Generic placeholder image

Rekomendasi Tempat Makan Babi Guling di Bali, Maknyus!

28 Jul 2021   Berita

Apa kuliner paling terkenal di Bali? Tentu jawabannya adalah Babi Guling! Bagi kamu yang sering ke Bali tentu butuh sejumlah rekomendasi tempat makan babi guling yang enak. Berikut ini ada sejumlah rekomendasi tempat makan babi guling. Kami hanya memberikan lima tempat makan babi guling. Sebab, tempat makan babi guling di Bali itu sangat banyak dan bervariasi sehingga kesulitan untuk memberikan rekomendasi untukmu.

Berikut ini ada sejumlah rekomendasi tempat makan babi guling di Bali dikutip dari detikfood:

Babi Guling Bu Dayu

Babi guling di Bali ini terbilang hits karena kerap membuat pembelinya mengantre panjang. Warung Babi Guling Dayu Kencani ada di kawasan Kuta.

Buka mulai pukul 7 malam, babi guling di sini tersedia hingga pukul 2 pagi. Menu nasi campur dibanderol sekitar Rp 35 ribu. Lalu ada menu sate babi, babi rica, dan jeroan babi.

Banyak orang menjagokan cita rasa sambal babi guling yang pedas di sini. Porsi menu nasi campurnya juga besar sehingga dijamin mengenyangkan!

Babi Guling Pak Dobiel

Babi Guling Sari Dewi atau lebih dikenal dengan sebutan Babi Guling Pak Dobiel juga banyak dijagokan pencinta babi guling di Pulau Dewata. Gerainya ada di Nusa Dua.

Konon daging babi di sini lebih empuk karena menggunakan babi yang masih muda. Seporsi nasi campur babi panggang di sini dilengkapi sate, sosis, jeroan babi, lawar, dan sambal pedas. Ada juga tambahan sambal yang pedasnya nendang. Seporsi nasi campur babi panggang di sini harganya sekitar Rp 50 ribu.

Babi Guling Jero Kawan

Babi guling enak di Bali selanjutnya ada di kawasan Badung, tepatnya di Jalan Raya Munggu. Namanya Babi Guling Jero Kawan yang baru buka mulai pukul 4 sore.
Lokasi gerai babi guling ini memang jauh, namun cita rasanya yang enak membuat banyak orang rela datang. Jenis babi gulingnya terbilang lebih kering dan bumbunya lebih kuat.

Harga seporsi nasi campur babi panggang di sini terjangkau, sekitar Rp 25 ribu saja. Sudah termasuk daun singkong, lawar, dan sambal hijau yang agak pedas.

kampus IT di Bali, Kampus swasta di bali, kampus IT

Babi Guling Slingsing Bu Suci

Babi Guling Slingsing Bu Suci juga banyak dibicarakan di kalangan pencinta babi guling Bali. Harga nasi campr babi panggang di sini Rp 30 ribu.

Pelengkapnya lumayan banyak seperti lawar, sayur daun singkong, sosis babi, dan gorengan. Untuk daging babi gulingnya merupakan jenis yang agak basah.

Uniknya Babi Guling Slingsing Bu Suci juga menyediakan sambal kelapa goreng. Kalau tertarik mampir, gerainya ada di Tabanan dan baru buka mulai pukul 5 sore.

Babi Guling Pak Malen

Babi guling enak di Bali selanjutnya ada di Seminyak, tepatnya di Jalan Sunset Road. Kenikmatan babi guling Pak Malen sudah sangat tersohor.

Seporsi nasi campur babi panggang di sini harganya Rp 40 ribu. Pelengkapnya ada sosis babi, kerupuk babi, lawar, dan sambal terasi. Pengunjung bisa pilih versi pedas atau tidak.

Gerai babi guling ini sudah buka mulai pukul setengah 9 pagi. Porsinya terbilang tak terlalu banyak sehingga kalau mau lebih kenyang harus tambah satu porsi lagi.

Menyantap babi guling di Bali itu memang enak. Bayangkan setelah makan babi guling kamu bisa lanjut santai di pinggir pantai. Bali memang luar biasa. Dikaruniai alam yang indah ditambah pula kuliner yang mampu menghanyutkan lidahmu. Pengen tinggal di Bali? Bagi kamu yang baru lulus SMA mungkin bisa melanjutkan kuliah di Bali. Selain bisa tinggal di pulau yang indah ini, dengan kuliah di Bali kamu juga bisa sekaligus mempelajari budaya Bali yang terkenal memiliki keunikan hingga ke penjuru dunia.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan Kampus IT di Bali memiliki konsentrasi dalam pelestarian budaya Bali. Maka, sangat cocok bagi kamu yang mau kuliah di Bali sekaligus ingin belajar tentang budaya Bali.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali memiliki dua program studi yaitu Teknik Informatik dan Sistem Komputer. Informasi pendaftaran bisa disimak di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id

Generic placeholder image

Lagi Populer, Cari Tahu Konsep Berpikir “Without The Box”

09 Jul 2021   Berita

Kita selalu mendengar bahwa kita harus memiliki konsep berpikir “Out Of the Box”. Namun, konsep itu sudah dianggap usang dan mulai populer digantikan dengan konsep “Thinking Without The Box”. Dilansir Glints, Konsep thinking without the box merupakan konsep berpikir yang tidak dibatasi oleh aturan sama sekali.

