Generic placeholder image

Mudah Dikuasai Pemula, Apa itu Bahasa Pemrograman Arduino?

23 Sep 2021   Berita

Bahasa pemrograman arduino dianggap bahasa pemrograman yang mudah dipahami dan digunakan sehingga sangat cocok untuk pemula. Bahkan, bahasa pemrograman Arduino dianggap bisa dikuasai bagi orang yang sekali pun tidak tahu tentang elektronika dan pemrograman.

Bahasa pemrograman Arduino dasarnya menggunakan bahasa pemrograman C. Bahasa C sendiri merupakan bahasa tingkat tinggi yang populer dan banyak digunakan programmer. Oleh sebab itu, aturan penulisan dan penggunaan dari bahasa Arduino akan sama dengan bahasa C.

Dilansir techopedia, Arduino mengacu pada platform open-source dan perangkat lunak yang digunakan untuk memprogramnya. Arduino dirancang untuk membuat elektronik lebih mudah diakses oleh seniman, desainer, penghobi, dan siapa saja yang tertarik untuk menciptakan objek.

Dilansir kelasarduino.com, Arduino merupakan open source yang ditujukan kepada siapa saja yang ingin membuat prototype peralatan elektronik interaktif berdasarkan hardware maupun software yang fleksibel dan mudah digunakan.
Mikrokontroler diprogram menggunakan bahasa pemrograman arduino yang memiliki kemiripan syntax dengan bahasa pemrograman C. Karena sifatnya yang terbuka maka siapa saja dapat mengunduh skema hardware arduino dan membuat sendiri Arduinonya.

Mikrokontroler Arduino menggunakan keluarga mikrokontroler ATMega yang dirilis oleh Atmel, namun ada individu/perusahaan yang membuat clone arduino dengan menggunakan mikrokontroler lain dan tetap kompatibel dengan software Arduino IDE.
Hal ini bertujuan untuk fleksibilitas, program dimasukkan melalui bootloader meskipun ada opsi untuk mem-bypass bootloader dan menggunakan pengunduh file .hex untuk memprogram mikrokontroler secara langsung melalui port ISP.

Layanan Platform Arduino telah menjadi sangat populer di kalangan orang-orang yang baru memulai dengan elektronik. Tidak seperti kebanyakan papan sirkuit yang dapat diprogram sebelumnya, Arduino tidak memerlukan perangkat keras terpisah (disebut downloader atau programmer) untuk memuat kode baru ke papan, kamu cukup menggunakan kabel USB. Selain itu, Arduino IDE menggunakan versi yang disederhanakan dari C++, hal ini membuatnya pengguna lebih mudah untuk belajar memprogram Arduino.

kampus IT di bali, kampus swasta di bali, kuliah di bali

Kelebihan Arduino

  • Murah

Arduino biasanya dijual relatif murah (antara 299ribu hingga 799ribuan rupiah saja) dibandingkan dengan platform mikrokontroler pro lainnya. Jika ingin lebih murah lagi, tentu bisa dibuat sendiri dan itu sangat mungkin sekali karena semua sumber daya seperti rangkaian untuk membuat Arduino sendiri tersedia lengkap di website Arduino.cc bahkan di website-website komunitas Arduino lainnya juga ada. Tidak hanya cocok untuk Windows, namun juga cocok bekerja di Linux maupun MacOS.

  • Sederhana

Perlu diketahui bahwa lingkungan pemrograman di Arduino mudah digunakan untuk pemula, dan cukup fleksibel bagi mereka yang sudah tingkat lanjut. Untuk guru/dosen, Arduino berbasis pada lingkungan pemrograman Processing, sehingga jika mahasiswa atau murid-murid terbiasa menggunakan Processing tentu saja akan mudah menggunakan Arduino. Bahasa yang digunakan Arduino adalah bahasa C++.

  • Memiliki Software yang Open Source

Perangkat lunak Arduino IDE dipublikasikan sebagai Open Source, tersedia bagi para programer berpengalaman untuk pengembangan project lebih lanjut. Bahasanya bisa dikembangkan lebih lanjut melalui pustaka-pustaka C++ yang berbasis pada Bahasa C untuk AVR.

