Generic placeholder image

Apa Skill Wajib yang Harus Dikuasai Anak IT Selain Coding?

18 Mei 2021   Berita

Untuk menjadi seorang programmer bukan skill coding saja yang harus dikuasai. Ada beberapa skill yang wajib dikuasai untuk menunjang karirmu di masa depan.
Salah satu skill paling penting yang wajib dimiliki oleh seorang programmer adalah kemampuan untuk memecahkan masalah.

Dalam membuat sistem/program tentu akan ada masalah yang selalu terjadi baik dalam bentuk error atau bug. Oleh sebab itu, untuk menjadi seorang programmer andal diwajibkan memiliki kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah error atau bug tersebut.

Apa saja skill lain yang wajib dimiliki oleh seorang programmer selain coding? Simak uraiannya berikut ini:

  • Membaca bahasa programmer

Bahasa pemrograman memang ada banyak. Namun, setidaknya kamu harus menguasai satu bahasa pemrograman. Ketika kamu sudah menguasai satu bahasa maka kamu bisa memulai dengan belajar bahasa lain.

  • Update teknologi

Sebenarnya ini bukan skill. Namun, harus wajib diingatkan kepada seluruh programmer bahwa keinginan untuk selalu update terhadap perkembangan teknologi wajib selalu ada di benakmu.

  • Rasa ingin tahu

Programmer yang andal akan terus mencari tahu bagaimana proses suatu metode dan menemukan cara untuk melakukannya dengan lebih efisien. Tingkat keingintahuan yang tinggi akan membantu untuk terus belajar dan memastikan perkembangan yang konsisten.

  • Berorientasi pada detail

Kesalahan kecil dalam penulisan kode dapat memiliki efek yang signifikan pada hasil. Kamu wajib menjadi orang yang teliti dan berorientasi pada detail. Seorang programmer harus terbiasa memeriksa dan mengecek ulang kode yang tertulis.

Kampus IT di Bali, kampus swasta di Bali, kuliah di Bali, Kampus desain, kampus akuntasi

  • Kemampuan mempelajari konsep dan menerapkan pada masalah lain

Kemampuan ini adalah kemampuan penting bagi seorang programmer. Kemampuan in akan sangat berguna saat menulis Cascading Style Sheet (CSS) untuk desain yang diterapkan pada halaman web dan kemudian mengalir ke elemen lain di halaman.

  • Kemampuan berkomunikasi

Menjadi programmer atau anak IT memang identik dengan menghabiskan sebagian besar waktu mereka bekerja sendirian di depan komputer.

Namun, banyak situasi mengharuskan kamu untuk berkomunikasi dengan anggota tim, terutama saat dapat proyek. Kemampuan berkomunikasi yang baik akan memungkinkan kamu untuk bekerja secara efektif dengan orang lain.

  • Kuasai bahasa Inggris

Kamu pasti tahu semua bahasa pemrograman dan yang ada di komputer dirancang menggunakan bahasa Inggris. Tak hanya itu, perlu ditekankan kembali bahwa bahasa merupakan soft skill yang akan kamu pakai di kemudian hari sebagai jembatan komunikasi dengan klien. Mulai belajar bahasa Inggris minimal paham tingkat pasif.

  • Inovasi dan kreativitas

Skill yang penting kamu miliki adalah kemampuan untuk berinovasi. Tidak hanya skill dalam menulis kode dalam program yang dikerjakan. Kamu juga harus dapat berpikir secara kreatif untuk menyelesaikan satu masalah.

Ketika suatu saat atasan mengeluhkan satu masalah kamu harus mampu berpikir secara inovatif dan kreatif. Solusi yang kamu berikan juga harus efisien dan efektif. Kreativitas yang kamu miliki akan membuatmu selalu dibutuhkan oleh atasan dan kamu akan menjadi orang yang terus dicari di kantor.

Skill yang disebutkan di atas memang mayoritas merupakan soft skill. Menguasai soft skill memang begitu penting bagi karirmu. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) sebagai Kampus IT di Bali memiliki kurikulum yang fokus pula pada pengembangan soft skill. STIKI Indonesia sadar betul bahwa pengembangan soft skill harus seimbang dengan hard skill.

