Generic placeholder image

4 Manfaat Mengikuti Vaksin Covid-19

19 Jul 2021   Berita

Pemerintah makin gencar mendorong masyarakat Indonesia dapat mengikuti program vaksinasi Covid-19 usai memutuskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak 3 Juli lalu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, masih banyak stok vaksin yang belum digunakan. Bahan baku mencapai 137 juta namun yang barus disuntikkan kurang lebih baru 54 juta.

Masih banyak masyarakat yang masih ragu apakah perlu mengikuti vaksin Covid-19. Pemerintah menjamin vaksin yang diberikan aman dan juga banyak manfaatnya. Apa Saja manfaat vaksin Covid-19? Simak uraiannya dikutip dari kompas.com:

1. Mencegah terkena atau mengalami gejala

Covid-19 berat Dalam dokumen Frequently Asked Question (FAQ) Seputar Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 yang diunggah dalam laman resmi Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI, dijelaskan bahwa vaksinasi Covid-19 memang tidak membuat kita 100 persen kebal dari Covid-19. Tapi, vaksinasi Covid-19 akan mengurangi dampak yang ditimbulkan jika kita tertular Covid-19.

Vaksinasi adalah proses di dalam tubuh, di mana seseorang menjadi kebal atau terlindungi dari suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut, maka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Vaksinasi terjadi biasanya dengan pemberian vaksin.

Sebagaimana manfaat dari vaksin lainnya, vaksin Covid-19 bermanfaat untuk memberi perlindungan tubuh agar tidak jatuh sakit akibat Covid-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh. Oleh sebab itu, meski sudah divaksin Covid-19, kita direkomendasikan tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes), yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak untuk mencegah penularan virus corona.

2. Melindungi orang lain

Vaksinasi Covid-19 bisa mencegah kita menyebarkan virus corona ke orang lain. Jika cakupan vaksinasi tinggi dan merata di suatu daerah, maka akan terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity).

Kekebalan kelompok merupakan situasi di mana sebagian besar masyarakat terlindung atau kebal terhadap penyakit tertentu sehingga menimbulkan dampak tidak langsung (indirect effect), yaitu turut terlindunginya kelompok masyarakat yang rentan dan bukan merupakan sasaran vaksinasi.

Kondisi tersebut hanya dapat tercapai dengan cakupan vaksinasi yang tinggi dan merata. Sebagian besar ahli percaya setidaknya butuh 70 persen dari populasi untuk divaksin demi mencapai kekebalan kelompok.

3. Menghentikan penyebaran Covid-19

Pada dasarnya, vaksinasi diadakan bukan hanya bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit dan menghentikan wabah, tetapi juga dalam jangka panjang mengeliminasi atau bahkan memusnahkan penyakit itu sendiri. Tujuan vaksinasi ini kiranya juga disematkan untuk penyakit Covid-19 akibat virus corona.

4. Membantu melindungi generasi selanjutnya

Melansir Mayo Clinic, manfaat vaksin Covid-19 salah satunya adalah mencegah virus corona menyebar dan bereplikasi, yang memungkinkannya bemutasi dan mungkin menjadi lebih kebal terhadap vaksin.

Dengan menurunkan laju infeksi Covid-19 dan memutus mata rantai pandemi Covid-19, kita pun dapat melindungi generasi selanjutnya dari penderitaan panjang terinfeksi penyakit ini. Hal ini terbukti dari catatan sejarah yang sudah terjadi.

Dulu ada banyak penyakit yang disebabkan oleh virus bisa menyebabkan banyak mematikan. Dengan adanya vaksin, penyakit dapat dikendalikan. Jadi kita adalah generasi yang hidup dari perjuangan vaksinasi generasi sebelumnya.

kampus IT di bali, kampus swasta di bali, kampus IT

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) merupakan kampus IT di Bali yang patuh terhadap upaya pemerintah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19. STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini telah menggelar vaksinasi massal Covid-19 untuk mahasiswa, keluarga mahasiswa dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini diselenggarakan di Kampus STIKI Indonesia yang terletak di Jl Tukad Pakerisan No 97, Panjer, Denpasar pada Sabtu (5/6/2021).

Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T. menjelaskan vaksinasi massal ini merupakan inisiatif pihaknya yang bertujuan untuk membantu pemerintah dalam upaya menghambat penyebaran virus Covid-19. Oleh sebab itu, STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT terpopuler di Bali mengajak Dinas Kesehatan Provinsi Bali dalam kegiatan ini.

“Program vaksin massal bagi mahasiswa, keluarga mahasiswa dan masyarakat sekitar kita semua tahu saat akan semakin cepat akan berdampak baik bagi Bali, bagi masyarakat Bali, bagi perekonomian Bali,” kata Made Muku, Sabtu (5/6/2021).

Dalam vaksinasi massal yang pertama kali digelar oleh STIKI Indonesia ini, Dewa Muku menjelaskan kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan sama sekali. Kegiatan ini total diikuti oleh 545 mahasiswa dan keluarga mahasiswa.

Berangkat dari kegiatan yang berjalan lancar ini, Dewa Muku yakin apabila diberi kesempatan maka pihaknya sangat siap kembali menggelar vaksinasi ke seluruh mahasiswa yang berjumlah sekitar 5.000 lebih tersebut.

Salah satu indikasi keberhasilan dari vaksinasi massal ini adalah ketika tidak terjadinya kerumunan saat antri pendaftaran. Penyebabnya adalah STIKI Indonesia merupakan Kampus berbasis teknologi yang menyediakan komputer dengan program mutakhir sehingga peserta dengan cepat dan mudah saat melakukan pendaftaran. Maka, kerumunan bisa dihindari.