  • Desain Hardware yang Open Source

Perangkat keras Arduino berbasis mikrokontroler ATMEGA8, ATMEGA168, ATMEGA328 dan ATMEGA1280 (yang terbaru ATMEGA2560). Dengan demikian siapa saja bisa membuatnya (dan kemudian bisa menjualnya) perangkat keras Arduino ini, apalagi bootloader tersedia langsung dari perangkat lunak Arduino IDE-nya. Bisa juga menggunakan breadboard atau Project Board untuk membuat perangkat Arduino beserta periperal-periperal lain yang dibutuhkan.

Arduino memang cocok untuk pemula atau bagi kamu yang ingin belajar atau bercita-cita menjadi seorang programmer. Untuk belajar menjadi seorang programmer atau profesional di bidang IT lainnya memang sangat tepat apabila memutuskan kuliah IT.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan kampus IT di Bali memiliki dua program studi yaitu Teknik Informatika dan Sistem Komputer. STIKI Indonesia yang merupakan Kampus Swasta di Bali ini siap membantumu dalam mewujudkan cita-cita profesional IT atau technopreneur. Selain bisa menjadi profesional IT, STIKI Indonesia juga siap membantumu mewujudkan cita-cita sebagai seorang technopreneur. STIKI Indonesia memiliki Inkubator Bisnis (Inbis) yang siap membantu para pengusaha yang baru merintis usaha.

Generic placeholder image

Menjadi Perfeksionis, Baikkah Untuk Diri Sendiri?

11 Sep 2021   Berita

Saat kamu selalu menuntut agar setiap pekerjaan dilakukan harus membuahkan hasil terbaik tak bercela mungkin sudah termasuk sebagai seorang perfeksionis. Dilansir hellosehat.com, ada perbedaan besar antara menjadi seseorang yang terbaik di bidangnya dengan seseorang yang perfeksionis. Menjadi yang terbaik artinya mengerahkan semua kemampuan terbaik yang dimiliki untuk menyelesaikan pekerjaan.

Kamu mungkin bisa dibilang sebagai seorang perfeksionis, jika selalu menuntut agar setiap pekerjaan yang dilakukan harus membuahkan hasil terbaik sama sekali tak bercela. Tidak ada yang salah dengan keinginan untuk berusaha tampil sempurna. Perfeksionisme malah mungkin bisa menjadi dongkrak kesuksesan kamu di tengah masyarakat yang serba kompetitif. Namun, apakah menjadi seorang perfeksionis baik?

Apa itu perfeksionisme?

Tidak ada manusia yang sempurna. Namun, bukan berarti Anda tidak boleh berusaha untuk menjadi yang terbaik. Meski begitu, ada perbedaan besar antara menjadi seseorang yang terbaik di bidangnya dengan seseorang yang perfeksionis.

Menjadi yang terbaik di suatu bidang artinya mengerahkan semua kemampuan terbaik yang Anda miliki untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan. Ya, siapapun yang bekerja keras bisa mencapai target prestasi tersebut, kamu termotivasi untuk berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Namun, keinginan untuk menjadi yang terbaik di bidang pekerjaan tentu tidak sama dengan menjadi perfeksionis. Seorang perfeksionis mengharapkan kesempurnaan dari diri sendiri maupun orang lain berdasarkan standar tertentu yang tidak masuk akal dan terlalu tinggi.

Mereka adalah orang-orang yang bekerja dengan sangat keras (atau bisa dibilang workaholic) dan mendambakan kesempurnaan dari setiap hal yang dilakukannya maupun yang dilakukan oleh orang lain. Sayangnya, perfeksionis tidak selalu bisa dianggap sebagai karakteristik positif.

Perfeksionis biasanya didorong oleh ketakutan akan kegagalan menyenangkan orang lain. Tak hanya itu, orang perfeksionis memiliki perasaan takut ditolak dan dikritik. Tak heran, keinginan untuk menjadi sempurna tanpa ada cacat dan celah dapat membuatnya merasa cemas dan stres begitu kesempurnaan itu gagal tercapai.