Jika thinking outside the box menuntutmu untuk berpikir dari perspektif yang berbeda dari sebuah masalah, konsep ini justru mendorongmu untuk berpikir dari perspektif yang benar-benar baru. Artinya, kamu didorong untuk berpikir tanpa terpengaruh konsep atau aturan apapun.

Konsep berpikir ini akan memberikan manfaat berikut:

Mendorongmu untuk selalu berpikiran terbuka

Menantangmu untuk menghadapi berbagai tantangan yang berbeda

Membantumu mendapatkan kesempatan baru

Cara mengembangkan thinking without the box

1. Prioritaskan kreativitas

The HR Director menyebut bahwa salah satu cara mengembangkan konsep thinking without the box adalah dengan memprioritaskan kreativitas. Kreativitas dan inovasi adalah dua hal yang saling berkaitan. Untuk itu, ketika berpikir menggunakan konsep ini, prioritaskan kreativitasmu terlebih dahulu. Abaikan segala bentuk aturan atau persepsi yang ada.

2. Belajar dari kegagalan kegagalan

Untuk mengembangkan thinking without the box, coba renungkan, sudah berapa kali kamu belajar dari kesalahan sebelumnya? Ketika kesalahan terjadi, catat apa yang terjadi dan pelajari kegagalan tersebut untuk masa depan. Memiliki alat dan proses yang tepat dapat membantu mengubah kesalahan masa lalu menjadi pelajaran. Alih-alih berfokus pada hal-hal negatif, pelajari kegagalan yang kamu alami untuk hasil yang baru, sukses, dan kreatif.

3. Pahami bahwa aturan adalah pilihan

Forbes menyebut bahwa untuk mengembangkan thinking without the box adalah memandang aturan dan batasan dalam berpikir sebagai sebuah pilihan. Aturan atau batasan terkadang dapat menjadi hambatanmu untuk mengembangkan pemikiran yang lebih kreatif. Untuk itu, kamu harus memahami bahwa aturan tersebut adalah sebuah pilihan yang boleh kamu ikuti ataupun abaikan. Bahkan, Forbes menyarankan untuk mengabaikan aturan atau batasan tersebut untuk mengembangkan konsep berpikir ini.

kampus IT di Bali, Kampus swasta di Bali, Kampus IT

4. Hindari rutinitas

Cara selanjutnya untuk mengembangkan thinking without the box adalah dengan meminimalisir rutinitas. Temukan cara untuk meminimalkan rutinitas dalam hidupmu. Jangan mengambil pendekatan yang sama untuk memecahkan masalah. Lihatlah hal yang sama seperti orang lain dan pikirkan sesuatu yang berbeda.

Terus lakukan hal-hal baru sampai kamu tidak lagi memiliki rutinitas. Kemudian, nikmati pertumbuhan ide-ide baru yang siap kamu terapkan. Jika kamu terjebak dalam siklus yang memperlambat proses berpikirmu, segera tinjau kembali rutinitasmu dan buat perubahan yang diperlukan.

5. Singkirkan kebiasaan yang menghambatmu untuk berubah

Sikap negatif, takut gagal, perfeksionisme, mengikuti aturan konvensional tanpa mempertanyakan efisiensi semuanya terbukti menghambat kreativitas. Untuk mengembangkan konsep berpikir ini, kamu perlu meninjau dan memverifikasi apakah ide-idemu benar-benar memberi hasil terbaik atau malah menghalangimu untuk mengembangkan diri.

6. Belajar hal baru

Mempelajari hal baru bisa menjadi salah satu cara untuk mengembangkan thinking without the box. Baca majalah, jurnal, blog bisnis, atau buku di industri selain industrimu sendiri yang mengajarkan bagaimana tugas atau proses bisnis diselesaikan di sektor itu. Kamu dapat menerapkan beberapa ide tersebut dalam strategi terbarumu.

Cobalah membaca sesuatu yang belum pernah kamu sentuh sebelumnya. Jika kamu suka membaca fiksi sastra, cobalah novel misteri atau fiksi ilmiah. Kalau kamu banyak membaca novel detektif, maka coba novel misteri. Sementara kalau kamu senang membaca buku yang berhubungan dengan bisnis, beralih dengan membaca buku dan blog dengan topik selain bisnis.

7. Kembangkan kemampuan mendengar aktif

Kemampuan mendengar aktif juga dibutuhkan untuk mengembangkan thinking without the box. Kamu harus mampu mendengarkan, mendukung, memelihara dan menghormati orang lain ketika mereka datang dengan ide-ide baru. Jangan menjatuhkan ide baru dari tim atau kolegamu, beri mereka kesempatan untuk menjelaskan idenya sebelum mempertimbangkannya.