Generic placeholder image

PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Komunikasi Mantan)

21 Jul 2021   Berita

Memutuskan balikan ke mantan bukan hal yang aneh. Apalagi jika keduanya sama-sama masih jomblo. Memang putus dipastikan ada penyebabnya. Hal buruk yang terjadi sehingga salah satu pihak mengucap kata putus.

Meski putus identik dengan hal yang buruk bukan berarti segala hari-hari yang dilalui dengan mantan buruk tentu ada hal manis.

Hal manis ini yang sering diingat sehingga ada kepikiran untuk balikan. Namun, sebelum memutuskan balikan ada baiknya kamu mempertimbangkan banyak hal. Mengutip CNNindonesia, berikut sejumlah pertimbangan yang harus kamu ambil sebelum memutuskan balikan mantan:

1. Mengapa hubungan Anda dan pasangan gagal di masa lalu?

Menengok kembali masa lalu yang indah bersama si mantan memang menyenangkan. Tapi, jangan lupa juga untuk mengingat kembali alasan berakhirnya hubungan Anda bersama pasangan. Jadikan hal tersebut pertimbangan sebelum mencoba kesempatan kedua.

2. Apa yang terjadi pada Anda dan pasangan di bulan-bulan sebelum berpisah?

Penting untuk kembali melihat momen perpisahan bersama pasangan dan mencari tahu faktor lain di luar hubungan yang berperan memicu perpisahan.

Bisa jadi Anda sedang berurusan dengan kesehatan mental. Atau, Anda sedang berada di dalam tekanan pekerjaan yang tinggi.

Teliti kembali kontribusi hal-hal tersebut terhadap berakhirnya hubungan Anda.

3. Apa yang Anda inginkan untuk masa depan?

Ahli relationship, Persia Lawson mengatakan bahwa penting untuk mengetahui keinginan di masa depan.

“Apakah masing-masing dari Anda dapat menjelaskan soal apa yang diinginkan di masa depan? Apakah itu pernikahan, rumah, anak, dan lain-lain,” ujar Lawson.

Jika hubungan Anda di masa lalu berakhir karena adanya perbedaan harapan masa depan, maka Anda perlu mempertimbangkan kembali apa yang diinginkan. Jika Anda masih menginginkan hal yang sama seperti pada hubungan sebelumnya, maka kesempatan kedua dengan mantan kekasih tidak akan berhasil.

4. Seberapa lama waktu perpisahan Anda bersama pasangan?

Ada banyak waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah. Banyak pula waktu yang dibutuhkan untuk membuat kedua belah pihak tumbuh dan berubah menjadi lebih baik.

“Anda perlu memiliki waktu untuk menikmati hidup, terlepas dari keberadaan mantan kekasih untuk menerima kemungkinan baru,” ujar psikolog sekaligus ahli relationship, Neil Wikie. Jika waktu itu tidak ada, maka Anda hanya akan melihat kehidupan dari sudut pandang yang lama.

5. Apa yang masing-masing butuhkan dalam hubungan?

Komunikasi yang terbuka mengenai kebutuhan akan sebuah hubungan menjadi sangat penting bagi Anda yang ingin mencoba kesempatan kedua.

6. Seperti apa hubungan Anda yang lain?

Beberapa orang tetap melajang saat berpisah dengan pasangan. Namun, beberapa lainnya mencoba membuka diri akan hubungan baru. Bagaimana dengan Anda? Jika ada hubungan yang baru, bagaimana Anda menjalaninya?

Anda perlu mendiskusikan hal tersebut sebelum mencoba kesempatan kedua. Jangan sampai kelak Anda membanding-bandingkan sifat pasangan.

kampus IT di bali, kampus swasta di bali, kampus IT

7. Apakah Anda berubah?

Perubahan tak hanya mengarah pada sesuatu yang lebih baik. Perubahan juga bisa membuat seseorang menjadi lebih buruk.

Tanyakan pada diri sendiri, dengan perubahan yang Anda miliki, apakah Anda masih cocok untuk menjalani hubungan dengan mantan kekasih?

Pastikan perubahan tersebut sebelum memutuskan untuk mencoba kesempatan kedua.

8. Jika kesempatan kedua gagal, apakah Anda akan baik-baik saja?

Meski terasa menyedihkan, namun Anda perlu memikirkan hal terburuk yang mungkin terjadi. Yakni, kesempatan kedua yang Anda coba berujung gagal.

Pastikan bahwa Anda akan baik-baik saja jika gagal menjalani hubungan yang kedua ini.

Namun, jika Anda tak siap untuk gagal kedua kalinya, maka pertimbangkan kembali rencana untuk kembali menjalani hubungan dengan mantan kekasih.

Apabila kamu tidak bisa mempertimbangkan hal tersebut mungkin ada baiknya kamu PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Komunikasi Mantan). Buat apa balikan kalau kamu masih belum bisa mempertimbangkan banyak hal.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dampak Pandemi Covid-19 resmi diperpanjang. Jangan sampai juga derita masa lalu kamu diperpanjang apabila terus berhubungan dengan mantan dan terjebak di kenangan masa lalu.
Bahwasanya hidup harus melihat ke depan bukan ke belakang. Buat apa hidup terjebak nostalgia sedangkan kamu bisa membuat kenangan yang jauh lebih indah dengan orang yang lebih tepat.