Perfeksionis akan melakukan berbagai cara untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan kriteria dan rencananya. Jika yang dilakukan belum memenuhi kriteria, akan terus mengulangi pekerjaan itu hingga benar-benar sempurna.

Bahkan, para perfeksionis tidak segan untuk menuntut atau mengkritik orang lain agar bekerja lebih baik lagi. Mereka bisa sangat fokus pada detil-detil remeh sehingga melupakan tujuan dari apa yang mereka lakukan.

Penyebab menjadi perfeksionis

Perfeksionisme terbentuk karena saat masih kecil, orang-orang terdekat menilai dan menghargai berdasarkan pencapaian dan apa yang dimiliki. Namun, tak hanya itu saja, ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang menjadi perfeksionis:

  • Rasa takut yang berlebihan akan tidak disukai oleh orang lain
  • Gangguan mental seperti gangguan kecemasan atau obsessive-compulsive disorder (OCD). 
  • Orangtua perfeksionis atau sering kali tidak menghargai usaha Anda sebagai anak saat tidak memberikan hasil memuaskan. 
  • Sikap ketergantungan yang terbentuk sejak masih kecil. 

Jika memiliki pencapaian-pencapaian yang besar, kamu mungkin merasa kewalahan atau justru tertekan karena merasa harus bisa memiliki pencapaian yang lebih besar daripada sebelumnya. Hal ini juga bisa membentuk perfeksionisme dalam diri. Oleh sebab itu, jika merasa memiliki karakteristik yang mengarah ke perfeksionisme hingga menyebabkan stres, cobalah untuk mengubah pola pikir.

Tidak ada salahnya pula untuk meminta bantuan kepada ahli profesional untuk memiliki perilaku dan pola pikir yang lebih positif dalam menetapkan standar dan target agar tidak membebani diri sendiri.

kampus IT di bali, kuliah di bali, kampus swasta di bali

Ciri-ciri perfeksionis

Ada beberapa ciri-ciri dari seorang perfeksionis yang perlu Anda waspadai. Berikut adalah tanda-tanda yang menunjukkan bahwa seseorang perfeksionis, seperti:

  •  Berusaha untuk sempurna di segala hal

Sebenarnya, berusaha melakukan terbaik adalah sikap yang positif, khususnya dalam bekerja atau berkarir. Sebagai contoh, seorang juru masak tentu ingin menyediakan makanan yang enak dan disukai oleh pengunjung restoran tempatnya bekerja.

Namun, jika ada pengunjung yang hanya memberikan penilaian 4 dari 5 dan hal tersebut membuatnya tertekan, sedih, dan merasa gagal, bisa jadi juru masak tersebut adalah seorang perfeksionis.

  • Merasa harus menjadi yang terbaik dari orang lain

Sebenarnya, menjadi versi terbaik dari diri Anda adalah hal yang baik. Namun, jika Anda merasa harus selalu menjadi yang nomor satu, bisa jadi itu adalah ciri dari seorang perfeksionis.

Bagi seorang perfeksionis, menjadi nomor dua tidaklah cukup membuktikan bahwa dirinya sudah memiliki kualitas diri yang baik. Padahal, tanda bahwa seorang sukses tidaklah selalu harus menjadi yang nomor satu.

  • Butuh pengakuan

Tidak cukup hanya merasa sempurna, perfeksionis juga butuh pengakuan dari orang lain bahwa dirinya memang sempurna. Jika lebih fokus terhadap penilaian orang lain terhadap usaha yang dilakukan dibanding fokus terhadap usaha itu sendiri, bisa jadi perfeksionisme dalam diri sudah memberikan pengaruh yang buruk.

  • Sulit menerima saran dan kritik

Kata-kata yang tidak menyenangkan mengenai diri kita mungkin tidak bisa diterima dengan mudah. Namun, orang yang sekedar memberikan komentar jahat tidak sama dengan orang yang ingin memberi kritik membangun untuk membantumu menjadi lebih baik.

