Generic placeholder image

Mulai Oktober, PeduliLindungi Bisa Diakses di Aplikasi Lain

05 Okt 2021   Berita

Masyarakat sering mengalami kesulitan mengunduh aplikasi PeduliLindungi karena memori di smartphonenya penuh. Oleh sebab itu, Kementerian Kesehatan memberikan solusi aplikasi PeduliLindungi bisa diakses di aplikasi lain.

Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji mengatakan saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan platform-platform digital seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, Link Aja, bahkan ada juga aplikasi dari Pemerintah Jakarta yaitu Jaki.

Jadi masyarakat tidak harus menggunakan PeduliLindungi tetapi bisa mendapatkan fitur-fitur yang ada di PeduliLindungi pada aplikasi tersebut.

“Ini akan launching di bulan Oktober ini. Ada proses dimana kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang. Jadi aplikasi yang paling banyak digunakan itu kan seperti ada Gojek, Grab, Tokopedia dan lain sebagainya Itu bisa digunakan untuk bisa masuk ke berbagai macam fitur yang ada di PeduliLindungi,” katanya seperti dilansir sehatnegeriku.kemkes.go.id, Jumat (24/9).

Menurut Setiaji, Selanjutnya, kata Setiaji, bagi orang yang tidak punya ponsel pintar dan akan melakukan perjalanan udara maupun dengan kereta tetap bisa teridentifikasi status hasil tes swab PCR maupun antigen dan sertifikat vaksinnya. Status tersebut bisa diketahui melalui nomor NIK saat membeli tiket.

“Sudah kami berlakukan di bandara, misalnya di bandara itu bahkan di tiket sudah kita integrasikan. Kalau naik kereta api itu sudah tervalidasi pada saat pesan tiket, sehingga tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen),” ucapnya.

Sementara itu, bagi tempat yang tidak terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, masyarakat bisa memeriksanya secara mandiri di aplikasi PeduliLindungi. Caranya dengan memasukkan NIK dan langsung muncul bahwa yang bersangkutan statusnya layak atau tidak untuk masuk ke tempat tersebut.

“Di PeduliLindungi itu sudah ada fitur untuk self check. Jadi sebelum berangkat orang-orang bisa menggunakan self-check terhadap dirinya sendiri,” ujar Setiaji.

Kampus IT di Bali, Kuliah di Bali, Kampus Swasta di Bali

Di sisi lain, aplikasi PeduliLindungi banyak sekali keterkaitannya, seperti dengan hasil tes, hasil tracing kontak erat, dengan telemedicine sehingga bisa mendapatkan layanan obat gratis. Kemudian aplikasi PeduliLindungi juga akan diintegrasikan dengan sistem karantina.

Tidak hanya itu, kalau dilihat dari sisi jumlah akses aplikasi PeduliLindungi, pada awal Juli masih di bawah 1 juta, sekarang sudah hampir mendekati 9 juta yang mengakses PeduliLindungi, kemudian 48 juta kali diunduh, dan kurang lebih 55 juta pengguna bulanan.

Seperti diketahui, banyak aktivitas di era Pandemi COVID-19 yang membutuhkan menunjukkan sertifikat vaksin terlebih dahulu. Sertifikat vaksin masuk ke aplikasi PeduliLindungi.

Vaksinasi COVID-19 memang penting dilakukan. Oleh sebab itu, setiap masyarakat sudah seharusnya tidak ragu mengikuti vaksinasi COVID-19. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan Kampus IT di Bali telah berinisiatif menggelar vaksinasi massal bagi mahasiswa, keluarga mahasiswa dan warga sekitar.

Vaksinasi Massal Tahap I dilaksanakan pada 5 Juni 2021. Tahap II dilaksanakan pada 6 September 2021. Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T menegaskan inisiatif menggelar vaksinasi massal merupakan upaya membantu pemerintah menjangkau lapisan masyarakat yang belum mengikuti vaksin. Oleh sebab itu, vaksinasi massal dibuka untuk umum.

“Kami menyelenggarakan vaksin yang kedua bekerjasama dengan Dinkes Provinsi Bali. Kami ingin ikut berperan dalam membantu pemerintah mempercepat proses vaksinasi COVID-19 ke seluruh lapisan masyarakat,” katanya ditemui di sela-sela meninjau vaksinasi massal di Kampus STIKI Indonesia, Jl Tukad Pakerisan, Panjer, Denpasar Selatan, Senin (6/9/2021).