Sebagai kampus swasta di Bali, STIKI Indonesia ingin lulusan dapat bersaing dengan lulusan kampus lain dan mampu menjadi bagian penting dalam mengisi industri di tanah air.

Generic placeholder image

Tahukah Kamu Siapa Penemu Komputer Pertama Kali?

11 Mei 2021   Berita

Kita semua pengguna komputer perlu tahu siapa orang pertama yang mampu menemukannya. Kita semua sudah seperti bergantung pada komputer agar pekerjaan bisa lebih efisien.

Bahkan, banyak pula dari sebagian orang yang menjadikan komputer lebih seperti ‘belahan jiwa’. Dilansir Kompas.com, komputer sendiri sebenarnya sudah dirancang ratusan tahun silam.

Banyak sosok yang berpengaruh terhadap pengembangan komputer, seperti Alan Turing, Konrad Zuse, Henry Edward Roberts, Charles Babbage, dan masih banyak lagi. Dari sekian banyak nama, Charles Babbage bisa dibilang merupakan sosok yang paling berkontribusi atas kehadiran komputer. Sebab pada 1822 silam, ia menciptakan suatu mesin yang bisa menjalankan operasi perhitungan aritmetika. Metode ini lantas menjadi dasar dari pengembangan komputer yang kita kenal hingga saat ini.

Dengan penemuan tersebut, tak aneh apabila banyak orang yang menganggap pria yang lahir pada 26 Desember 1791 ini sebagai “Bapak Komputer”. Namun, siapa sangka, jauh sebelum Babbage menggagas alat komputasi ia sempat sakit-sakitan dan terpaksa harus sekolah dari rumah.

Mengidap Penyakit Mematikan

Sekitar tahun 1800-an, tepatnya ketika Babbage berumur delapan tahun, ia mengidap suatu penyakit demam yang mengkhawatirkan. Bahkan, penyakit misterius tersebut dikabarkan nyaris merenggut nyawanya. Karena membahayakan dan daya tahan tubuhnya rentan, aktivitas Babbage pun terbatas, sampai-sampai ia harus rela mengenyam bangku pendidikan dari rumah.

Ia sebenarnya sempat belajar di sekolah grammar King Edward VI di wilayah South Devon, Inggris sekitar 1808-an. Namun, faktor kesehatan memaksanya untuk mundur dari sekolah dan ia harus kembali belajar secara privat. Seiring berjalannya waktu, Babbage akhirnya bisa bersekolah dengan normal di lingkungan kelas melalui akademi Holmwood, Middlesex, Inggris. Di sekolah ini, kecintaannya terhadap matematika mulai tumbuh.

Karena suka, seluruh teori matematika pun ia pelajari di perpustakaan sekolah tersebut. Ketertarikannya pada matematika sukses membuatnya masuk ke kampus Trinity yang berada di bawah payung Universitas Cambridge pada 1810, serta kampus Peterhouse pada 1812. Di sini, ia menjadi mahasiswa matematika terbaik dan lulus pada 1814. Meski demikian, ia disinyalir tak begitu menikmati masa-masa kuliahnya. Sebab, ada sejumlah laporan yang mengklaim bahwa Babbaga ternyata bosan dengan teori matematika yang dipelajari di kampusnya.

Seluruh teori yang diajarkan, sudah ia pelajari sendiri melalui aneka buku yang ia baca dari perpustakaan sekolah lamanya tadi. Mungkin dipicu rasa bosan, Babbage lantas membuat suatu kelompok matematika bernama Analytical Society pada 1812 yang bertujuan untuk mengulik lebih dalam soal matematika.

Pasalnya, kala itu matematika dinilai bisa menyelesaikan banyak persoalan di berbagai sektor industri, seperti navigasi, sains, hingga engineering. Penyelesaian masalah menggunakan metode matematika dan tabel penghitungan pun dianggap masih memakan waktu dan uang yang tidak sedikit lantaran akan banyak kalkulasi yang mungkin dilakukan.

