Generic placeholder image

Pola Pikir Startup: Eksperimen dan Berani Ambil Risiko!

29 Jul 2021   Berita

Kantor dengan kesan korporat yang kaku bukan menjadi idaman generazi Z. Mereka ingin bekerja di kantor modern dengan suasana santai seperti startup. Bekerja di startup juga tak perlu mengenakan pakaian formal sehingga menambah daya tarik bagi generasi sekarang.

Sebelum ingin bergelut di startup bahkan bercita-cita ingin menjadi founder, kamu harus tahu pola pikir orang-orang di dalamnya.

Paling penting untuk bisa menjadi “orang” startup adalah kamu harus memiliki kemampuan berani ambil risiko dan bereksperimen. Apa Alasannya?

“Orang” startup berani ambil risiko mengeksekusi ide tanpa pikir panjang. Maka, tak heran banyak dari mereka yang berhasil menemukan gagasan segar yang tak terpikirkan oleh masyarakat umum.

Apabila ide tersebut gagal, mereka tidak akan takut apalagi menyerah, mereka akan kembali memutar otak dan kembali mencari ide yang “gila” lagi. Bereksperimen dan berani ambil risiko!

Nah, selain itu kamu juga perlu tahu sebenarnya bagaimana budaya kerja di startup tersebut. Berikut ulasannya:

Memiliki Banyak Tanggung Jawab

Bekerja dalam Startup berarti kamu adalah bagian dari sebuah tim kecil. Tiap divisi di perusahaan Startup tentu lebih kecil ketimbang korporat. Bahkan, ada Startup yang total jumlah pekerjanya tak lebih dari sepuluh orang. Bekerja di Startup membuatmu lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaan lain di luar bidangmu. Bekerja di Startup dituntut untuk bisa multitasking. Namun, hal ini justru bisa menjadi peluang untuk lebih bisa mengeksplorasi hal baru yang belum kamu kuasai.

kampus IT di Bali, kampus swasta di bali, kampus IT

Lingkungan Kerja yang Seru

Bekerja di Startup dapat dengan mudah bersantai hingga akrab dengan rekan timnya atau bahkan deengan bosnya. Startup kebanyakan mempekerjakan anak muda yang memiliki semangat dan tekad untuk memberikan yang terbaik. Dalam Startup tidak ada istilah senior atau junior. Semua bekerja bersama-sama tanpa melihat istilah senior dan junior. Bahkan, contoh kecilnya saja, pendiri Startup justru enggan dipanggil ‘Pak’ atau ‘Bu’ karena mereka tak nyaman sekaligus ingin memberitahukan tak perlu ada rasa segan ke atasan.

Selain itu, biasanya desain kantor Startup disulap menjadi tak sekaku mungkin. Meja kerja yang tak ada sekat hingga tersedia sejumlah fasilitas penunjang saat rehat, seperti tenis meja, billiard hingga Play Station. Fasilitas tersebut disediakan bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman hingga memberikan ruang untuk berkomunikasi dengan mudah agar tercipta keakraban satu sama lain.

Pakaian dan Jam Kerja yang Fleksibel

Perusahaan korporat biasanya meminta karyawannya untuk mengenakan kemeja, celana bahan atau pakaian rapi lainnya. Sedangkan bekerja di Startup tak seperti itu. Mereka bisa dengan bebas mengenakan kaos oblong sekali pun saat bekerja di kantor. Jam kerja di Startup juga cenderung fleksibel ketimbang bekerja di perusahaan korporat.

Tergantung kebijakan, biasanya pekerja di Startup tak terikat jam kerja seperti bekerja di perusahaan korporat yang mewajibkan bekerja dari pukul 09.00 hingga pukul 17.00. Bekerja di Startup bisa datang bekerja mulai pukul 11.00 dan pulang lebih malam. Bahkan, bekerja dari rumah pun bisa. Ada istilah di Startup yaitu “Tidak apa-apa tidak datang ke kantor asalkan pekerjaanmu selesai”.

Diisi Oleh Mereka yang Penuh Passion

Pekerja di Startup biasanya mereka yang memiliki passion di pekerjaannya. Tentu, dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki passion tinggi di pekerjaan akan bagus untukmu. Mereka yang bekerja di Startup biasanya inovatif dan bersemangat terhadap apa yang dikerjakan.

Pendapat Lebih Dihargai

Berada di lingkungan kerja yang jumlah orangnya sedikit tentu kamu lebih dengan mudah mengutarakan pendapat. Bekerja di Startup biasanya juga dituntut untuk bisa menelurkan ide yang cemerlang. Hal ini dapat mengasah kreativitas dan mempertajam insting kemampuan apabila ingin berbisnis kelak.

Peluang Besar untuk Belajar

Sifat inovatif dalam lingkungan Startup memungkinkan anda untuk kontak langsung dengan Founder di tempatmu bekerja. Tentu apabila ingin mendapatkan inspirasi belajar dengan orang yang tepat menjadi pilihan yang bagus untuk kemajuan karirmu. Founder Startup biasanya selalu bicara ke timnya dengan bijak “Ayo kita bangun bersama dan besar bersama”.