Proses vaksinasi massal tahap II di Kampus Swasta di Bali ini berlangsung lancar dan tak ada antrean yang terjadi saat pendaftaran. Made Muku menjelaskan proses pelaksanaan vaksinasi massal yang berlangsung lancar tersebut dikarenakan fasilitas yang memadai yang disediakan oleh Kampus IT Terpopuler di Bali ini.

“Karena kami kampus berbasis kampus teknologi maka segala sesuatu dapat lebih cepat,  karena sistem kami ada. Kami juga memiliki SDM yang membantu sehingga proses persiapan segala sesuatunya dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Selain upaya membantu pemerintah, vaksinasi massal juga digelar dalam rangka persiapan apabila pemerintah memutuskan kuliah tatap muka dapat dilakukan. Made Muku menjelaskan selain vaksinasi massal pihaknya telah melakukan persiapan dengan matang sehingga sudah sangat siap menggelar kuliah tatap muka.

Generic placeholder image

4 Manfaat Mengikuti Vaksin Covid-19

19 Jul 2021   Berita

Pemerintah makin gencar mendorong masyarakat Indonesia dapat mengikuti program vaksinasi Covid-19 usai memutuskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak 3 Juli lalu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, masih banyak stok vaksin yang belum digunakan. Bahan baku mencapai 137 juta namun yang barus disuntikkan kurang lebih baru 54 juta.

Masih banyak masyarakat yang masih ragu apakah perlu mengikuti vaksin Covid-19. Pemerintah menjamin vaksin yang diberikan aman dan juga banyak manfaatnya. Apa Saja manfaat vaksin Covid-19? Simak uraiannya dikutip dari kompas.com:

1. Mencegah terkena atau mengalami gejala

Covid-19 berat Dalam dokumen Frequently Asked Question (FAQ) Seputar Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 yang diunggah dalam laman resmi Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI, dijelaskan bahwa vaksinasi Covid-19 memang tidak membuat kita 100 persen kebal dari Covid-19. Tapi, vaksinasi Covid-19 akan mengurangi dampak yang ditimbulkan jika kita tertular Covid-19.

Vaksinasi adalah proses di dalam tubuh, di mana seseorang menjadi kebal atau terlindungi dari suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut, maka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Vaksinasi terjadi biasanya dengan pemberian vaksin.

Sebagaimana manfaat dari vaksin lainnya, vaksin Covid-19 bermanfaat untuk memberi perlindungan tubuh agar tidak jatuh sakit akibat Covid-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh. Oleh sebab itu, meski sudah divaksin Covid-19, kita direkomendasikan tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes), yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak untuk mencegah penularan virus corona.

2. Melindungi orang lain

Vaksinasi Covid-19 bisa mencegah kita menyebarkan virus corona ke orang lain. Jika cakupan vaksinasi tinggi dan merata di suatu daerah, maka akan terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity).

Kekebalan kelompok merupakan situasi di mana sebagian besar masyarakat terlindung atau kebal terhadap penyakit tertentu sehingga menimbulkan dampak tidak langsung (indirect effect), yaitu turut terlindunginya kelompok masyarakat yang rentan dan bukan merupakan sasaran vaksinasi.

Kondisi tersebut hanya dapat tercapai dengan cakupan vaksinasi yang tinggi dan merata. Sebagian besar ahli percaya setidaknya butuh 70 persen dari populasi untuk divaksin demi mencapai kekebalan kelompok.

3. Menghentikan penyebaran Covid-19

Pada dasarnya, vaksinasi diadakan bukan hanya bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit dan menghentikan wabah, tetapi juga dalam jangka panjang mengeliminasi atau bahkan memusnahkan penyakit itu sendiri. Tujuan vaksinasi ini kiranya juga disematkan untuk penyakit Covid-19 akibat virus corona.

4. Membantu melindungi generasi selanjutnya

Melansir Mayo Clinic, manfaat vaksin Covid-19 salah satunya adalah mencegah virus corona menyebar dan bereplikasi, yang memungkinkannya bemutasi dan mungkin menjadi lebih kebal terhadap vaksin.

