Generic placeholder image

Cara Jitu Pak Sujana Eka Bantu Digitalisasi Ekowisata Mangrove Wanasari

25 Mei 2021   Berita

Apabila ingin merasakan liburan yang berbeda dari umumnya di Bali mungkin Ekowisata Mangrove Wanasari di kawasan Tuban, Kuta bisa menjadi pilihan. Bali memang memiliki sejuta destinasi indah tak hanya pantai semata.

Tempat ini tepatnya berlokasi di Jalan By Pass Ngurah Rai 1, kalau dari arah Kuta atau Denpasar lokasinya sebelah kiri sebelum masuk jalan Tol Bali Mandara, sebelah Timur Bandara Ngurah Rai.

Ekowisata ini memberikan tawaran wisata yang berbeda maka tak heran selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan. Namun, sejak Pandemi Covid-19 menghantam tempat ini sepi pengunjung. Memang tidak ada habisnya apabila mengeluhkan efek Pandemi, namun yang perlu dicari adalah solusi untuk kembali bangkit.

Salah satu solusi yang bisa diambil untuk membuat ekowisata ini bangkit adalah dengan menerapkan model digitalisasi. Ide ini digagas oleh I Gede Sujana Eka Putra S.T,M.T yang dituangkan dalam proposal yang lolos dalam seleksi Kegiatan Riset Kebencanaan “Ideathon Bali Kembali” yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Model digitalisasi ini merupakan salah satu cara yang bisa diambil untuk kembali membantu ekowisata yang dikelola oleh Kelompok Nelayan Wanasari ini. Mode digitalisasi yang bisa diterapkan di ekowisata ini nantinya berupa buku digital yang berisi katalog wisata apa saja yang bisa dinikmati oleh wisatawan, e-ticketing sehingga dapat menerapkan sistem cashless dan visitor tracking.

“Itu yang bisa kami tawarkan. Karena selama ini semuanya masih manual. Tiket masuk masih menggunakan tiket biasa, tidak ada pendataan secara digital,” kata Sujana Eka saat berbincang, Jumat (21/5/2021).

Menurut Sujana Eka, setelah model digitalisasi bisa diterapkan maka proses pendataan jumlah pengunjung bisa disusun dengan mudah. Lewat digital, tentu ekowisata ini nantinya akan mampu meraup pasar yang lebih luas. Selama ini, pengelola hanya fokus pada pemanfaatan media sosial semata untuk marketingnya. Lewat Model digitalisasi nantinya ada pula buku digital yang bisa diakses oleh siapa pun karena akan tersedia secara online.

“Saya sempat ngobrol dengan Sekretaris Kelompok Nelayan Wanasari mereka cukup senang dengan program yang akan kita buat karena di awalnya mereka sendiri mereka mengakui untuk promosi susah. Namun, di sisi digitalisasi, mungkin informasi mereka tidak struktur, jadi informasi deskripsinya tidak ada, jadi bisa nanti contohnya membuka katalog-katalog mengenai objek wisata yang ditawarkan,” kata Sujana Eka yang merupakan salah satu dosen di STIKI Indonesia ini.

Penggunaan e-ticketing juga ada makna lain di baliknya. Penggunaan e-ticketing dapat meminimalisir interaksi antara pengunjung dengan karyawan di ekowisata. Hal ini tentu bertujuan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan karena masih berkaitan dengan COVID-19.

Keberadaan Ekowisata Mangrove Wanasari memberikan tawaran wisata yang beragam. Selain bisa menikmati rindangnya hutan bakau sebagai paru-paru kota, tempat ini ditawarkan juga wisata edukasi seperti tata cara budidaya kepiting yang dilakukan oleh nelayan setempat.

Saat air laut sedang pasang kamu juga bisa menikmati acara tour dengan perahu tradisional, sama seperti paket wisata mangrove di Nusa Lembonga. Pengunjung juga bisa bermain kano sambil menikmati indahnya alam laut dan pesona hutan bakau. Ekowisata Mangrove Wanasari ini cocok untuk semua kalangan, baik itu anak-anak maupun kalangan dewasa.

Penelitian yang dilakukan oleh I Gede Sujana Eka Putra ini merupakan salah satu proposal yang lolos hibah seleksi Kegiatan Riset Kebencanaan “Ideathon Bali Kembali”. Penelitian berjudul “Model Digitalisasi Ekowisata di Masa Pandemi COVID-19 ini dan empat proposal dari pengajar STIKI Indonesia masuk ke dalam 50 proposal yang lolos dan diumumkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada (27/4/2021).

Lima proposal STIKI Indonesia merupakan terbanyak yang lolos dalam Kegiatan tersebut. Untuk lebih lanjut bisa dibaca di link berikut ini: STIKI Kampus IT Terbanyak se-Indonesia Loloskan Proposal Ideathon Bali Kembali.