Sebagai contoh, dilansir dari Kompas.com, Pendiri Tokopedia William Tanuwijaya menjelaskan dirinya menerapkan budaya kerja dengan istilah Nakama. Istilah tersebut merupakan istilah dari Jepang yang berarti menyatakan teman dekat dan menyerupai keluarga ke para pekerja di Tokopedia.

Budaya kerja di Startup memang cenderung terkesan menyenangkan. Namun, bekerja di Startup tentu ada pula kekurangannya. Salah satu yang sering terjadi di Startup adalah cepatnya mengalami perubahan karena masih merintis. Maka, bagi yang bekerja di Startup tentu harus memiliki mental yang siap untuk menghadapi cepatnya perubahan.

Generic placeholder image

Rekomendasi Tempat Makan Babi Guling di Bali, Maknyus!

28 Jul 2021   Berita

Apa kuliner paling terkenal di Bali? Tentu jawabannya adalah Babi Guling! Bagi kamu yang sering ke Bali tentu butuh sejumlah rekomendasi tempat makan babi guling yang enak. Berikut ini ada sejumlah rekomendasi tempat makan babi guling. Kami hanya memberikan lima tempat makan babi guling. Sebab, tempat makan babi guling di Bali itu sangat banyak dan bervariasi sehingga kesulitan untuk memberikan rekomendasi untukmu.

Berikut ini ada sejumlah rekomendasi tempat makan babi guling di Bali dikutip dari detikfood:

Babi Guling Bu Dayu

Babi guling di Bali ini terbilang hits karena kerap membuat pembelinya mengantre panjang. Warung Babi Guling Dayu Kencani ada di kawasan Kuta.

Buka mulai pukul 7 malam, babi guling di sini tersedia hingga pukul 2 pagi. Menu nasi campur dibanderol sekitar Rp 35 ribu. Lalu ada menu sate babi, babi rica, dan jeroan babi.

Banyak orang menjagokan cita rasa sambal babi guling yang pedas di sini. Porsi menu nasi campurnya juga besar sehingga dijamin mengenyangkan!

Babi Guling Pak Dobiel

Babi Guling Sari Dewi atau lebih dikenal dengan sebutan Babi Guling Pak Dobiel juga banyak dijagokan pencinta babi guling di Pulau Dewata. Gerainya ada di Nusa Dua.

Konon daging babi di sini lebih empuk karena menggunakan babi yang masih muda. Seporsi nasi campur babi panggang di sini dilengkapi sate, sosis, jeroan babi, lawar, dan sambal pedas. Ada juga tambahan sambal yang pedasnya nendang. Seporsi nasi campur babi panggang di sini harganya sekitar Rp 50 ribu.

Babi Guling Jero Kawan

Babi guling enak di Bali selanjutnya ada di kawasan Badung, tepatnya di Jalan Raya Munggu. Namanya Babi Guling Jero Kawan yang baru buka mulai pukul 4 sore.
Lokasi gerai babi guling ini memang jauh, namun cita rasanya yang enak membuat banyak orang rela datang. Jenis babi gulingnya terbilang lebih kering dan bumbunya lebih kuat.

Harga seporsi nasi campur babi panggang di sini terjangkau, sekitar Rp 25 ribu saja. Sudah termasuk daun singkong, lawar, dan sambal hijau yang agak pedas.

kampus IT di Bali, Kampus swasta di bali, kampus IT

Babi Guling Slingsing Bu Suci

Babi Guling Slingsing Bu Suci juga banyak dibicarakan di kalangan pencinta babi guling Bali. Harga nasi campr babi panggang di sini Rp 30 ribu.

Pelengkapnya lumayan banyak seperti lawar, sayur daun singkong, sosis babi, dan gorengan. Untuk daging babi gulingnya merupakan jenis yang agak basah.

Uniknya Babi Guling Slingsing Bu Suci juga menyediakan sambal kelapa goreng. Kalau tertarik mampir, gerainya ada di Tabanan dan baru buka mulai pukul 5 sore.

Babi Guling Pak Malen

Babi guling enak di Bali selanjutnya ada di Seminyak, tepatnya di Jalan Sunset Road. Kenikmatan babi guling Pak Malen sudah sangat tersohor.

Seporsi nasi campur babi panggang di sini harganya Rp 40 ribu. Pelengkapnya ada sosis babi, kerupuk babi, lawar, dan sambal terasi. Pengunjung bisa pilih versi pedas atau tidak.

Gerai babi guling ini sudah buka mulai pukul setengah 9 pagi. Porsinya terbilang tak terlalu banyak sehingga kalau mau lebih kenyang harus tambah satu porsi lagi.

