Generic placeholder image

Ayo Bersatu! Mari Bela Profesi Desain Grafis

27 Apr 2021   Berita

Sering kali kita lihat di media sosial perbincangan seputar curahan hati seorang pekerja desainer grafis yang sering mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari klien bahkan belum secara resmi menjadi kliennya. Sedih.

Banyak sekali orang yang menganggap remeh profesi ini. Banyak yang menawar harga jasa dengan murah bahkan tak sedikit pula yang meminta gratis! Sadis!

Kita seringkali mendengar istilah ‘harga temen’. Harga temen bisa diartikan meminta atau mendapatkan harga murah karena menganggap ‘temen’. Hey! Padahal seharusnya sadar kalau ‘temen’ justru harusnya mendukung pekerjaan temennya dan enggak meminta harga murah. Kalau memang temen seharusnya bisa bayar dengan harga yang lebih karena menghargai pertemanan.

Ada lagi misalnya yang meminta dibuatkan desain logo dan sebagainya dan dikasih harga desainnya terus malah nawar dengan harga yang sadis. Parah!

Calon Klien: Mas, bisa buatkan desain untuk logo usaha kuliner saya yang baru?
Desainer: Bisa mas. Tolong nanti kirimkan detailnya ya atau bertemu untuk wawancara biar tahu detail usahanya seperti apa?
Calon Klien: Boleh. harganya berapa mas?
Desainer: Untuk logo harga Rp 500 ribu mas
Calon Klien: Mahal amad. Rp 100 ribu deh ya. Buat logo kan gampang. Masa buat logo gitu aja mahal 
Desainer: Maaf mas. Logo yang saya buat profesional. Ada harga ada kualitas. Silakan cari desainer lain.
 
Kampus IT di Bali
 
Belum lagi ada yang meminta ‘Project Thank You’. Ini merupakan project dari yang ngakunya temen. Minta dibuatin desain segala macam terus cuma bayar pakai ‘Thank You’. Fyuh. Sabar.

Ada lagi curahan hati yang sudah mepet deadline, tiba-tiba klien justru minta ganti brief. Sudah mepet deadline ditambah ada pergantian lagi. Kan tambah pusing.

Terus ada orang minta desain gratis yang katanya bisa dibikin dengan gampang. Kalau gampang kenapa enggak bikin sendiri ya? Hmm.

Revisi tiada akhir juga sering menimpa desainer grafis hasil desain yang sudah dikerjakan dengan sepenuh kemampuan tetap saja belum mampu memuaskan klien. Maka dengan wajar biasanya desainer grafis memberikan kesepakatan di awal bahwa revisi maksimal hanya tiga kali.

Ada lagi yang biking geleng-geleng kepala. Desainer grafis memberikan desain pertama ke klien. Lalu klien meminta revisi dan diberikan desain kedua, ketiga dan seterusnya. Tetapi klien malah mau desain yang pertama. Lah? Pusing!

Menjadi seorang desainer grafis bukanlah hal mudah. Ditambah pula mereka sering mendapatkan hal-hal menyebalkan dari klien. Desainer grafis harus memiliki dasar menggambar yang mumpuni, mampu mengoperasikan beragam software hingga dituntut memiliki kreativitas.

Kok kalian tega memperlakukan mereka sesuka hati? Sebaiknya semua orang sadar desainer itu bukan cuma tukang gambar dan bukan sekadar membuat gambar yang hanya sebatas gambar yang diinginkan klien.

Dalam desain yang dibuat oleh desainer grafis memiliki filosofi di dalamnya sehingga tidak hanya sekadar desain semata. Kalian semua juga harus sadar upah mereka itu mahal karena membuat desain itu ada harganya. So, jangan sembarangan lagi ya dengan desainer grafis. Kita juga harus mendukung desainer grafis. Mari Bersatu! Ayo dukung profesi Desainer grafis!

Berbicara tentang desainer grafis tentu merupakan profesi yang paling dibutuhkan di era digital seperti sekarang. Setiap perusahaan yang bergerak di bidang apa pun tentu mengikuti perkembangan zaman dan membutuhkan jasa desainer grafis. Maka, kamu yang punya minat di bidang ini tak perlu ragu untuk berprofesi di bidang ini.

Desainer grafis memang dibutuhkan skill gambar dan kreativitas. Namun, itu semua bisa dipelajari dan bisa dilatih asalkan kamu belajar di tempat yang tepat.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan Kampus IT di Bali memiliki program studi Teknik Informatika yang salah satu peminatannya adalah Desain Grafis dan Multimedia. Bagi kamu yang tertarik dengan dunia desain grafis dan multimedia bisa memilih peminatan ini sebagai tempatmu belajar.

