menjadi KEK Sukabumi, dengan kegiatan utamanya: pariwisata, fusi sains, dan teknologi. Pada 2018 lalu, PT. Bintang Raya Lolalestari getol mengajak kerja sama dua perguruan tinggi ternama di Jawa Barat, Universitas Padjajaran (Unpad) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Unpad ditunjuk sebagai mitra Agro Health Ecopark, sedangkan ITB ditunjuk sebagai mitra ITB NBIC (Nanotechnology, Biotechnology, Information Technology dan Cognitive Science) Innovation Park. Sepanjang 2019, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga beberapa kali mengajukan sejumlah daerah di wilayah otoritasnya untuk dijadikan KEK. Kata dia, yang paling menjanjikan ada di daerah Cikidang—yang merupakan tanahnya PT. Bintang Raya Lokalestari.

Pada awal 2020, anak buah Ridwal Kamil menyebut KEK Cikidang yang totalnya menyentuh 888 hektare—awalnya hanya 330 hektare—tinggal diresmikan Presiden Joko Widodo. Namun, 10 Februari lalu, terungkap bahwa kawasan di Cikidang tersebut bisa menjadi KEK karena ada rencana pembangunan pariwisata terintegrasi dari MNC Lido City—salah satu anak perusahaan Ketua Umum Partai Perindo sekaligus konglomerat media, Hary Tanoe.

Saat itu para pengamat mengkritik karena penetapan itu rentan konflik kepentingan karena putri Hary Tanoe menjabat sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Budiman membenarkan bahwa dirinya ditawari oleh PT. Bintang Raya Lokalestari untuk mengelola tanah seluas 888 hektare tersebut. Kata pihak perusahaan, tanah tersebut sudah diajukan sebagai KEK ke Dewan Ekonomi KEK kendati belum diisi konsep apa pun.

“Manusianya belum ada. Saya ada manusianya, saya ada konsepnya, kami bangun business plan. Kami ajukan ke investor, ternyata kebanyakan investor luar negeri yang tertarik. Dalam negeri beberapa masuk sebagai tenant atau pengguna. Kalau kawasan dan sebagainya luar negeri yang tertarik, investor dari negara Amerika, Asia, Eropa, dan Timur Tengah,” kata Budiman.

Ia juga membenarkan kalau proyek ‘Bukit Algoritma’ tersebut akan masuk ke dalam megaproyek KEK Sukabumi. Budiman juga mengaku tahu bahwa sudah ada kerja sama dengan Unpad dan ITB.

“Sudah MOU dengan ITB pengelolaan 25 hektare dan Unpad 25 hektare. Cuma karena belum diapa-apain, belum ada investornya, saya diminta mengambil alih ini, syaratnya: carikan investor, carikan SDM inovator dan perisetnya, carikan market, ekosistem pasarnya. Saya carikan tiga-tiganya,” kata dia.

“Tapi kami ingin ajak negara lewat BUMN. Untuk main contractor, kami ngasih uang dari investor ke PT. Amarta Karya,” tambahnya.

Kepada wartawan Tirto, Budiman juga memberikan dokumen profil perusahaan PT. Kiniku Nusa Kreasi, yang menjalin relasi PT. Bintang Raya Lokalestari. Perusahaan yang berdiri sejak 2018 itu bergerak di bidang elektronika, teknologi informasi & komunikasi, hingga marketing.

Kata Budiman, perusahaan itu yang bertugas menjadi pemodal. “Yang dapat modal adalah PT. Kiniku Nusa Kreasi,” kata dia. Rencana pembangunan ‘Bukit Algoritma’ tersebut mendapat kritik deras dari publik.

Salah satu karena rencana proyek tersebut tampak lebih mengedepankan pembangunan infrastruktur dan seperti mengabaikan yang lain.

Terkait kritik tersebut, Budiman menjawab: “Pertama, ini yang kelihatan infrastrukturnya. Tapi sebenarnya pembangunan SDM sudah dari 2018. Saya kumpulan 200-an orang inovator dan periset,” kata Budiman. Yang dia maksud adalah Inovator 4.0, sebuah organisasi yang kerap ia promosikan lewat media sosial.

“Ada yang enggak masuk Inovator 4.0, tapi diajak juga. Ini kan bukan klub eksklusif. Mereka bingung ketika ilmu mereka mau dipakai bagaimana di Indonesia.”

Dibangun Mei 2021

Dilansir detik.com, Direktur Utama PT Amarta Karya, Nikolas Agung menjelaskan, rencananya pekerjaan megaproyek ini dimulai pada pertengahan Bulan Mei 2021 mendatang dengan nilai kontrak pengerjaan Rp 18 triliun.

