Generic placeholder image

Ideathon Bali Kembali: Perjuangan Membantu Biro Perjalanan Wisata

23 Mei 2021   Berita

Kabar berhembus kencang bahwa pariwisata Bali akan dibuka bagi wisatawan mancanegara pada bulan Juli-Agustus mendatang. Kabar ini berhembus usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau kegiatan vaksinasi di Gianyar, Bali pada Selasa (16/3/2021) lalu.

Pariwisata Bali bisa dibuka lebih cepat pada Juli 2021 asalkan kondisi dan penanganan pandemi COVID-19 kian membaik. Untuk menyambut wacana tersebut sudah banyak persiapan yang telah dilakukan oleh pemerintah mau pun pelaku industri pariwisata Bali.

Salah satu cara yang dilakukan untuk membantu industri pariwisata Bali agar kembali bangkit adalah dengan membuat program Soft Loan sebagai Stimulus Pemulihan Ekonomi pada Biro Perjalanan Wisata Bali.

Ini merupakan tema penelitian yang diambil oleh Emmy Febriani Thalib, S.H.,M.H yang merupakan salah satu penerima hibah kegiatan Riset Kebencanaan “Ideathon Bali Kembali” yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Emmy bercerita alasan mengambil tema tersebut, dia mengaku melihat sendiri bagaimana pelaku Biro Perjalanan Wisata sangat terpukul dengan dampak Pandemi COVID-19 yang membuat pariwisata Bali terhenti.

“Saya melihat sendiri bagaimana mereka (Biro Perjalanan Wisata) struggling, menderita. Bisa survive saja bersyukur. Program ini bentuk keprihatinan ke Biro Perjalanan Wisata walau pun mereka sendiri sudah ada usaha-usaha yang telah dijalankan. Nah kita dari sisi akademisi kalau kita bisa ya kita bantu perjuangkan,” kata Emmy saat berbincang, Senin (17/5/2021) lalu.

Alasan lain di balik pembuatan program ini adalah Biro Perjalanan Wisata tidak terlalu dititikberatkan untuk menerima bantuan pemulihan ekonomi bagi pelaku pariwisata. Selama ini, skema bantuan lebih mengarah kepada perhotelan, restoran dan sebagainya.

Oleh sebab itu, program soft loan ini dikhususkan untuk membantu pelaku Biro Perjalanan Wisata untuk dapat mempersiapkan operasionalnya dalam menyambut wacana kembali dibukanya pariwisata Bali. Bantuan dana yang didapat dari soft loan ini nantinya dapat digunakan untuk membiayai operasional.

“Soft loan diharapkan bisa cair sebelum pariwisata resmi dibuka. Jadi untuk persiapan, Misalnya ada biro wisata yang dulu belum ada gedung untuk kantor nanti bisa digunakan untuk bayar sewa gedung. Intinya soft loan dapat digunakan untuk modal kerja untuk persiapan,” kata Emmy yang merupakan salah satu pengajar di STMIK STIKOM Indonesia (STIKI).

pariwisata bali, ideathon bali

Untuk tahap awal setidaknya ada sekitar 141 Biro Perjalanan Wisata yang direncanakan akan mendapatkan bantuan dari Program Soft loan ini. Namun, jumlah tersebut masih bisa berkurang karena sampai saat ini masih dalam proses pendataan. Sebab, untuk mendapatkan program soft loan ini setidaknya Biro Perjalanan Wisata harus memenuhi sejumlah syarat. Syarat menerima program soft loan ini adalah sebagai berikut:

  • Pengusaha-pengusaha lokal atau memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Provinsi Bali di sektor pariwisata dan sektor pendukung pariwisata lainnya yang terkena dampak Pandemi Covid-19.

  • Plafon pinjaman kepada masing-masing pengusaha sebesar maksimal sesuai kontribusi pengusaha terhadap pajak (PHR, PPN, pajak hiburan) di tahun 2019 serta tidak masuk daftar hitam nasional.

  • Terdapat jangka waktu pinjaman dengan grace period kelonggaran pembayaran angsuran pokok dan bunga selama dua tahun dan dapat diperpanjang menjadi tiga tahun apabila kondisi pariwisata setelah tahun kedua belum pulih minimal 50 persen dari kondisi normal.

  •  Suku bunga maksimal sebesar 3 persen per tahun di mana bunga pada masa grace period diakumulasikan pada tahun-tahun berikutnya.

  • Harus mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait dan asosiasi yang menaungi usaha tersebut.

  • Pinjaman hanya digunakan untuk modal kerja yang tidak dapat digunakan untuk melunasi atau mengangsur pinjaman di bank atau perusahaan pembiayaan. 

Tema yang diambil oleh Emmy tak hanya bertujuan untuk membantu Biro Perjalanan Wisata di Bali. Namun, bertujuan untuk merangsang pertumbuhan pariwisata Bali untuk kembali bangkit sehingga berdampak pada perekonomian.

“Sesuai dengan judul saya ada kata ‘stimulus’ yang punya tujuan untuk merangsang penggiat industri ini agar dapat dana segar jadi berdampak pada perekonomian juga. Karena sekarang banyak sekali orang yang kehilangan pekerjaan, ada utang di bank dan lain sebagainya,” ujarnya.

Penelitian yang dilakukan oleh Emmy ini diharapkan dapat memberikan input kepada pembuat kebijakan dalam proses dan perumusan kebijakan publik sebagai solusi permasalahan yang efektif dan diterima di lapangan karena melibatkan pihak terkait yaitu Biro Perjalanan Wisata di Bali, yang juga memberikan kontribusi besar mendatangkan devisa negara di mana kegiatan usahanya terdampak oleh pandemi COVID-19.

Penelitian Emmy yang berjudul “Kebijakan Terkait Program Soft Loan sebagai Stimulus Pemulihan Ekonomi pada Biro Perjalanan Wisata Bali” menjadi salah satu proposal yang lolos hibah seleksi Kegiatan Riset Kebencanaan “Ideathon Bali Kembali”. Penelitian Emmy dan empat proposal dari pengajar STIKI Indonesia masuk ke dalam 50 proposal yang lolos dan diumumkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada (27/4/2021).

Lima proposal STIKI Indonesia merupakan terbanyak yang lolos dalam Kegiatan ini. Untuk lebih lanjut bisa dibaca di link berikut ini: STIKI Kampus IT Terbanyak se-Indonesia Loloskan Proposal Ideathon Bali Kembali.