Seorang perfeksionis biasanya kesulitan membedakan komentar jahat dan kritik membangun, sehingga keduanya sama-sama tidak bisa diterima dengan baik. Jika merasa demikian, mungkin perfeksionisme dalam diri sudah memberikan pengaruh buruk terhadap bagaimana bersikap dan menanggapi orang lain.

  • Seringkali terlalu kritis terhadap orang lain

Meski tidak terlalu suka dikritik, seorang perfeksionis justru senang mengomentari dan menghakimi orang lain, tapi secara berlebihan. Hal ini bisa saja didasari keinginannya untuk menjadi yang terbaik. Untuk mewujudkannya, ia berusaha menjatuhkan citra diri orang lain demi mengangkat citra diri sendiri.

  • Suka menunda pekerjaan

Tahukah kamu bahwa sering menunda-nunda untuk melakukan suatu pekerjaan bisa jadi salah satu ciri dari perfeksionis? Hal ini mungkin terjadi karena perfeksionis sangat takut dengan kegagalan. Oleh sebab itu, alih-alih mengerjakan, ia lebih senang untuk menghindari dengan cara menunda pekerjaan tersebut.

Namun, pemikiran tersebut tentu saja hanya akan menyulitkan dirimu  sendiri. Tak hanya itu saja, semakin banyak pekerjaan yang diabaikan, semakin banyak pula tumpukan pekerjaan yang harus diselesaikan dalam satu waktu. Hal ini bisa menyebabkan kamu stres jika tidak segera dituntaskan.

  • Selalu merasa bersalah

Perfeksionisme dalam diri bisa menimbulkan pikiran bahwa kesalahan sekecil apapun yang Anda lakukan adalah bentuk dari kegagalan dalam mengerjakan pekerjaan dengan baik. Padahal, melakukan kesalahan adalah fitrah sebagai manusia.

Akibatnya, Anda akan sering merasa gagal karena tidak bisa mengerjakan segala sesuatunya dengan sempurna. Hal ini dapat menimbulkan perasaan bersalah terhadap diri sendiri maupun orang lain yang terus bermunculan. Jika dibiarkan, Anda tidak akan pernah bisa menikmati hidup.

Cara mengatasi perfeksionisme yang buruk

Menjadi seorang perfeksionis bisa menjadi kelebihan bagi Anda, selama tidak berlebihan dan tahu bagaimana mengontrolnya agar tidak memberikan dampak yang buruk. Namun, sayangnya, alih-alih menjadi kelebihan, perfeksionis cenderung menjadi kekurangan dari diri seseorang karena dampak negatif yang ditimbulkannya.

Maka itu, saat perfeksionisme sudah memberikan pengaruh buruk terhadap diri Anda, lebih baik segera cari cara untuk mengatasinya. Berikut ini adalah beberapa hal yang disarankan dalam sebuah artikel yang dimuat oleh laman Brown University dalam mengatasi perfeksionisme:

  • Buat target yang masuk akal sesuai dengan pencapaian-pencapaian Anda.
  • Ubah pola pikir bahwa kesuksesan tidak harus selalu sempurna tanpa cela.
  • Fokus terhadap proses, tidak hanya pada hasil akhir.
  • Setiap kali merasa cemas dan depresi, tanyakan kepada diri sendiri mengenai target yang sudah Anda buat.
  • Lawan perasaan takut gagal dengan pemikiran seperti, “Apa hal terburuk yang mungkin terjadi?”
  • Yakini bahwa Anda tetap bisa mendapatkan pelajaran dari kesalahan yang terjadi.

Menjadi perfeksionis memang bagus. Namun, harus pula dapat bersikap lebih realitis. Harus mampu memiliki pola pikir realistis bahwa tidak semua di dunia ini menuntut kesempurnaa. Tidak ada orang yang sempurna dan terpenting sudah melakukan hal terbaik yang kita bisa. Semua pekerjaan ada batasannya juga. Terpenting adalah sudah memberikan yang terbaik.