Peminatan Desain Grafis dan Multimedia di STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali bertujuan menciptakan sarjana profesional di bidang teknologi komputer dengan multi-discipline science yang akan mempunyai kemampuan dalam merancang Desain Grafis dan Multimedia.

Diharapkan mampu untuk menghasilkan karya berbasis desain grafis dan multimedia serta pembuatan situs/web perusahaan/instansi, video editing, program tayangan televisi, desain display product, animasi 2 dan 3 dimensi, corporate identity serta marketing kit.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT sekaligus technopreneur campus di Bali juga merupakan kampus yang siap membantu mahasiswa unuk menjadi technopreneur. Kamu bisa bergabung menjadi bagian dalam Inkubator Bisnis STIKI Indonesia.

Selain kampus IT dan technopreneur campus di Bali, STIKI Indonesia juga merupakan kampus yang memiliki kurikulum berbasis budaya khususnya budaya Bali. Tentu menjadi keuntungan bagi kamu yang bukan orang Bali dan ada rencana kuliah di Bali.

Kamu bisa menjadi profesional IT atau technopreneur sekaligus bisa mempelajari budaya Bali yang terkenal memiliki keunikan hingga ke penjuru dunia. Bagi kamu yang ingin tahu keuntungan kuliah di Bali bisa dicek di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Untuk informasi pendaftaran mahasiswa baru STIKI Indonesia yang merupakan Kampus IT terpopuler di Bali bisa disimak di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Generic placeholder image

Tips Kelola Stres untuk Programmer

26 Apr 2021   Berita

Bekerja sebagai seorang Programmer memang dikenal memiliki pola hidup yang berbeda dengan profesi lain. Bahkan, istilah yang terkenal di kalangan programmer “I’m Programmer, I Have No Life”. Programmer cenderung bekerja di malam hari tentu ini membuat pola hidup menjadi tidak bagus dan berpotensi terkena stres.

Ada sejumlah faktor yang bisa menyebabkan stres menyerang programmer, di antaranya bisa karena terlalu lama di depan layar komputer, deadline, permasalahan pribadi dan lain sebagainya.

Untuk menghindari stres ada baiknya kamu yang berprofesi sebagai seorang programmer tahu tentang sejumlah hal yang harus kamu lakukan. Apa saja itu? Simak uraiannya berikut ini:

  • Cari hobi di luar komputer

Bekerja di bidang komputer tidak harus selalu depan komputer. Cari hobi lain seperti olahraga, traveling, hiking, memancing atau kalau perlu sekalian aja coba smoothing atau rebonding. Cowok juga perlu dan enggak ada salahnya lho untuk merawat diri.

  • Hangout bareng teman

Ambil waktu beberapa jam untuk keluar kamar dan bertemu dengan temanmu. Tinggalkan sejenak rutinitas pekerjaanmu.

Saat ngobrol usahakan jangan membahas topik seputar pekerjaan. Kamu bisa membahas topik yang menyenangkan, seperti seputar kenangan masa sekolah/kuliah, topik film/series, pertandingan olahraga.

Jangan membicarakan seseorang yang pergi dari kehidupanmu, seperti gebetan yang ghosting atau jangan bahas mantan pacarmu karena kamu justru stres. Mau hangout untuk hilangkan stres malah jadi stres karena bahas topik percintaan yang rumit. Lebih rumit dari bahasa pemrograman.

  • Bermain Game

Cara ini bisa mengatasi stres asal jangan kelamaan. Kamu juga perlu bermain game yang tidak menguras otak. Mainkan saja game yang simple.

Kampus IT di Bali

  • Telepon orang yang kamu sayang

Tinggalkan meja dan kursimu. Berbaring sejenak di tempat tidur dan telepon orang yang kamu sayang. Tapi cara ini ampuh kalau kamu punya pacar. Maaf.

  • Olahraga

Kamu bisa melakukan olahraga yang kamu sukai. Kemudian, lakukan variasi pada rutinitas olahraga itu agar tidak bosan menjalaninya. Olahraga yang bisa kamu lakukan adalah jalan kaki, yoga atau pergi ke gym.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) sebagai kampus IT di Bali paham betul bahwa olahraga itu penting. Oleh sebab itu, Kampus swasta di Bali ini menyediakan fasilitas gym di kampus. Olahraga memang bisa menyehatkan tubuh sekaligus menghilangkan stres.