Banyak alasan balikan sama mantan adalah untuk memperbaiki kesalahan. Namun, banyak pula yang berakhir dengan mengulangi kesalahan. Move on Move On. Merdeka!

Kamu tim balikan apa tim anti balikan? Aku sih tim ndak mengenal balikan. Soalnya kalau sudah putus nggak ada istilah mantan terindah, mantan terenak. Kalau emang indah dan enak kok bisa putus?

Generic placeholder image

4 Manfaat Mengikuti Vaksin Covid-19

19 Jul 2021   Berita

Pemerintah makin gencar mendorong masyarakat Indonesia dapat mengikuti program vaksinasi Covid-19 usai memutuskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak 3 Juli lalu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, masih banyak stok vaksin yang belum digunakan. Bahan baku mencapai 137 juta namun yang barus disuntikkan kurang lebih baru 54 juta.

Masih banyak masyarakat yang masih ragu apakah perlu mengikuti vaksin Covid-19. Pemerintah menjamin vaksin yang diberikan aman dan juga banyak manfaatnya. Apa Saja manfaat vaksin Covid-19? Simak uraiannya dikutip dari kompas.com:

1. Mencegah terkena atau mengalami gejala

Covid-19 berat Dalam dokumen Frequently Asked Question (FAQ) Seputar Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 yang diunggah dalam laman resmi Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI, dijelaskan bahwa vaksinasi Covid-19 memang tidak membuat kita 100 persen kebal dari Covid-19. Tapi, vaksinasi Covid-19 akan mengurangi dampak yang ditimbulkan jika kita tertular Covid-19.

Vaksinasi adalah proses di dalam tubuh, di mana seseorang menjadi kebal atau terlindungi dari suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut, maka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Vaksinasi terjadi biasanya dengan pemberian vaksin.

Sebagaimana manfaat dari vaksin lainnya, vaksin Covid-19 bermanfaat untuk memberi perlindungan tubuh agar tidak jatuh sakit akibat Covid-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh. Oleh sebab itu, meski sudah divaksin Covid-19, kita direkomendasikan tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes), yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak untuk mencegah penularan virus corona.

2. Melindungi orang lain

Vaksinasi Covid-19 bisa mencegah kita menyebarkan virus corona ke orang lain. Jika cakupan vaksinasi tinggi dan merata di suatu daerah, maka akan terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity).

Kekebalan kelompok merupakan situasi di mana sebagian besar masyarakat terlindung atau kebal terhadap penyakit tertentu sehingga menimbulkan dampak tidak langsung (indirect effect), yaitu turut terlindunginya kelompok masyarakat yang rentan dan bukan merupakan sasaran vaksinasi.

Kondisi tersebut hanya dapat tercapai dengan cakupan vaksinasi yang tinggi dan merata. Sebagian besar ahli percaya setidaknya butuh 70 persen dari populasi untuk divaksin demi mencapai kekebalan kelompok.

3. Menghentikan penyebaran Covid-19

Pada dasarnya, vaksinasi diadakan bukan hanya bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit dan menghentikan wabah, tetapi juga dalam jangka panjang mengeliminasi atau bahkan memusnahkan penyakit itu sendiri. Tujuan vaksinasi ini kiranya juga disematkan untuk penyakit Covid-19 akibat virus corona.

4. Membantu melindungi generasi selanjutnya

Melansir Mayo Clinic, manfaat vaksin Covid-19 salah satunya adalah mencegah virus corona menyebar dan bereplikasi, yang memungkinkannya bemutasi dan mungkin menjadi lebih kebal terhadap vaksin.

Dengan menurunkan laju infeksi Covid-19 dan memutus mata rantai pandemi Covid-19, kita pun dapat melindungi generasi selanjutnya dari penderitaan panjang terinfeksi penyakit ini. Hal ini terbukti dari catatan sejarah yang sudah terjadi.

Dulu ada banyak penyakit yang disebabkan oleh virus bisa menyebabkan banyak mematikan. Dengan adanya vaksin, penyakit dapat dikendalikan. Jadi kita adalah generasi yang hidup dari perjuangan vaksinasi generasi sebelumnya.

kampus IT di bali, kampus swasta di bali, kampus IT

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) merupakan kampus IT di Bali yang patuh terhadap upaya pemerintah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19. STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini telah menggelar vaksinasi massal Covid-19 untuk mahasiswa, keluarga mahasiswa dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini diselenggarakan di Kampus STIKI Indonesia yang terletak di Jl Tukad Pakerisan No 97, Panjer, Denpasar pada Sabtu (5/6/2021).

Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T. menjelaskan vaksinasi massal ini merupakan inisiatif pihaknya yang bertujuan untuk membantu pemerintah dalam upaya menghambat penyebaran virus Covid-19. Oleh sebab itu, STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT terpopuler di Bali mengajak Dinas Kesehatan Provinsi Bali dalam kegiatan ini.