Generic placeholder image

Dari Bawa Bekal Hingga Jadi Jomblo, Ini Tips Nabung untuk Mahasiswa

02 Sep 2021   Berita

Salah satu kemampuan yang harus diasah oleh mahasiswa adalah kemampuan dalam mengatur uang khususnya menabung. Banyak mahasiswa yang masih mengandalkan ‘subsidi’ orangtua untuk keperluan sehari-hari.

Kamu mahasiswa wajib menabung sehingga terhindar dari yang namanya selalu meminta uang ke orangtua. Kamu juga perlu menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak selalu bergantung kepada orangtuamu.

Berikut ini ada sejumlah cara yang bisa kamu ikuti agar bisa menabung. Berikut uraian tips menabung untuk mahasiswa:

Membawa botol minum

Bawa botol minum kemana-mana itu lumayan buat ngirit loh! Coba bayangkan air mineral satu botol berkisar harga Rp 4 ribu-5 ribu. Coba kamu tabung Rp 5 ribu selama sebulan. Lumayan kan? Selain membawa botol minum sendiri, tentu ada baiknya kamu membawa bekal makanan kemana-mana. Tentu menjadi irit dibandingkan kamu harus membeli makan di jalan. Buat kamu yang anak kost, bisa dengan memulai belajar memasak.

Tahan nafsu

Saat mata melihat sesuatu yang ‘wow’ kamu sudah harus mampu menahan nafsu untuk membelinya. Apalagi kalau liat promo di e-commerce! Bahaya! Ada baiknya belajar self control untuk hanya membeli barang yang seperlunya.

Cari pekerjaan sampingan

Jika kalian memiliki keterampilan tertentu bisa dijadikan cara untuk menghasilkan uang tambahan. Misalnya bisa gambar buka saja saja desain membuat logo dan semacamnya.

Menjalani Hidup Layaknya Seorang Mahasiswa

Jangan terpengaruh gaya hidup mewah orang lain dengan menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu hal di luar kepentingan perkuliahan. Ingat tugas utama seorang mahasiswa adalah belajar. Bukan bermaksud untuk melarangmu hangout dengan teman-temanmu. Namun, jangan terlalu sering.

kampus IT di bali, kampus swasta di bali, kuliah di bali

Jadi Jomblo

Percayalah tips ini bukan maksud menyindir kamu wahai kaum jomblo. Riset dari profesor Harvard yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa 9 dari 10 mahasiswa yang jomblo mampu menjadi pribadi yang budiman dan rajin menabung. Maka, jadi jomblo aja. Punya pacar perlu keluar biaya ngedate segala macem, coba uang buat ngedatenya ditabung kan udah berapa tuh saldo tabunganmu?! Saat ditanya kenapa masih jomblo kamu juga punya jawaban yang keren kok. Jawab saja “Aku mau fokus kuliah tepat waktu”. Sedap!

Demikian sejumlah tips yang bisa kamu ikuti untuk menabung bagi kamu mahasiswa. Salah satu tips di atas adalah dengan mencari pekerjaan sampingan. Selain bisa mendapatkan penghasilan tambahan, bekerja paruh waktu bagi mahasiswa juga bisa menambah pengalaman.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan Kampus IT di Bali memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk bisa kuliah sambil bekerja.

Salah satu mahasiswa STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini yang bekerja secara reguler adalah Septian Rimba Angkasa. Rimba, sapaan akrabnya, merupakan mahasiswa Teknik Informatika peminatan Desain Grafis dan Multimedia STIKI Indonesia angkatan 2017.

Rimba bekerja sebagai admin media sosial di perusahaan media Radar Bali yang terletak di Jl Hayam Wuruk, Denpasar. Bekerja sejak tahun 2019, Rimba bertugas membagikan berita-berita yang ada di situs Radar Bali ke media sosial seperti Instagram, Facebook dan Twitter.

“Untuk caption di media sosial saya menyalin beberapa paragraf dari berita untuk caption di media sosial Radar Bali,” Cerita Rimba menjelaskan alur kerja sebagai admin media sosial, Sabtu (13/2/2021).