Mahasiswa STIKI Indonesia tentu akan menjadi profesional di bidang IT sehingga berpotensi terkena stres apabila tidak mampu menjaga pola hidup yang seimbang. Mahasiswa diberikan fasilitas olahraga sehingga dapat memiliki pola hidup yang seimbang antara belajar dengan olahraga.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT sekaligus technopreneur campus di Bali juga menyediakan fasilitas lain di kampus, seperti lapangan basket untuk mahasiswa berolahraga. Tak hanya itu, STIKI Indonesia juga memiliki UKM lain yang dapat diikuti oleh mahasiswa yang memiliki hobi cabang olahraga lain, seperti UKM Futsal, Voli dan badminton.

Bagi kamu yang tidak tinggal di Bali dan berniat kuliah di Bali, kamu juga harus tahu keuntungan yang bisa kamu dapat apabila memutuskan kuliah di Bali. Simak sederet alasan kenapa kamu tidak perlu ragu memutuskan untuk kuliah di Bali di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Terkait informasi lebih lanjut untuk informasi pendaftaran mahasiswa baru bisa dicek di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id

Generic placeholder image

Teknologi Baru Diyakini Merubah Hidup Manusia di Tahun 2030!

24 Apr 2021   Berita

Teknologi semakin berkembang pesat setiap tahunnya. Saat ini saja kita sudah terbiasa dengan teknologi baru seperti Virtual Reality (VR), mata uang virtual termasuk Bitcoin dan sebagainya.

Bayangkan diprediksi pada tahun 2030 mendatang teknologi baru semakin bermunculan dan justru dapat merubah hidup manusia!

Apa saja teknologi baru yang diprediksi akan hadir pada tahun 2030 mendatang? Simak uraiannya dikutip dari businessinsider.com dan ekrut.com yang membuat kita semua semakin penasaran dan tak sabar menanti kehadirannya:

  • Light Field Displays

Teknologi yang digadang-gadang sebagai calon pengganti VR dan LCD ini menawarkan pengalaman berbeda bagi Anda dalam menikmati media visual. Anda tidak perlu repot-repot menggunakan perangkat yang banyak seperti ketika memakai headset VR.

Light field displays (LFD) ini akan langsung menampilkan gambar empat dimensi ke dalam retina mata Anda dari titik fokus awal. Kelebihan lainnya adalah pengoperasiannya yang tidak serumit perangkat headset VR. Bahkan, kemungkinan LFD ini nantinya berbentuk sesederhana kacamata hitam pada umumnya.

  • Teknologi pengatur genetika hewan

Dunia kedokteran hewan dan sains juga tak kalah hebatnya dalam menghadirkan teknologi rekayasa genetika CRISPR. Dengan hadirnya CRISPR di tahun 2030 mendatang, diharapkan akan muncul pula hewan-hewan eksotis baru, dengan ukuran kecil.  Salah satu hewan yang sudah berhasil menghebohkan masyarakat adalah Toyger. Hewan ini merupakan perpaduan kucing dengan harimau dalam ukuran layaknya seekor kucing normal. Menakjubkan, bukan?

  • Manufaktur dari bidang biologi

Biologi ternyata bukan sekadar bidang keilmuan yang mempelajari sel, bakteri, serta makhluk mikro lain. Ternyata, ada hal yang baru dan berbeda. Biologi bukan sekedar meneliti makhluk mikro, tapi juga berperan dalam pembuatan bahan bangunan. Bahkan, organ tubuh cadangan untuk keperluan medis.

Belakangan ini, biologi dimanfaatkan untuk menciptakan daging tanpa harus menyembelih hewan asli. Proses ini telah diujicoba dan sedang disempurnakan oleh perusahaan Memphis Meats dan Beyond Meat.

  • Mobil Tanpa Pengemudi

Perusahaan teknologi seperti Google dan Uber serta pembuat mobil seperti Toyota, General Motors dan Volkswagen sedang mengerjakan proyek mobil self-driving. Diperkirakan nantinya akan ada 10 % mobil tanpa pengemudi di Amerika Serikat.

  • Perangkat cerdas di tubuh manusia

Perangkat cerdas implan pertama di tubuh manusia disebut akan tersedia mulai 7 tahun mendatang. Perangkat chip seukuran sebutir beras di tubuh ini berpotensi melacak kesehatan lebih akurat. Bisa juga untuk mengkomunikasikan pikiran melalui gelombang otak atau sinyal alih-alih secara lisan.

Kuliah IT di Bali

  • Kasir otomatis

Amazon Go sudah melakukan demonstrasi kasir otomatis. Teknologi ini berbasi tiga hal, di antaranya camera vision, sensor rak, serta teknologi RFID yang menggunakan identifikasi elektromagnetik untuk melacak tag di produk yang dibeli, sehingga tagihan bisa langsung masuk ke rekeningmu.