“Program vaksin massal bagi mahasiswa, keluarga mahasiswa dan masyarakat sekitar kita semua tahu saat akan semakin cepat akan berdampak baik bagi Bali, bagi masyarakat Bali, bagi perekonomian Bali,” kata Made Muku, Sabtu (5/6/2021).

Dalam vaksinasi massal yang pertama kali digelar oleh STIKI Indonesia ini, Dewa Muku menjelaskan kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan sama sekali. Kegiatan ini total diikuti oleh 545 mahasiswa dan keluarga mahasiswa.

Berangkat dari kegiatan yang berjalan lancar ini, Dewa Muku yakin apabila diberi kesempatan maka pihaknya sangat siap kembali menggelar vaksinasi ke seluruh mahasiswa yang berjumlah sekitar 5.000 lebih tersebut.

Salah satu indikasi keberhasilan dari vaksinasi massal ini adalah ketika tidak terjadinya kerumunan saat antri pendaftaran. Penyebabnya adalah STIKI Indonesia merupakan Kampus berbasis teknologi yang menyediakan komputer dengan program mutakhir sehingga peserta dengan cepat dan mudah saat melakukan pendaftaran. Maka, kerumunan bisa dihindari.

“Kami sangat senang semua berjalan lancar . Kami juga berharap dapat berperan sehingga penyebaran virus dapat ditekan dan bisa dengan segera menggelar kuliah tatap muka,” kata Dewa Muku.

Ditemui terpisah, Kepala Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan Dinkes Provinsi Bali, Ni Wayan Arniti, SE., M. Kes mengapresiasi inisiatif STIKI Indonesia untuk menggelar vaksinasi massal.

Dia mengakui Dinas Kesehatan tidak bisa bergerak sendiri dalam upaya menghambat penyebaran Covid-19. Maka, pihaknya menyambut dengan baik ajakan STIKI Indonesia untuk menggelar vaksinasi massal.

“Terima kasih kepada seluruh bagian dari STIKI Indonesia, dari segi tempat vaksinasi dan fasilitas juga sudah representatif sebagai tempat ideal untuk menggelar vaksinasi massal,” katanya.

Wayan Arniti kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk jangan takut mengikuti vaksinasi Covid-19. Dia mengingatkan vaksin aman dan tidak perlu takut vaksin akan berdampak buruk.

Sebelum program vaksinasi massal di kampus, Seluruh dosen dan tenaga kependidikan STIKI Indonesia telah pula mengikuti vaksinasi Covid-19 ang digelar oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII di Aula BIMA Jl Trengguli I, Penatih, Denpasar Timur pada (19/5/2021).

Jadwal Vaksin Massal dimulai dari tanggal 17 Mei sampai 19 Mei 2021. Vaksin Massal ini juga digelar untuk seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan LLDikti Wilayah VIII.

Generic placeholder image

Fakta STIKI: Terakreditasi B Untuk Perguruan Tinggi dan Program Studi!

18 Jul 2021   Berita

Akreditasi Perguruan Tinggi memang penting untuk menjamin kualitas dan mutu lulusannya. Hal ini menjadi penting bagi tiap mahasiswa untuk memilih Perguruan Tinggi sebagai tempat terakhir sebelum masuk ke dunia kerja.

Perusahaan swasta mau pun instansi pemerintah sudah tentu melihat pelamar dari tempat mereka kuliah. Biasanya mereka melihat Perguruan Tinggi dengan akreditasi minimal B.

Akreditasi Perguruan Tinggi dibedakan menjadi dua, yakni akreditasi institusi dan akreditasi jurusan atau program studi.

Akreditasi institusi adalah akreditasi yang berlaku untuk semua jurusan (program studi), bahkan semua fakultas yang ada di Perguruan Tinggi tersebut. Sedangkan akreditasi jurusan, merupakan akreditasi yang diperuntukkan bagi satu jurusan tersebut.

Peraturan menteri pendidikan RI Nomor 28 Tahun 2005 pun mengatur tentang akreditasi lembaga pendidikan yang diwajibkan untuk melakukan proses akreditasi melalui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) merupakan kampus swasta di Bali terakreditasi B oleh BAN-PT. Semua program studi di kampus IT ini sudah pula terakreditasi B.

Bagi Kamu lulusan STIKI Indonesia yang membutuhkan sertifikat akreditasi untuk keperluan melamar CPNS bisa diunduh di bawah ya! Terlampir Sertifikat Akreditasi Perguruan Tinggi dan Sertifikat Program Studi Teknik Informatika dan Sistem Komputer.

[gview file="http://stiki-indonesia.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/SSertifikat-39242-ce754aa6eb678c4a4d182c2bacba6585-2.pdf"]

[gview file="http://stiki-indonesia.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/SSertifikat-9617-765bd73817a1920d783869ff70c1e5771.pdf"]

[gview file="http://stiki-indonesia.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/SERTIFIKAT-SK.pdf"]