Rimba menjelaskan bekerja sebagai admin media sosial memang memiliki waktu kerja yang fleksibel. Untuk mengunggah berita ke media sosial tak perlu datang ke kantor karena bisa mengerjakannya melalui smartphone.

Apalagi ditambah kebijakan Work From Home (WFH) yang membuat jam kerja bertambah fleksibel. Meski begitu, suatu ketika, Rimba bercerita pernah terjadi ‘bentrok’ antara jam kuliah dengan pekerjaan. Saat itu, dia harus menghadiri rapat di kantor. Namun, dosen STIKI Indonesia memang memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk bekerja.

“Saya absen dulu di mata kuliah tersebut selang beberapa menit saya meminta izin ke dosennya karena ada keperluan di kantor dan untungnya dosennya mengizinkan jadi kuliah di STIKI ini istilahnya enggak terlalu ribet. Jadi lebih mudah mengatur waktu antara kuliah dan kerja,” kata Rimba.

Lewat fleksibilitas yang diberikan oleh pihak kampus, Rimba berujar dapat dengan mudah membagi waktu sehingga dapat tetap fokus meski ‘hidup’ di dua dunia antara bekerja dengan kuliah. “Sangat menguntungkan jadi tak hanya terfokus di kuliah atau di kerja jadi bisa membagi waktu dengan baik.”

Saat bekerja di Radar Bali, Rimba bercerita telah memiliki bekal yang didapat dari kampus sehingga tidak kaku saat baru masuk ke perusahaan media yang merupakan grup Jawa Pos tersebut.

“Ada mata kuliah softskill itu saya terapkan di tempat kerja seperti cara berpakaian yang baik, cara berkomunikasi yang baik antara karyawan dengan yang lain. Mata kuliah seperti desain animasi dan video itu juga beberapa hal yang saya terapkan di beberapa pekerjaan saya,” ujarnya.

Mendapatkan ilmu softskill yang didapat di kampus membuar Rimba dapat bersosialisasi dengan mudah dengan rekan kerja di kantor. Bahkan, di tempat kerja juga dengan mudah dapat berbaur dengan atasan meski memiliki perbedaan umur yang jauh.

“Saya lebih rileks jadi saya bertemu dengan karyawan lain istilahnya tidak kaku. Seperti ngobrol sama teman. Jadinya meski ada jarak usia tapi bisa akrab gtu dan lebih akrab dengan karyawan lain,” ujarnya.

Meski Kampus IT di Bali, STIKI Indonesia juga memiliki kurikulum menonjolkan softskill untuk menunjang kemampuan business communication yang semakin dibutuhkan di era teknologi informasi seperti sekarang.

Menawarkan konsep kuliah modern sesuai standar dunia bisnis didukung fasilitas komputer tercanggih, serta kombinasi teori dan praktek. Disusun berdasarkan tiga kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Ketiga hal tersebut adalah:

Knowledge

Menyajikan materi pembelajaran yang mengacu pada teori akademis terdepan, pergembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kondisi perubahan pasar.

Skill

Materi mendukung potensi dan kompetensi teknis; seperti manajemen dan organisasi, personality development, entrepreneurship, salesmanship, dan pembekalan bahasa asing.

Attitude

Membentuk kepribadian yang tangguh, berintegritas, mandiri, proaktif, pantang menyerah, dan memiliki semangat belajar yang tinggi.

Bagi kamu yang ingin bekerja sembari kuliah tentu sangat tepat apabila bergabung dengan STIKI Indonesia. Kampus IT terpopuler di Bali ini memberikan fleksibilitas bagi mahasiswanya untuk bekerja dan kuliah. Kami paham betul, ilmu tidak seluruhnya berasal dari bangku kuliah.

Namun, ilmu juga didapat melalui terjun langsung ke dunia kerja. Oleh sebab itu, kami memberikan fleksibilitas ke mahasiswa untuk kuliah sambil bekerja. Bagi kamu yang ingin lebih dalam mengetahui informasi tentang STIKI Indonesia simak link berikut: sip.stiki-indonesia.ac.id.