Ia mengatakan pihaknya akan mengerjakan proyek insfrastruktur berupa jalan akses dan jalan kawasan, fasilitas transportasi modern dan antarmoda, pembangkit listrik, SPAM dan Reservoir, Landscaping dan Pematangan Lahan, Gedung Utama Kawasan, Gedung Semiconductor Science, Gedung Bio Technology Science, Gedung Nano Technology Science, Gedung Quantum Technology Science, Energy Storage Centre, Data Centre dan Gedung Research and Development BUMDES Centre.

“Akses tol terdekat menuju Bukit Algoritma dari pintu tol Cibadak yang diperkirakan akan selesai di Agustus. Kita akan inisiasi jalan akses, jalan kawasan, kemudian nanti ada penerangan, landscaping, nanti kawasan ini perlu pengelolaan air bersih dan air kotor, pembangkit listrik, serta akan ada gedung-gedung Technology Centre Futuristic yang mengimplementasikan visi misi mas Budiman, kesemuanya akan mengadopsi struktur tahan gempa sebagai antisipasi,” tutur Nikolas dalam keterangannya, Senin (19/4/2020).

Ridwan Kamil ingatkan proyek Bukit Algoritma

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kami berharap proyek Bukit Algoritma tak hanya sekadar gimik. Dia mengatakan Silicon Valley di Amerika Serikat sukses setelah memenuhi beberapa syarat, yaitu integrasi antara universitas, industri, dan lembaga finansial.

“Kenapa Silicon Valley sukses? Saya kasih tahu, karena di sana (Amerika Serikat) ada kumpulan universitas berdekatan dengan kumpulan industri, berkumpul dengan finansial institusi. Kalau tiga poin tadi tidak hadir dalam satu titik, yang namanya istilah Silicon Valley itu hanya ‘gimmick-branding’ saja,” ujarnya di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, dikutip detikcom, Senin (12/4).

Pria yang akrab disapa Emil itu berharap tiga komponen pendukung itu dihadirkan, yakni universitas untuk riset, industri yang memanfaatkan riset menjadi barang maupun inovasi, serta ada pembiayaan dari investor.

Meski begitu, dia mendukung upaya perusahaan pelat merah PT Amarta Karya (Persero) untuk mewujudkan proyek Silicon Valley ala Indonesia.

Generic placeholder image

BARI Provinsi Bali Gandeng STIKI Indonesia Bangun Sistem HKI

20 Apr 2021   Kegiatan

Badan Riset dan Inovasi (BARI) Daerah Provinsi Bali menggandeng lembaga Pengembangan Inovasi dan Kreativitas (LPIK) STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) untuk membangun sistem Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI) bagi masyarakat di Provinsi Bali.

Rencana membangun sistem HKI yang terintegrasi ini nantinya bertujuan untuk mendata berapa jumlah HKI yang terdaftar di Bali sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengaksesnya.

(Selengkapnya…)

Generic placeholder image

Belajar dari Karakter Avengers Sebelum Masuk Dunia Kerja

19 Apr 2021   Berita

Seorang mahasiswa yang baru lulus dan akan masuk ke dunia kerja tentu membutuhkan adaptasi. Tak hanya itu, diperlukan ‘bekal’ cukup sebelum masuk ke dunia kerja. Memasuki dunia baru memang membutuhkan sejumlah persiapan sehingga tidak ‘kaget’ ketika sudah masuk ke dalamnya.

Untuk masuk ke dunia kerja kita bisa belajar dan bertanya ke para senior atau teman yang telah terlebih dahulu bekerja bagaimana kultur dunia perkantoran. Belajar juga bisa dilihat dari karakter-karakter yang ada di Avengers.

Sejumlah karakter yang ada di Avengers memang banyak memberikan pelajaran tentang hidup, persahabatan hingga kerjasama dalam tim.

Untuk kerjasama dalam tim memang dibutuhkan bagi siapa pun yang akan masuk ke dunia kerja atau justru yang telah masuk ke dalam dunia kerja dan kesulitan dalam membangun chemistry dengan rekan kerja.

Berikut pelajaran yang bisa dipetik dari karakter Avengers untuk bekal masuk ke dunia kerja seperti dirangkum dari berbagai sumber:

  • Komunikasi adalah kunci

Dalam dunia kerja sudah sepatutnya kita memperhatikan rekan kerja. Memperhatikan dimaksudkan adalah jangan mengabaikan mereka begitu saja termasuk ketika mereka memberikan pendapat. Contoh yang bisa dipetik terkait pentingnya komunikasi adalah saat adegan di film The Avengers (2012) saat Hulk akhirnya kerusakan di Helicarrier, sebutan untuk pesawat S.H.I.E.L.D, karena para Avengers tidak saling mendengarkan satu sama lain. Dalam dunia kerja memang sebaiknya perlu mendengarkan semua masukan dari seluruh anggota tim untuk mendapatkan kesimpulan yang terbaik saat mengambil keputusan.