Tentu saat ini berbagai teknologi ini masih sangat terbatas untuk diterapkan di cakupan yang lebih luas. Dalam beberapa tahun lagi saja konsep ini akan segera jadi standar di banyak tempat.

Kemudahan tanpa antri bagi konsumen dan pelacakan barang yang kosong bagi ritel akan membuat proses belanja akan makin efisien.

  • Drone pengantar barang

Amazon sudah memulai uji coba drone pengirim barang. Apabila sukses maka dalam beberapa tahun ke deapn semua e-commerce akan menerapkannya. Drone pengantar barang ini sangat diupayakan pengembangannya, mengingat waktu pengiriman yang jadi lebih singkat dan juga efisiensi biaya yang jauh lebih murah ketimbang barang yang diantar manusia.

  • Layar Interaktif

Layar interaktif kini sudah sering kita temui di berbagai tempat, seperti minimarket serta kantor pemerintahan. Namun dalam sepuluh tahun ke depan, semua tempat akan menggunakan layar interaktif semacam ini untuk memudahkan konsumen.

Deretan tempat yang akan menggunakan teknologi ini adalah ritel pakaian serta restoran. Hal ini akan meminimalisir waktu antri dan memudahkan konsumen untuk memilih apa yang diinginkan dengan lebih cepat.

Teknologi ini pun akan lebih dipilih oleh perusahaan karena akan memangkas jumlah pegawai jadi lebih efisien, sembari konsumen bisa menikmati produk dengan lebih efektif.

30% dari audit perusahaan akan dilakukan oleh kecerdasan buatan 

Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) semakin menggantikan berbagai pekerjaan yang dilakukan oleh orang-orang saat ini. Karena kecerdasan buatan sangat efektif dalam hal mencocokkan pola dan proses otomatis, ini sangat cocok untuk melakukan banyak tugas di organisasi besar.

Menurut penelitian terbaru dari McKinsey Global Institute , sekitar 45% aktivitas yang dibayar untuk dilakukan orang dapat diotomatiskan dengan mengadaptasi teknologi saat ini.

Ini mewakili sekitar $ 2 triliun gaji tahunan di AS. Selain itu, tidak hanya pekerja berpenghasilan rendah dan berketerampilan rendah yang akan berisiko.

Menurut penelitian McKinsey, “bahkan pekerjaan dengan bayaran tertinggi dalam perekonomian, seperti manajer keuangan, dokter, dan eksekutif senior, termasuk CEO, memiliki sejumlah besar aktivitas yang dapat diotomatiskan”.

Pada tahun 2025, AI yang digunakan dalam pekerjaan kerah putih diharapkan mencapai titik kritis dan sekitar 30% audit perusahaan akan dilakukan oleh AI.

Era kecerdasan buatan dan masa depan teknologi dunia  ada pihak yang paling punya peluang besar untuk berperan di dalamnya. Siapa Mereka? Mereka adalah lulusan Teknik Informatika yang mampu membuat sistem di balik kecerdasan buatan mau pun teknologi tersebut.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan kampus IT di Bali memiliki program studi Teknik Informatika dan Sistem Komputer. Memilih kuliah di bidang komputer atau IT, sudah menjadi pilihan tepat bagimu. Bagaimana tidak, setelah lulus kamu akan mendapatkan banyak peluang. Apabila kamu serius belajar istilah ‘menganggur’ tidak akan ada dalam perjalanan hidupmu.

Era teknologi informasi yang semakin pesat dan terus berkembang menjadikan mahasiswa lulusan Teknik Informatika paling dicari oleh perusahaan mana pun. Perusahaan mana sekarang yang tidak melek digital? Tentu tidak ada karena tiap perusahaan telah harus mengikuti perkembangan zaman.

Sebagai kampus swasta di Bali, STIKI Indonesia juga merupakan technopreneur campus di Bali sehingga dapat memberikan peluang besar bagi kamu yang ingin menjadi wirausahawan di bidang teknologi. Kamu bisa ikut bergabung dalam program yang ada di Inkubator Bisnis STIKI Indonesia.

Selain kampus IT dan technopreneur campus di Bali, STIKI Indonesia juga memiliki kurikulum berbasis budaya khususnya budaya Bali. Bagi kamu yang bukan orang Bali dan ingin kuliah di Bali bisa sekaligus belajar tentang IT dan budaya Bali.

Memutuskan kuliah di Bali kamu juga bisa mendapatkan keuntungan yang cukup banyak. Apa saja? Simak jawabannya di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Untuk informasi lebih jelas terkait informasi pendaftaran mahasiswa baru STIKI Indonesia bisa kamu cek di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.