Dengan menurunkan laju infeksi Covid-19 dan memutus mata rantai pandemi Covid-19, kita pun dapat melindungi generasi selanjutnya dari penderitaan panjang terinfeksi penyakit ini. Hal ini terbukti dari catatan sejarah yang sudah terjadi.

Dulu ada banyak penyakit yang disebabkan oleh virus bisa menyebabkan banyak mematikan. Dengan adanya vaksin, penyakit dapat dikendalikan. Jadi kita adalah generasi yang hidup dari perjuangan vaksinasi generasi sebelumnya.

kampus IT di bali, kampus swasta di bali, kampus IT

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) merupakan kampus IT di Bali yang patuh terhadap upaya pemerintah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19. STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini telah menggelar vaksinasi massal Covid-19 untuk mahasiswa, keluarga mahasiswa dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini diselenggarakan di Kampus STIKI Indonesia yang terletak di Jl Tukad Pakerisan No 97, Panjer, Denpasar pada Sabtu (5/6/2021).

Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T. menjelaskan vaksinasi massal ini merupakan inisiatif pihaknya yang bertujuan untuk membantu pemerintah dalam upaya menghambat penyebaran virus Covid-19. Oleh sebab itu, STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT terpopuler di Bali mengajak Dinas Kesehatan Provinsi Bali dalam kegiatan ini.

“Program vaksin massal bagi mahasiswa, keluarga mahasiswa dan masyarakat sekitar kita semua tahu saat akan semakin cepat akan berdampak baik bagi Bali, bagi masyarakat Bali, bagi perekonomian Bali,” kata Made Muku, Sabtu (5/6/2021).

Dalam vaksinasi massal yang pertama kali digelar oleh STIKI Indonesia ini, Dewa Muku menjelaskan kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan sama sekali. Kegiatan ini total diikuti oleh 545 mahasiswa dan keluarga mahasiswa.

Berangkat dari kegiatan yang berjalan lancar ini, Dewa Muku yakin apabila diberi kesempatan maka pihaknya sangat siap kembali menggelar vaksinasi ke seluruh mahasiswa yang berjumlah sekitar 5.000 lebih tersebut.

Salah satu indikasi keberhasilan dari vaksinasi massal ini adalah ketika tidak terjadinya kerumunan saat antri pendaftaran. Penyebabnya adalah STIKI Indonesia merupakan Kampus berbasis teknologi yang menyediakan komputer dengan program mutakhir sehingga peserta dengan cepat dan mudah saat melakukan pendaftaran. Maka, kerumunan bisa dihindari.

“Kami sangat senang semua berjalan lancar . Kami juga berharap dapat berperan sehingga penyebaran virus dapat ditekan dan bisa dengan segera menggelar kuliah tatap muka,” kata Dewa Muku.

Ditemui terpisah, Kepala Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan Dinkes Provinsi Bali, Ni Wayan Arniti, SE., M. Kes mengapresiasi inisiatif STIKI Indonesia untuk menggelar vaksinasi massal.

Dia mengakui Dinas Kesehatan tidak bisa bergerak sendiri dalam upaya menghambat penyebaran Covid-19. Maka, pihaknya menyambut dengan baik ajakan STIKI Indonesia untuk menggelar vaksinasi massal.

“Terima kasih kepada seluruh bagian dari STIKI Indonesia, dari segi tempat vaksinasi dan fasilitas juga sudah representatif sebagai tempat ideal untuk menggelar vaksinasi massal,” katanya.

Wayan Arniti kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk jangan takut mengikuti vaksinasi Covid-19. Dia mengingatkan vaksin aman dan tidak perlu takut vaksin akan berdampak buruk.

Sebelum program vaksinasi massal di kampus, Seluruh dosen dan tenaga kependidikan STIKI Indonesia telah pula mengikuti vaksinasi Covid-19 ang digelar oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII di Aula BIMA Jl Trengguli I, Penatih, Denpasar Timur pada (19/5/2021).

Jadwal Vaksin Massal dimulai dari tanggal 17 Mei sampai 19 Mei 2021. Vaksin Massal ini juga digelar untuk seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan LLDikti Wilayah VIII.