Kampus IT di Bali

Karena dinilai tidak efisien, Babbage pun mulai merancang suatu alat yang bisa menyelesaikan persoalan matematika menggunakan mesin pada 1819. Tiga tahun kemudian, alat tersebut rampung dan dinamai “Difference Engine 0″ dan digadang-gadang sebagai komputer pertama di dunia.

Apabila melihat gambar di atas, bentuk mesin tersebut sebenarnya sangat jauh berbeda dengan komputer saat ini. Namun, prinsip kerja mesin itu sama dengan komputer modern, yaitu melakukan penghitungan angka alias komputasi. Difference Engine 0 konon memiliki berat hingga belasan ribu kilogram dengan tinggi lebih dari dua meter.

Mesin ini sendiri dioperasikan menggunakan sebuah engkol pegangan yang bisa diputar secara manual untuk menyelesaikan persoalan matematika. Pada 1823, pemerintah Inggris tertarik akan cara kerja mesin ini dan menyuntikkan dana sebesar 1.700 Poundsterling supaya versi selanjutnya bisa dikembangkan.

Pantang menyerah

Sekitar sepuluh tahun kemudian, mesin bernama “Difference Engine 1″ yang lebih mumpuni dari Difference Engine 0 berhasil dibuat dengan dana 17.000 Poundsterling. Namun, alat tersebut belum bekerja sepenuhnya dan masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut. Setahun setelahnya, proyek Difference Engine 1 tak lagi dibiayai oleh pemerintah dan disetop karena konon kekurangan dana. Meski demikian, hal itu tidak membuat Babbage pantang menyerah dan berhenti untuk mengembangkan desain komputer bikinannya.

Sekitar 1837, ia merancang suatu sistem bernama Analytical Engine yang bisa menghitung persoalan matematika yang jauh lebih kompleks dan bisa dipakai untuk berbagai tujuan. Kemudian pada 1846, ia memperbarui desain Difference Engine 1 menjadi Difference Engine 2 yang menjadi komputer mechanical pertama di dunia. Sayangnya, Analytical Engine dan Difference Engine 2 tidak terwujud dalam sebuah produk nyata hingga Babbage tutup usia.

Organ otaknya dipamerkan di museum

Babbage wafat pada 18 Oktober 1871 karena mengidap sebuah penyakit. Pada saat masih hidup, ia memutuskan untuk mendonasikan otaknya untuk keperluan sains ketika nantinya ia sudah meninggal. Kini, setengah organ otak Babbage diabadikan di Hunterian Museum di Royal College of Surgeons, London.

Sedangkan setengahnya lagi dipamerkan di Science Museum, London bersama dengan komputer Difference Engine yang dirancang oleh Babbage. Banyak orang yang mungkin belum mengenal Babbage. Namun, gagasannya soal prinsip kerja komputer patut dihargai sebagai suatu momen penting dalam sejarah manusia. Sebab, berkat penemuannya, ia berhasil mengubah cara kerja orang banyak di masa modern yang kini agaknya semakin bergantung pada komputer.

Semua orang kini bergantung pada komputer. Apalagi seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat orang semakin bergantung kepada komputer dan teknologinya. Semua orang khususnya generasi muda perlu menjadi pihak terdepan yang mampu menguasainya. Salah satu cara untuk bisa menguasai teknologi dan komputer adalah dengan belajar secara profesional.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan Kampus IT di Bali memiliki dua program studi Teknik Informatika dan Sistem Komputer. Dua Program studi ini bisa kamu ambil sebagai langkah dalam menguasai teknologi dan komputer.

Program studi Teknik Informatika di salah satu kampus swasta di Bali ini memiliki misi melaksanakan pendidikan yang berfokus pada kebutuhan pengembangan ilmu dan teknologi berbasis komputer. Tujuannya untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan mengolah serta menganalisa sistem informasi, multimedia, dan memanfaatkan teknologi terkini dalam mendukung perkembangan industri pariwisata berwawasan budaya.

Sementara, untuk program studi Sistem Komputer memiliki misi mencetak lulusan sarjana yang profesional di bidang sistem komputer, memiliki kemampuan menguasai hardware dan software komputer yang berimbang dan sangat menunjang profesi di bidang: IT, EDP Perhotelan Pariwisata, Mobile Programmer, Technical Support. Ditambah pula mampu menguasai Network Administrator, Automation System dan Smart Robotic System.