Menyantap babi guling di Bali itu memang enak. Bayangkan setelah makan babi guling kamu bisa lanjut santai di pinggir pantai. Bali memang luar biasa. Dikaruniai alam yang indah ditambah pula kuliner yang mampu menghanyutkan lidahmu. Pengen tinggal di Bali? Bagi kamu yang baru lulus SMA mungkin bisa melanjutkan kuliah di Bali. Selain bisa tinggal di pulau yang indah ini, dengan kuliah di Bali kamu juga bisa sekaligus mempelajari budaya Bali yang terkenal memiliki keunikan hingga ke penjuru dunia.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan Kampus IT di Bali memiliki konsentrasi dalam pelestarian budaya Bali. Maka, sangat cocok bagi kamu yang mau kuliah di Bali sekaligus ingin belajar tentang budaya Bali.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali memiliki dua program studi yaitu Teknik Informatik dan Sistem Komputer. Informasi pendaftaran bisa disimak di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id

Generic placeholder image

Diam Itu Tidak Mengubah Apa-Apa

27 Jul 2021   Berita

Setiap orang perlu berhak untuk menyuarakan pikiran dan pendapatnya. Sedang di rumah, kantor, kampus, bahkan saat sedang berkumpul dengan teman banyak yang masih memilih diam dan tak berani bicara. Alasan klasiknya adalah “takut”.

Namanya resah akan selalu menghinggap sampe tumbuh jerawat. Kamu diganggu orang di DM, tapi cuma diam aja dan bisanya cuma ngedumel? Itu tidak akan selesai. Ambil langkah konkret balas chatnya dan ambil langkah. Jangan takut. Kamu kalau hanya diam saja nanti dianggap orang lemah.

Kamu diganggu orang di jalan jangan hanya diam saja. Kalau masih bisa ya tegur saja orang yang mengganggumu. Kalau takut ambil tindakan, minta tolong orang sekitar untuk menegur si penganggu. Diam tidak akan mengubah apa-apa.

Jika sekiranya diam itu bijak maka diamlah. Tapi jika diammu diinjak maka bicaralah!

Tangismu di tempat tidur tidak akan mengubah apa pun. Bullying, KDRT, pelecehan seksual dan tindakan kekerasan sering terjadi karena korban tidak mampu berbicara. Alasannya takut. Namun, mau sampai kapan? Lawan takutmu ambil langkah konkretnya.

Kamu perlu tahu dan ingat jangan sampai karena diam dan takut kamu menjadi sosok yang menderita. Kamu harus mulai berani untuk bicara dan mengutarakan apa yang kamu pikirkan.

Berikut ini ada sejumlah alasan yang kamu harus tahu agar kamu ingat pentingnya speak up. Berikut uraiannya seperti dikutip dari kumparan:

1. Enggak gampang diremehkan

Kamu adalah pekerja yang baik, rajin, dan memiliki prestasi yang bagus, tapi, kerap kali kamu merasa diremehkan bukan karena keterampilan, melainkan karena pemalu atau enggak berani untuk berpendapat.

Biasanya, kamu akan cenderung dimanfaatkan oleh mereka, dan timbul asumsi seperti ‘dia saja yang mengerjakan, pasti selalu mau, kok’.
Jika menunggu orang-orang turut prihatin denganmu, atau merasa iba, kemungkinan kondisi mentalmu akan terganggu.

Jadi, kumpulkan kepercayaan yang ada pada dirimu dan komunikasikan dengan orang sekitar apa yang merasa sedang membebanimu saat itu.

2. Mengurangi kesalahpahaman

Penyebab utama adanya kesalahpahaman, biasanya terjadi ketika adanya kegagalan dalam berkomunikasi dan dalam waktu kapan saja. Minimnya komunikasi, bisa membuat orang lain berpikiran buruk terhadap kita.

Maka dari itu, pentingnya untuk berani speak up, karena dengan upaya tersebut dapat membantu teman atau orang sekitarmu untuk memahami intensimu dan begitu juga sebaliknya. Bukan hal yang merugikan, bukan?

kampus IT di bali, kampus swasta di bali, kampus IT

3. Diam tidak mengubah apa pun

Walaupun ada pepatah yang mengatakan diam adalah emas, tapi kamu terus menerus menjadi seorang yang pendiam, mungkin orang sekitar jadi sungkan denganmu. Misalkan, kamu sedang berdiskusi dengan teman, dan kamu enggak setuju tapi lebih memilih diam. Tentu enggak akan ada perubahan yang terjadi.

Lebih baik untuk bersikap terbuka dengan teman, atau kerabatmu dengan berani untuk mengutarakan pendapat. Yakinlah, enggak ada yang salah atau benar karena setiap orang memiliki pola pemikiran yang berbeda-beda. Jadi, jangan takut akan hal itu, ya.

4. Dapat membantu orang lain

Mungkin, niat kamu baik karena enggak terlalu ingin mencampuri urusan orang lain. Tapi, kalau situasi nya mengarahkan kamu untuk memberi pendapat, saran, ataupun kritik. Enggak ada salahnya untuk speak up, lho.

Misalkan, temanmu dituduh oleh seseorang, padahal saat kejadian, kamu sedang berada di lokasi. Bukan masalah yang besar, kalau kamu mengajukan menjadi saksi demi membela temanmu yang dituduh.