“Kami sangat senang semua berjalan lancar . Kami juga berharap dapat berperan sehingga penyebaran virus dapat ditekan dan bisa dengan segera menggelar kuliah tatap muka,” kata Dewa Muku.

Ditemui terpisah, Kepala Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan Dinkes Provinsi Bali, Ni Wayan Arniti, SE., M. Kes mengapresiasi inisiatif STIKI Indonesia untuk menggelar vaksinasi massal.

Dia mengakui Dinas Kesehatan tidak bisa bergerak sendiri dalam upaya menghambat penyebaran Covid-19. Maka, pihaknya menyambut dengan baik ajakan STIKI Indonesia untuk menggelar vaksinasi massal.

“Terima kasih kepada seluruh bagian dari STIKI Indonesia, dari segi tempat vaksinasi dan fasilitas juga sudah representatif sebagai tempat ideal untuk menggelar vaksinasi massal,” katanya.

Wayan Arniti kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk jangan takut mengikuti vaksinasi Covid-19. Dia mengingatkan vaksin aman dan tidak perlu takut vaksin akan berdampak buruk.

Sebelum program vaksinasi massal di kampus, Seluruh dosen dan tenaga kependidikan STIKI Indonesia telah pula mengikuti vaksinasi Covid-19 ang digelar oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII di Aula BIMA Jl Trengguli I, Penatih, Denpasar Timur pada (19/5/2021).

Jadwal Vaksin Massal dimulai dari tanggal 17 Mei sampai 19 Mei 2021. Vaksin Massal ini juga digelar untuk seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan LLDikti Wilayah VIII.

Generic placeholder image

Ambil Hikmahnya Aja, PPKM Bisa Dijadikan Ajang Modus!

05 Jul 2021   Berita

Pemerintah menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di sejumlah daerah yang berlaku mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021. Kebijakan ini diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui siaran live Youtube Sekretariat Presiden pada Kamis (1/7/2021) lalu.

Kebijakan ini diambil sebagai salah satu upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 yang terus meningkat. Poin dalam PPKM Darurat adalah tetap sama yaitu meminta masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan. Khususnya membatasi kegiatan di luar rumah.

Dunia pendidikan tetap diminta untuk melakukan proses belajar mengajar secara daring (online). Dunia kerja khususnya sektor esensial diberlakukan 50 persen maksimum staf Work From Office (WFO). Sektor non-esensial diminta menerapkan 100 persen Work From Home (WFH).

Kebijakan ini tentu membuat kita semua mengurangi aktivitas untuk bertemu dengan teman, pacar, gebetan. Namun, ambil hikmahnya saja, PPKM bisa dijadikan ajang modus untuk kamu yang sedang dalam pedekate. Seharian di rumah, kerjaan sudah selesai ya apalagi kalau waktu istirahat kamu digunakan untuk menelepon atau video call gebetan. Modus! Bilang saja “Duh bosan ya di rumah terus, aku call ya!” Modus!

Selama PPKM seluruh tempat makan juga hanya melayani pembelian secara delivery atau takeaway. Ini juga bisa dijadikan modus buat kamu yang sedang mau pesan makanan atau minuman di ojek online.

“Lagi banyak promo nih selama PPKM, aku kirimin juga ya ke rumah kamu makanannya. Sayang soalnya promonya enggak dipake” Modus!

Kampus IT di Bali, Kampus swasta di Bali

Kalau kita mengeluh terus soal PPKM yang baru diberlakukan tidak akan ada habisnya. Mendingan kita ambil hikmahnya saja. PPKM Darurat ini bisa dijadikan sebagai ajang untuk modus! Semoga sukses di PPKM kali ini, semoga PPKM singkatannya bisa berubah jadi Pelan Pelan Ke Married! Semoga sukses.

Untuk kembali mengingatkanmu tentang pemberlakuan PPKKM Darurat berikut ini dijabarkan tiap aturannya yang dikutip dari Kompas.com:

Aturan lengkap PPKM Darurat

1. Sektor non-esensial menerapkan 100 persen work from home (WFH).

2. Seluruh kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara daring atau online.

3. Untuk sektor esensial diberlakukan 50 persen maksimum staf work from office (WFO) dengan protokol kesehatan, dan untuk sektor kritikal diperbolehkan 100 persen maksimal staf work from office (WFO) dengan protokol kesehatan. Cakupan sektor esensial meliputi keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor.

Sementara itu, cakupan sektor kritikal yaitu energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, obyek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari. Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat, dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Untuk apotek dan toko obat bisa buka full 24 jam.

4. Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan ditutup.

5. Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mal hanya menerima delivery atau take away dan tidak menerima makan di tempat (dine in).

6. Pelaksanaan kegiatan konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

7. Tempat ibadah seperti masjid, mushala, gereja, pura, wihara, dan kelenteng, serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah ditutup sementara.

8. Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik lainnya) ditutup sementara.

9. Kegiatan seni budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara.

10. Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan massal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa (rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.
11. Resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak diperkenankan makan di tempat resepsi. Makanan tetap dapat disediakan dengan wadah tertutup untuk dibawa pulang.

12. Pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi jarak jauh (pesawat, bus, dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin dosis I) dan PCR H-2 untuk pesawat serta antigen (H-1) untuk moda transportasi jarak jauh lainnya.

13. Masker tetap dipakai saat melaksanakan kegiatan di luar rumah. Tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa penggunaan masker.

14. Pelaksanaan PPKM Mikro di RT/RW zona merah tetap diberlakukan.