Mata kuliahnya di antaranya: Teknologi Informasi Pariwisata, Pemrograman Visual, Pemrograman Web, Mobile Programming, Manajemen Jaringan dan Server, Artificial Intelegence, Mikrokontroler, dan Robotika.

Bagi kamu yang tertarik mengetahui informasi lebih lanjut terkait Kampus IT terpopuler di Bali ini mengunjungi link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Generic placeholder image

Mengenang Drakor Lawas ‘Something Happened in Bali’

08 Mei 2021   Berita

Drama Korea Something Happened in Bali atau Memories of Bali menjadi booming saat tayang pada tahun 2004 lalu. Sesuai dengan judulnya drama yang diperankan oleh Ha Ji Won, Jo In Sung, So Ji Sub dan Park Ye Jin ini mengambil latar belakang tentang Bali.

Drama Korea ini menceritakan Lee Soo Jung (Ha Ji Won) seorang yatim piatu yang mencari peruntungan dengan pindah ke Bali.

Selama hidup di Bali, ia bekerja sebagai pemandu wisata. Tokoh lain Jung Jae Min (Jo In Sung) adalah seorang playboy konglomerat yang kekanak-kanakan dan sudah bertunangan dengan Choi Young Joo (Park Yee Jin).

Pertunangan ini merupakan campur tangan orangtua mereka. Choi Young Joo sendiri masih mencintai mantan kekasihnya Kang In Wook (So Ji Sub) yang tinggal dan bekerja di ibukota Indonesia, Jakarta.

Dikutip dari liputan6.com, dalam drama diceritakan Choi Young Joo pun menyusul Kang In Wook, dan mengajaknya ke Bali. Rupanya perjalanan Choi Young Joo telah diketahui tunangannya yang juga ikut terbang ke Bali. Selama di Bali, mereka menyewa Lee Soo Jung yang mata duitan.

Selama perjalanan ke Bali, adegan lucu dan menegangkan banyak terjadi. Lalu, karakternya juga mengalami kisah cinta tak terduga.

Hingga saat ini, beberapa netizen masih membicarakan drama ini. Tentu saja, pada 2004 Hallyu Wave kurang merajalela dibandingkan saat ini. Bahkan, ada penikmat drama yang baru mengetahui drama ini diputar di Indonesia.

Kampus IT di Bali

Episode terakhir Memories of Bali mendapatkan rating 39.7 persen, terbaik di zamannya, laporan dari Nielsen Korea.

Meski berakhir tragis, drama Korea ini tetap terkenang hingga sekarang khususnya bagi warga Korea yang ramai-ramai berlibur ke Bali setelah menonton drama korea dengan total 20 episode ini.

Tak heran memang, drama Korea ini memang mengekspos keindahan Pulau Bali dari Tanah Lot hingga Pantai Kuta. Keindahan Bali memang tidak perlu diragukan lagi hingga membuat siapa pun ingin datang, kembali datang bahkan ingin menetap di Pulau Dewata.

Bagi kamu yang mungkin baru lulus sekolah dan berniat memutuskan ingin kuliah di Bali sepertinya perlu tahu apa saja keuntungan yang didapat apabila memutuskan kuliah di Bali. Sederet keuntungan yang didapat apabila memutuskan kuliah di Bali bisa kamu baca di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Tinggal di Bali tentu kamu ingin mempelajari budaya Bali yang terkenal memiliki keunikan hingga ke penjuru dunia. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) merupakan kampus IT di Bali yang memiliki kurikulum berbasis budaya khusunya budaya Bali. Kamu yang berniat menjadi profesional IT tentu bisa sekaligus belajar tentang budaya Bali.

Sebagai kampus swasta di Bali, STIKI Indonesia juga berbasis technopreneur campus di Bali. Maka, tak heran memiliki Inkubator Bisnis yang siap membantumu menjadi seorang technopreneur.

Untuk informasi lebih lanjut tentang informasi pendaftaran mahasiswa bisa kamu cek di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.