  • Pentingnya riset sebelum melakukan sesuatu

Sosok seperti Captain America memang dibutuhkan di dunia kerja. Kamu juga harus bisa menjadi Captain America di dunia kerja. Captain America sosok pemimpin yang mampu memposisikan dirinya dengan baik, berinisiatif, tegas, cekatan dan mampu menggerakkan anggota lain.

Maka, anggota lain jadi tahu apa yang harus dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Maka, target bisa dicapai berdasarkan kolektif dari hasil kerja anggota tim.

  • Pentingnya Kolaborasi tim

Tak terbayangkan jika seluruh anggota Avengers tidak kompak dan egois satu sama lain. Maka, belajar dari mereka bahwa kolaborasi antara tim itu memang sangat penting. Kamu tidak akan bisa bekerja sendirian meski memiliki kecerdasan dan kemampuan terbaik di kantormu. Kamu tentu anggota tim lain untuk bisa bekerjasama dalam mencapai target. Maka dari itu, kolaborasi antara tim memang sangat penting. Jangan inidvidualis di dunia kerja karena bisa berbahaya bagi kariermu kelak.

  • Jangan berbohong tentang riwayat pekerjaan

Contoh Black Widow yang sering berbohong & menyembunyikan masa lalunya untuk mendapatkan kepercayaan dari anggota Avengers lainnya. Lebih baik bersikap jujur tentang latar belakangmu. Memiliki riwayat hidup yang hebat memang menjadi bahan pertimbangan perusahaan untuk menerimamu sebagai bagian dari mereka. Namun, percuma jika kamu berbohong bahkan sampai perusahaanmu tahu. Lebih baik bersikap jujur dan tidak sedikit pun berbohong tentang riwayat pekerjaanmu.

Kampus IT di Bali

Untuk memasuki dunia kerja memang dibutuhkan sejumlah bekal termasuk skill tertentu. Selain menguasai hardskill kamu juga harus tahu pentingnya menguasai softskill. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan kampus IT di Bali memiliki kurikulum yang tidak hanya fokus pada pengembangan hardskill semata. Namun, mahasiswa juga difokuskan untuk menguasai softskill.

iCIMS Hiring Insights (2017) menemukan bahwa “94 persen dari perekrut profesional percaya bahwa seorang karyawan dengan soft skill yang lebih kuat memiliki kesempatan yang lebih baik untuk dipromosikan ke posisi kepemimpinan daripada seorang karyawan dengan pengalaman bertahun-tahun tetapi soft skill-nya yang lemah.”

Maka menjadi sangat penting untuk menguasai soft skill bagi kamu yang ingin memiliki karier yang bagus saat bekerja atau bagi kamu yang ingin terjun ke dunia bisnis. Oleh sebab itu, STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali memberikan kurikulum softskill ke mahasiswanya. Untuk lebih jelas kenapa mempelajari softskill begitu penting kamu bisa cek link berikut ini: Pentingnya softskill.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT sekaligus technopreneur campus di Bali juga memiliki perhatian khusus ke mahasiswa yang ingin mendapatkan fleksibilitas apabila ingin bekerja saat kuliah. STIKI Indonesia memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk bisa bekerja dan kuliah secara bersamaan.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT terpopuler di Bali ini paham betul mahasiswa membutuhkan penghasilan tambahan sekaligus pengalaman kerja. Maka, mereka diberikan kemudahan untuk bisa bekerja sambil kuliah. Cerita salah satu mahasiswa yang diberikan kemudahan membagi waktu antara kuliah dan kerja bisa disimak di link berikut: Kuliah sambil Bekerja.

Sebagai kampus IT di Bali, STIKI Indonesia juga memiliki kurikulum yang berbasis budaya khususnya budaya Bali. Hal ini menjadi penting bahwa budaya harus tetap dilestarikan dan diberikan ke generasi muda tak terkecuali mahasiswa.

Kamu yang tidak tinggal di Bali dan berniat kuliah di Bali tentu akan mendapatkan keuntungan apabila memilih STIKI Indonesia sebagai tempat belajarmu setelah lulus sekolah. Kamu bisa menjadi profesional di bidang IT atau technopreneur sekaligus bisa belajar budaya Bali yang terkenal memiliki keunikan hingga ke penjuru dunia. Selain bisa mempelajari budaya Bali, ada sederet keuntungan lain yang bisa kamu dapatkan apabila berniat kuliah di Bali. Sederet keuntungan apabila kamu ingin kuliah di Bali bisa kamu cek di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Untuk informasi tentang pendaftaran mahasiswa baru STIKI Indonesia bisa kamu cek di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.